Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Garvin mabuk


__ADS_3

Jo hanya diam tak bisa berkata- kata lagi ketika Maura nampak marah padanya. Hal yang sepele memang jika dirinya merasa takut dan was- was mendatangi tempat tersebut. Walaupun Jo akhir- akhir ini berusaha mengontrol dirinya agar tak mendatangi tempat laknat itu lagi.


Dengan kecepatan tinggi, Jo menuruti permintaan sang calon istri. Tanpa menghiraukan lagi apa yang akan terjadi nantinya. Dari pada Maura bersikeras turun dari mobilnya dan membahayakan sang calon istri karena berjalan seorang diri dimalam yang lumayan sepi ini.


Hingga beberapa menit lamanya mengendarai mobil mewahnya yang membuat siapa saja iri ingin memilikinya. Kini mobil tersebut sudah terparkir sempurna di basement bar terkemuka di kota tersebut.


Satpan yang melihat mobil familiar di depannya dengan gerakan gesit mendatangi dan menunduk dengan hormat. Apalagi pemilik mobil membuka pintu secara perlahan.


"Queen jangan keburu, tunggu aku. Kamu bisa tersesat kalau masuk sendiri apalagi kamu gak tau apa- apa tentang bar ini." Ujar Jo memperingati Maura kala gadis itu hendak membuka handle pintu miliknya.


"Lu lemot banget Jo." Sahut Maura berkata dengan kesal karena Jo sangat lamban menurutnya.


"Sabar Queen, kak Garvin gak bakal kenapa- napa di dalam santai aja." Timpal Jo membuka pintunya dan memutari mobil untuk membukakan pintu untuk sang calon istri walaupun dalam keadaan emosi tertahan karena ucapan Maura.


"Sabar pala lu pitak, Lu gak ngerti gua khawatir Jono." Batin Maura memutar bola matanya malas melihat Jo yang membukakan pintu untuknya.


Dengan bersedekap dada, Maura keluar mood tak baik di tambah lagi kekhawatiran di raut wajahnya. Hatinya menggerutu meratapi keleletan Jo yang sangat membuatnya tak bisa menahan rasa sabar di hatinya.


"Jo, ayok." Sergah Maura lagi mencekal lengan Jo yang masih bercengkrama dengan satpam bar tersebut.


"Beda jauh sama yang biasanya tuan." Ungkap satpam ketika melihat Maura menghampiri Jo. Dengan pakaian formal setelah pulang kerja tanpa berganti pakaian ketika Garvin tiba- tiba saja menggiring dirinya ke arah restorant. Hingga kini pakaian yang ia kenakan sudah sangat membuatnya risih tak mampu membuat Maura mengurungkan niatnya untuk kembali dan berganti pakaian terlebih dulu.

__ADS_1


"Jaga ucapanmu pak." Ujar Jo dengan suara pelan, matanya melotot memandang wajah sang satpam yang langsung saja menunduk.


"Biasanya kek apa bapak, Sok tau aja sih. Ayo Jo, cepet deh. Gak tepat banget waktunya kalau mau ngerumpi." Sahut Maura menarik pelan lengan Jo.


Jo menggandeng tangan Maura untuk masuk ke dalam bar yang penuh dengan hingar bingar musik. Hingga masuk ke dalam bar, tak sekalipun Jo melepaskan gandengan tangannya pada Maura. Jo tak mau jika nantinya ada pria hidung belang yang berusaha menyentuh miliknya jika Maura dibiarkan sendiri. Tak rela baginya ketika ada yang melihat wanitanya apalagi menyentuhnya. Meskipun terkadang Jo merasa keberatan dengan kedekatan Garvin dan Maura. Apalagi saat ini melihat kekhawatiran di wajah Maura, Jo sangatlah keberatan dengan tingkahnya.


Ya walaupun antara Garvin dan Maura hanyalah berstatus adik dan kakak saja. Cemburu tentu saja, Mungkin jika Maura dan Garvin sekandung. Rasa cemburunya tak sebesar ini.


"Rame sekali Jo." Pungkas Maura berbisik di telinga Jo, Sontak saja Jo dibuat merinding dibuatnya. Apalagi posisi Maura sangatlah menempel pada dirinya. Jiwa cassanovanya tiba- tiba datang hanya karena sentuhan di area sensitifnya.


