
Selama perjalanan didalam mobil milik Jo nampak suasana terasa sunyi. Entah apa yang di fikirkan Maura sehingga dirinya sangat enggan membuka mulutnya. Jo yang berada di sampingnya merasa heran dengan keadaan Maura saat ini. Apalagi dirinya berusaha membuka obrolan terlebih dulu namun nyatanya hanya dibalas deheman oleh Maura.
Jo berusaha mencari topik yang lebih menggunggah selera Maura untuk berbicara. Hingga beberapa memikirkan akhirnya Jo bernafas lega ketika Maura membuka mulutnya untuk menjawab apa yang diucapkannya.
"Queen kamu kok bisa tadi bareng sama papa bukannya tadi kamu bareng sama kak Garvin?" Tanya Jo sehingga membuat Maura menoleh ke arahnya.
Sebelum menjawab pertanyaan yang tertuju padanya. Maura menghembuskan nafas kasar dengan pertanyaan yang baru saja di dengarnya.
" Ya memang awalnya gitu, Tapi pada kenyataannya aku bareng papamu." Ujar Maura kembali manatap lurus ke depan. Mendengar nama Garvin terucap dari bibir Jo membuat Maura kembali gelisah dengan apa yang menimpa Garvin saat ini.
Seharusnya dirinya bersama Garvin dalam keadaan terpuruk seperti sekarang. Menghibur bahkan mensengarkan semua keluh kesah yang dirasakan. Tetapi nasi sudah menjadi bubur, Harusnya Maura mengejar Garvin dan ikut kemanapun Garvin pergi bukannya malah berdiam diri menyaksikan tersiksnya sosok sang kakak tirinya.
"Ada masalah Queen?" Tanya Jo lagi ketika melihat raut wajah Maura menjadi suram dan berbeda.
"Gak ada Jo." Sangkal Maura mencoba mengalihkan pembicaraan Jo, Agar apa yang telah di saksikannya tadi tak diketahui oleh banyak orang.
"Mmm... Jo aku tadi lihat seseorang yang mirip banget sama kamu. Tapi mungkin akunya salah liat sih..." Sahut Maura mencoba mengalihkan topik pembicaraan Jo.
Deggg.....
__ADS_1
Jantung Jo seakan berhenti berdertak mendengar penuturan Maura yang baru saja terucap. Tangannya dengan erat mencekram kemudinya hingga jari- jemarinya memerah.
"D- mana Queen?" Tanya Jo dengan gugup, tak lupa pandangannya sekilas melihat ke arah Maura yang tengah menelisik perubahan raut wajah Jo.
"Santay aja kali, kok keliatan tertekan gitu. Akutuh cuma liat mirip kayak kamu loh bukan kamu kayaknya sih. Soalnya wajahnya aja gak jelas gitu , kan gelap tadi." Sahut Maura semakin memiringkan tubuhnya merasa ada yang aneh dengan perubahan wajah Jo. Sangat kentara sekali kalau diri Jo tengah gugup bahkan gemetaran.
"Dimana?" Tanya Jo dengan suara lumayan keras, mungkin saja kesal karena Maura tak memberitahunya tempat dimana Maura melihat sosok dirinya.
"Lu apaan sih gitu aja ngegas, Gua liat lu tuh di jalan Kartini dipinggir trotoar. Lu kira gua budek sampek suara lu kayak gitu." Papar Maura merasa kesal dengan apa yang dilakukan Jo padanya. Tangannya bersedekap dada menetralkan rasa kesal yang mulai menyeruak di hatinya.
Degg....
"Jadi Queen lihat aku." Batin Jo semakin gelisah ketika mendengar penuturan Maura.
"Bangsat si Luna, Gara- gara dia Queen marah sama aku." Batin Jo lagi semakin erat mencengkram kemudinya.
"Maaf Queen aku hanya penasaran aja. Maaf ya." Ungkap Jo mencoba memegang tangan Maura.
" Kalau itu beneran Lu sih gapapa lu marah dan ngegas gitu. Ngaku aja deh, itu beneran lu kan.?" Tungkas Maura dengan emosi yang meluap. Ingin rasanya Maura mencakar wajah Jo dengan kuku panjangnya karena telah membuat moodnya malam ini rusak seketika.
