Cintai Aku Adikku

Cintai Aku Adikku
Akankah terkuak?


__ADS_3

Dengan perasaan hancur dan emosi yang teramat dalam. Garvin melangkahkan kakinya keluar dari apertemen milik Maura dengan penuh emosi. Bagaimana tak emosi jika wanita yang masih bersemayam di hatinya berucap mencintai orang lain.


Bukannya Garvin tak mempercayai ucapan Maura namun Garvin sangat hafal betul bagaimana tingkah Maura jika berbohong. Bertahun- tahun mendekati Maura walau tak ada respon tetapi bisa membuat seorang Garvin paham dengah tingkah yang ditujukan. Tak perlu waktu lama untuk memahami karakter seorang wanita yang dicintainya sekalipun tak ada respon.


Biarlah Maura menyangka jika Garvin percaya dengan ucapannya dengan melihat kelakuan Garvin yang mengamuk di dalam apertemen Maura. Garvin yakin ada yang memprovokasi Maura hingga berpindah haluan. Padahal semalam dirinya nampak nurut dengan ucapan Garvin namun sekarang sudah berbeda lagi.


"Aku yakin, Mamalah yang memaksa Maura menerima perjodohan gila ini." Ujar Garvin yang sudah menjalankan mobilnya.


Garvin nampak mengetuk- ngetuk jarinya di kemudi sembari memikirkan rencana apa yang dilakukannya selanjutnya. Senyuman tiba- tiba terbit dari bibirnya kala sebuah ide muncul di otaknya.


"Baiklah , Kita mulai permainannya." Batin Garvin tersenyum licik di sudut bibirnya.


...****************...


Seorang wanita paruh baya yang nampak anggun dengan setelan glamournya tengah memasuki ballroom hotel terkemuka di ibukota. Wajahnya nampak berseri ketika lelaki yang selama ini selalu di nanti mengajaknya bertemu terlebih dulu untuk pertama kalinya.


Senyumannya sedari tadi tak sekalipun luntur dari bibirnya. Mengingat dari dulu dirinyalah yang menghubungi terlebih dulu dan mengajak bertemu. Dan kini seperti memenangkan sebuah lotre saja ketika sipria yang teramat digilainya berinisiatif menelvon bahkan meminta bertemu.


"Hay Rich.?" Ujar wanita paruh baya tersebut setelah membuka pintu hotel. Nampaklah sesosok pria berpenampilan formal tengah memunggunginya sembari memandang luar cendela.

__ADS_1


"Kamu sudah datang rupanya." Ujar sang pria sembari menoleh sekilas ke arah samping. Begituh terlihat sangat angkuh dan sombongnya jika bukan wanita itu yang menemuinya.


"Ada apa kamu memanggilku? Apa istrimu sudah tak mambuatmu bergairah lagi." Ujar si wanita dengan mendudukkan dirinya di sofa empuk nan mewah.


"Jaga ucapanmu ******, jangan pernah berucap seperti itu tentang wanitaku." Sergah pria yang dipanggil Rich tersebut.


"Baiklah, Jangan buat pertemuan kita ini terkesan mencekam Rich. Lupakan sejenak istrimu, Mari kita mencapai keindahan bersama- sama." Seru si wanita yang sudah berdiri di depan pria paruh baya namun masih nampak gagah dan kharismatik tersebut.


"Aku menyuruhmu datang kesini hanya ingin menanyakan tentang rencanamu El, Apa yang sudah kamu rencanakan dengan peri kecilku hahhh. Kenapa kamu menjodohkannya tanpa memberi tahuku dan kenapa pria yang dijodohkan dengannya harus Jo?." Timpal Rich menghempaskan tangan wanita tersebut dengan kasarnya kala jari lentik itu mulai menjalar di lengannya..


Si wanita nampak tersenyum misteri dengan pertanyaan yang baru saja terlontar dari bibir prianya. Dirinya tak langsung menjawab, malahan kedipan mata yang ditujukannya pada si pria.


"Kamu bodoh sekali Rich, Aku melakukan itu hanya demi kamu. Fikirkan saja jika peri kecilmu menikah dengan putramu , Kalian bisa berkumpul menjadi keluarga yang harmonis. Tapi ya sudahlah, jika kebaikanku tak pernah kamu lihat." Papar si wanita dengan tampang sedihnya yang tengah di buat- buat.


Si Pria hanya diam dan memikirkan ucapan wanita di sampingnya ini. Ada benarnya juga namun yang membuat mengganjal di hatinya adalah status yang entah kapan akan terkuak.