"Merapatlah Queen, Jangan sekalipun menjauh dariku." Ungkap Jo, melepaskan genggaman tangannya. Dan berhasil manarik pinggul Maura agar semakin menempel padanya.


Maura diam tak menanggapi apa yang dilakukan Jo padanya. Karena matanya sibuk mencari seseorang yang sudah hampir lima jam membuatnya gelisah.


Maura berfikir bahwa Jo membawanya ke tempat lain karena Garvin sama sekali tak dilihatnya. Tetapi semakin masuk ke dalam tempat yang dituju Jo malah semakin sepi. Maura yang tak pernah masuk ke dalam tempat seperti itu hanya bisa diam dan mengikuti langkah Jo yang terus saja mengapit pinggul dengan sebelah tangannya. Tangan kanannya sibuk dengan handphone pintar , Entah siapa yang di hubunginya Maura tak merasa kepo.


Cekleekkk....


Jo membuka pintu ruangan dengan sebelah tangannya. Dahi Maura berkerut, Apalagi ketika melihat pintu itu terbuka. Ruangan yang sepi dan remang, Entah minuman apa saja yang sudah tersedia di atas meja. Maura tak tau menau tentang barang yang ada di atas meja tersebut.


Jo masuk ke dalam ruangan tersebut meninggalkan Maura yang tengah celingak- celinguk di tengah pintu. Ragu tentu saja, apalagi tempat itu sangatlah sepi.

__ADS_1


"Aku sudah menghubungi seseorang Queen, Kita tunggu kak Garvin disini saja . Biarkan dia yang mendatangi kita." Ujar Jo menoleh ke belakang dan menyaksikan Maura yang nampak ragu.


"Mana ada orang mabuk bisa nyari sih Jo. Jangan ngadi- ngadi deh." Ungkap Maura menoleh ke samping kanan dan kirinya. Masih tetap sama, sepi dan sunyi apalagi lampunya remang- remang.


"Udah ayok, Kak Garvin cowok gak bakalan kenapa- kenapa." Timpal Jo lagi sembari Menarik pergelangan tangan Maura. Jo sangat kesal ketika Maura bersikeras tak mau menuruti kemauannya. Apalagi apa yang diinginkannya sudah berada di ujung ubun- ubun.


Maura tak sekalipun memberontak tetapi ketika dirinya mendudukkan dirinya disofa yang sudah tersedia. Tanpa menggubris apa yang diucapkan Jo, Dirinya malah asik memainkan ponsel pintarnya. Entah apa yang dilakukannya namun itu sanggup membuat Maura bernafas lega.


"Minumlah Queen." Ujar Jo memberikan satu sloky minuman pada Maura.


Maura menakutkan alisnya , melihat betapa lucunya gelas yang kini tengah dijulurkan Jo padanya. Kecil dan menggemaskan tapi sayangnya minuman yang di dalamnya akan lekas kandas.


Tangan Maura terulur mengambil gelas yang menurutnya mungil tersebut. Wajahnya mengembangkan senyuman khasnya ketika memandang gelas unik dan klasik tersebut.


Namun dipersekian detik wajahnya yang nampak mengembangkan senyuman seperti merasa ada yang mengganggu indera penciumannya. Ketika Maura mencoba mencium cairan berwarna kuning yang berada dalam sloky tersebut.


"Baunya kok gini Jo, Apaan ini. Pipis sapi apa singa. Gak enak banget." Papar Maura menjauhkan minuman tersebut namun masih berada dalam tangannya.


"Itu enak Queen, Coba aja diminum." Sahut Jo kembali menyodorkan minuman tersebut yang masih berada dalam genggaman tangan Maura.


Dengan ragu- ragu Maura mendekatkan gelas tersebut di bibirnya. Sedikit demi sedikit air kuning keemasan tersebut terminum oleh Maura dengan mata terpejam . Pahit bercampur rasa aneh tertelan di tenggorokan Maura.

__ADS_1


Jo yang melihatnya hanya bisa tersenyum menyaksikan sedikit demi sedikit minuman yang diberikan pada Maura tandas.


__ADS_2