__ADS_1
"Ya E- nggaklah Queen. Masak iya aku di trotoar bareng sama cewek." Ujar Jo hingga di beberapa detik kemudian matanya melotot karena mengucapkan kesalahan yang nantinya akan membuat boom meledak.
"Jo, gua belum bilang loh kalau bareng sama cewek. Lu yang bener aja sih, Gua yakin kalau itu lu kan. Ngaku gak lu." Timpal Maura memukul lengan Jo dengan kasarnya. Dirinya takkan tinggal diam jika perasaannya akan disakiti walaupun hatinya belum sepenuhnya atas nama Jo.
Namun jika hatinya akan disakiti oleh Jo, dirinya takkan membiarkannya. Biarlah dirinya disebut wanita kasar yang dengan teganya melukai calon suaminya. Demi hatinya agar tak terluka kenapa tidak fikir Maura.
"Sayang Queen, maksud aku tuh gak gitu. Aku cuma ngasal aja ngomongnya. Gak tau kalau itu bener." Sahut Jo mencoba memegang tangan Maura yang tengah memukul- mukulnya. Jo menepikan mobilnya ke pinggir agar dirinya dengan leluasa memberi penjelasan pada Maura yang sudah ke makan kesalahpahaman.
"Lu tuh serius gak sih dengan perjodohan ini. Kalau lu kepaksa ya udahin aja. Bilang sama om Richard dan tante Claudia. Gua gak mau ya kalau gua udah sayang- sayangnya malahan lu mainin hati gua." Papar Maura semakin dilanda amarah karena keceplosan dalam penuturan Jo.
Jo mengambil tangan Maura yang tengah bersedekap dada. Ditariknya tubuh ramping itu di dalam dekapannya. Jo sangat menyayangkan hubungannya dengan Maura yang baru saja terjalin . Apalagi sosok gadis yang berada dalam dekapannya hampir saja membuatnya gila karena pencariannya tak bisa di temukan. Dan kali ini, Tak semudah itu Jo melepaskan gadis cantik yang telah membuatnya jatuh hati di masa kecil hingga kini.
"Sampai kapanpun aku gak bakalan batalin perjodohan ini Queen. Meskipun kamu maksa sekalipun , itu takkan terjadi." Ujar Jo di dalam dekapan Maura. Hati Jo takkan bisa melepaskan Maura begitu saja karena hanya Mauralah yang mulai dulu hingga sekarang yang diinginkannya.
"Lu gak mau ngelepasin gua, tapi lu bakal nyakitin Gua Jo. Mending cancel aja dari pada gua disini yang jadi korban keserakahan lu." Tutur Maura tanpa membalas dekapan Jo. Hatinya terasa teriris ketika apa yang diucapkannya menjadi kenyataan.
"Gua janji gak bakalan nyakitin kamu Queen. Kamu bisa pegang omonganku, Aku pertegaskan sekali lagi kalau aku gak bakal ngelapasin kamu sampai kapanpun." Ujar Jo semakin mengeratkan pelukannya, namun tak ada balasan pelukan hangat yang di berikan Maura padanya.
Jo sangat berat menuruti permintaan Maura yang mengaharuskan dirinya melepaskan sosok Gadis yang berusaha dicarinya bertahun- tahun lamanya. Namun ketika sudah dipertemukan dan takdir membawa keduanya berjodoh, Sang gadis memintanya untuk melepaskannya. Sontak saja permintaan itu takkan pernah dituruti oleh Jo. Bertahun- tahun mencari bahkan hampir gila dan lagi sudah banyak wanita yang sudah di permainkan Jo agar sosok masa kecilnya lenyap dalam fikirannya. Namun usahanya selalu sia- sia bahkan tak ada gunanya.
__ADS_1
Setiap melakukan hal- hal negatif dengan pasangan haramnya. Sosok wajah mungil dan menggemaskan selalu terngiang difikirannya.
"Jangan pernah bermimpi lepas dariku Queen, Kamu tak tau betapa bodohnya aku selama mencarimu." Ungkap Jo di ceruk leher Maura.