" Dari pada kamu selalu memantaunya dari jauh mending terima saja saranku. Siapa tau istri tercintamu akan cepat pulih melihat putri kandungnya akan menjadi istri anak pungutmu." Papar wanita tersebut dengan senyuman tersungging meremehkan.


Entah mengapa wanita yang dulunya berkepribadian santun dan baik. Kini malah menjadi seperti iblis yang akan melakukan segala cara agar keinginannya tercapai. Bahkan juga menghilangkan banyak nyawa jika keinginanya tertentang dan gagal.

__ADS_1


Namun sekarang wanita yang dulunya berkedok seperti malaikat kini menjadi iblis yang tak ada ampun dengan sejuta kelicikannya. Tetapi sepintar apapun bangkai yang tersembunyikan lambat laun akan dapat tercium oleh orang sekitar. Kita hanya menunggu seberapa lama si wanita menutup rapat- rapat bangkai tersebut.


"Apa yang kamu rencanakan El. Dengar, Aku takkan percaya dengan semua omonganmu lagi. Sudah cukup dulu kamu selalu mengancam bahkan melakukan hal licik denganku. Tapi sekarang itu takkan terjadi lagi." Ujar Rich memandang penuh kebencian pada sesosok wanita yang sempat mengisi harinya di masa lalu.


"Terserah padamu Rich mau percaya atau tidak tetapi ada hal yang harus kamu ingat jika apa yang aku lakukan ini adalah yang terbaik untukmu dan istri penyakitanmu." Sergah wanita tersebut dengan bersedekap dada taklupa perasaan kesal yang menggebu- gebu di dalam dadanya. Karena pria yang berada di hadapannya ini sangatlah sulit untuk digapai lagi. Hanya karna kesalahan yang dulunya tak begitu fatal fikirnya namun berbeda dengan pemikiran sang pria.


"Apa sih yang diberikan istri penyakitanmu itu hingga kamu tak sekalipun mau menoleh ke arahku lagi Rich. Toh, dulu kita juga pernah melakukan kesalahan tapi kenapa kamu sangat sulit memaafkanku." paparnya lagi sembari ikut memandang keluar cendela, dimana dirinya bisa melihat kerlap- kerlip keindahan ibukota dari hotel tertinggi di kotanya.


"Memaafkan kesalahan yang sangat fatal adalah anugrah El, dan sampai kapanpun hal itu takkan terjadi karena aku takkan mengais sampah yang sudah aku buang." ungkap santai namun pedas membuat wanita yang masih setia memandang keindahan ibukota tersebut meradang. Malahan senyuman tanpa arti di layangkan dan itu terlihat jelas dari pantulan kaca cendela di depannya.


"Kau harusnya berterima kasih padaku Rich, karena sekarang peri kecilmu sudah menjadi wanita yang tak seperti istrimu. Seorang ibu yang tak mengharapkan darah dagingnya hanya karena dia terlahir sebagai seorang wanita. Aku dan almarhum suamiku yang marawatnya hingga dia menjadi gadis yang sangat cantik dan tak berpenyakitan. Mungkin itu karma dari anak yang sudah di terlantarkannya." Ujar sang wanita mengorek masalalu yang membut Rich mengepalkan tangannya.


"Jika bukan aku dan almarhum suamiku yang berlapang dada menerima kemauanmu. Mungkin saja peri kecilmu sudah terlunta- lunta di jalanan." Ungkap wanita itu lagi sembari mengambil tasnya dan melenggang pergi dari kamar yang membuat luka hatinya menganga kembali.


Memang tak mudah melupakan cinta pertamanya hingga hampir sepuluh tahun menjalin kasih dengannya namun semua itu harus sirna hanya karna satu kesalahan. Setelah menutup pintu kamar hotel tersebut, wanita tersebut bersandar sembari di pintu sembari mengusap pipinya dengan kasar. Sedari tadi dirinya memang berusaha menahan air mata yang ingin keluar namun selalu di halaunya.


Sesosok pria tampan namun nampak lesu, terdiam ketika melihat seorang yang begitu di kenalnya nampak bersandar di depan pintu hotel. Bahkan dirinya tau jika wanita tersebut tengah menangis dalam diamya, bisa dilihat dari punggungnya yang bergetar.


"Kenapa dia ada disini,?" Batin Garvin melihat punggung yang mulai menjauh. Hingga di persekian detik dirinya di kagetkan lagi dengan kemunculan pria yang sangat familiar . Apalagi sosok itu keluar dari pintu yang tadinya di tempati wanita yang begitu dikenalnya menangis.

__ADS_1


__ADS_2