Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Harus yakin


__ADS_3

Dipagi yang cerah dengan diiringi kicauan burung di yang tengah terbang hilir mudik bersama kawan- kawannya. Suasana hati yang tak secerah sang mentari membuat gadis cantik yang kini mematut dirinya di depan cermin merasakan gelisah.


Dimana pada hari ini dirinya akan bekerja di kantor sebagai sekertaris wakil direktur yang tak lain kakak tirinya sendiri. Entah bagaimana nanti dirinya akan bersikap ketika bertemu dengan sang kakak. Pernah terpikir semalan setelah kepergian Garvin dari Apertemennya , Ia berencana memundurkan diri dari perusahaan tersebut. Namun nasi sudah menjadi bubur ketika dirinya mengingat sudah menandatangani di atas matrai. Ya kali dirinya mempermalukan Eglar sebagai ayah sambungnya dan tak lain CEO di perusahaan dirinya bekerja.


Setelah mengoleskan liptin pada bibir mungilnya, Bisa dibilang make up yang di pakai Maura sangatlah natural namun wajahnya nampak lebih imut dan manis jika demikian.


**Tokk...tok...tok..


"Non ada den Jo di depan non." Suara bik ina sembari mengetuk pintu kamar Maura.


"Iya bik tunggu sebentar." Ujar Maura yang masih setia memandang wajahnya di depan cermin.


Maura berdiri dari duduknya sebelum melangkahkan kakinya keluar kamarnya. Dirinya menyempatkan diri merapikan lagi penampilannya karena saking gugupnya.


Semalam Maura memang sengaja menelvon Jonathan untuk menjemputnya. Tak salah bagi diri Maura untuk mencoba membuka hati untuk Jo dan tak ingin mengecewakan almarhum papanya.


"Yakinlah Maura, Semoga ini pilihan terbaik." Batin Maura melangkahkan kakinya keluar dari kamar miliknya.


Dan benar saja, Ketika berada akan menuruni tangga mata Jo dan Maura saling tubruk dan menyelami dengan keterpanahan masing- masing. Jo pada saat itu menggunakan pakaian formalnya dengan jas yang membalut tubuh kekarnya dengan gagah. Maur sampai tak berkedip memandang Jo yang kemarin dirinya sangatlah tak fokus melihatnya karena Maura sangat risih dengan tindakannya.


"Queen?." Panggil Jo tanpa sadar sembari melangkahkan kakinya ke arah tangga. Menanti sang tuan putri yang menuruni tangga dengan anggunnya.


Tangan Jo terulur ke arah gadis yang sudah berdiri tepat di depannya agar Maura bersedia bergandengan dengannya. Tangan Maura terasa gugup ingin menggapai tangan kekar itu , ingin tak menggubris tangan kekar tersebut namun dengan gesitnya Jo menarik tangan Maura hingga tubuh mungil tersebut jatuh kepelukannya.

__ADS_1


"Jo ap..." Ucap Maura terkaget namun ucapannya terpotong oleh perkataan Jo.


"Mantapkan hatimu Queen, Jangan pernah ragu denganku." Ujar Jo memandang mata indah milik Maura yang tengah berada di pelukannya.


Maura memutuskan kontak matanya dengan cara memalingkan wajahnya. Tak lupa hembusan kasar dilayangkan karena terlalu gelisah dan gugup yang kini tengah di rasakannya.


"Bersabarlah Jo, Semua itu tak mudah." Sahut Maura melerai pelukannya, Hingga wangi maskulin yang baru saja memanjakan hidungnya harus menjauh walau beberapa centi.


"Aku akan membantumu Queen." Sahut Jo menangkup wajah Maura hingga mata keduanya kembali bertubrukan.


Senyuman dari bibir keduannya tak bisa di tahannya lagi. Dimana baik Jo dan Maura sama- sama akan berusaha menerima perjodohan dengan berlapang dada. Ya walaupun bagi Jo takkan sulit untuk mencintai Maura karena dirinya sudah memendam perasaannya semenjak dirinya dan Maura sama- sama masih kecil.


Semenjek meninggalnya Alexio baik Maura dan Jo sangat sulit bertemu. Dimana Maura sejak sepeninggalan Alexio di boyong pindah kota oleh Sherly.


Jo tau jika Maura baru pertama kali bekerja sehingga Jo membantu agar Maura tak mendapat masalah di kantornya. Walaupun Jo tak tau kantor siapa yang telah memperkerjakan kekasihnya. Kenapa Jo mengeklaim Maura sebagai kekasihnya, Karna menurut Jo pada malam itu bahwa dirinya dan Maura sudah resmi menjadi sepasang kekasih .


Dan pada malam itu Maura berusaha keras menolaknya namun untuk kali ini Maura mencoba pasrah dan mengikuti alurnya. Maura sangat yakin jika sang mama akan membuat dirinya bahagia dengan keputusannya.


Mobil melaju dengan pelannya membelah jalanan yang sudah nampak lenggang. Bibir Jo tak henti- hentinya melengkungkan senyuman yang menawan karena dirinya sekarang teramat bahagia. Menemukan cinta masa kecilnya setelah sekian tahun menghilang. Bahkan Jo sudah banyak mengerahkan para ajudannya untuk mencari sosok gadis di sampingnya ini. Dan pada akhirnya pertemuannya dengan Sherly tempo lalu di mall tersbesar di kotanya membuahkan hasil. Yang lebih parahnya lagi ketika Sherly menawarkan perjodohan dirinya dengan gadis yang dicarinya. Sungguh hal yang tak disangka- sangka oleh seorang Jonathan Lubis.


Akibat pencarian yang tak di pernah di temukan dan belum ada titik terang hingga membuat Jo harus salah jalan. Dimana bertahun- tahun dirinya harus menjadi seorang pria cassanova ketika penantiannya tak tentu arah. Banyak wanita yang ingin selalu bersama dengan Jo selain dirinya sangat ahli di atas ranjang taklupa komisi yang di berikannya tak tanggung- tanggung.


Tetapi sekarang dirinya bertekad akan merubah kebiasaan buruknya hanya demi Maura. Gadis yang membuatnya harus mengambil jalur yang salah.

__ADS_1


Apalagi Jo enggan membuat Maura risih dan menjauh dari kehidupannya lagi jika tau kebiasaan buruk seorang Jo.


"Jo, berhenti melihat ke arahku." Ujar Maura malu kala Jo tiada henti- hentinya menoleh ke arahnya, apalagi dirinya tengah mengemudi dan itu akan berbahay fikirnya.


"Aku sangat merindukanmu Queen. Bertahun- tahun aku mencarimu." Sahut Jo mengambil tangan Maura yang tengah bertumpu di atas pahanya.


"Benarkah?" Tanya Maura memandang lekat wajah yang nampak serius mengemudi tersebut namun sesekali melihat ke arahnya.


"Aku berani bersumpah Queen, kenapa mencarimu sangat susah sekali. Tapi aku sekarang sangat bersyukur karna sudah bertemu kembali denganmu apalagi kita akan segera menikah." Sahut Jo lagi mengecup sekilas tangan Maura yang berada di genggamannya.


"Jo, Mmm... Apa kamu siap menikahiku dalam waktu dekat ini. Mmm maksutku, bukankah itu terlalu cepat jo." Papar Maura yang masih ragu dengan hatinya untuk memantapkan diri.


"Lebih cepat lebih baik Queen. Aku tak mau kehilangan kamu lagi." Sahut Jo kembali mencium tangan Maura.


"Tapi Jo, kita baru ketemu. Apa gak sebaiknya kita saling kenal dulu atau...."


"Kita akan saling mengenal ketika sudah menjadi suami istri Queen. Dengarkan aku baik- baik, kamu ingat malam tempo lalu ketika tante Sherly akan menjodohkan kita. Kamu marah dan aku yakin jika ucapan tante Sherly ada benarnya jika kamu sudah ad pria lain kan? Makanya aku gak mau kalah gesit olehnya." ungkap Jo menggenggam kedua tangan Maura.


Maura hanya diam mematung tetapi otaknya berselancar di malam kemarin. Memang benar adanya jika dirinya menolak dengan perjodohan sepihak yang ditujukan padanya.Merasa bersalah tentu saja apalagi pada pria baik di hadapannya ini menurutnya.


"Maura kamu harus yakin." Batin Maura memejamkan matanya sejenak namun disalah artikan oleh Jo. Hingga membuat Jo memberanikan diri mencium sekilas pipi Maura.


"Jo..." Pekik Maura memelotokan matanya kala melihat wajah Jo tersenyum menyebalkan menurut Maura.

__ADS_1


__ADS_2