Couple In Love

Couple In Love
Episode 10


__ADS_3

                                                          



 


“Hosh…hosh…hosh…” Daylan menghentikan langkah dan keduanya mulai mengatur napas.


“Gimana mereka bisa sampai sini, Day?”


“Gue juga gak tahu. Yang penting kita harus cepet pergi dari sini! Dan lagi, kenapa coba loe pake high heel gitu sambil bawa tas?”


Akira menatap Daylan setengah kesal. “ Dasar bodoh! Aku baru pertama pakai high heel saat pergi berdua seperti ini agar terlihat sedikit… Ah, bodoh!! Apa yang sebenarnya ku pikirkan?! Dan lagi, bagaimana mungkin aku mengatakannya pada mu, bodoh?!” Akira membatin.


“Tuan Daylan!” seru suatu suara lantang yang seketika membuyarkan pikiran Daylan dan Akira. Daylan menoleh. Tangannya yang masih menggenggam erat lengan Akira segera menariknya kembali. Kali ini mereka mempercepat langkahnya.


“Sial!” cerca Daylan sembari terus berlari. “Sedikit lagi…”


“KLEK…Auu…” high heel sebelah kiri Akira patah diikuti erangan Akira karena kakinya yang tiba-tiba  terasa begitu sakit.


Daylan kembali menghentikan langkahnya. Ia kemudian berjongkok mengimbangi Akira yang tengah mengurut-urut


kakinya.


“Kau baik-baik saja?”


“Au… kakiku…”Akira menggigit bibir menahan sakit.


“Apa kau masih bisa jalan? Sedikit lagi kita sampai di tempat parkir kita. Kau masih sanggup jalan sendiri?” Akira menggeleng sambil terus mengurut-urut kaki dan menggigit bibirnya. “Tak ada cara lain. Baiklah, cepat naik!” Daylan berjongkok menghadapkan punggungnya ke Akira. Akira menggeleng. “Cepatlah naik!” ulang Daylan menyakinkan.


“Tidak perlu serepot ini! Kau bisa kabur dan lari sendiri, kan? Pergilah! Jangan melakukan apapun hanya karena kau…”


“Cukup! Ini bukan waktunya membicarakan hal seperti itu! Jika kau ingin mengatakan sesuatu, katakan nanti


setelah selamat! Dan sekarang cepat naik!” paksa Daylan sembari menoleh menatap Akira.


Akira luluh dan mencoba untuk naik. Namun, saat hendak Daylan berdiri tiba-tiba saja gerakkannya terhenti.


Akira turun perlahan. Pandangan tajam sosok tegap itu begitu menghujam dengan kemarahan yang sangat.


“Pa-pa…” ucap Daylan terbata. Tubuhnya gemetar. Rasa kaget, takut, dan bersalah mencuat bersamaan. Ia bangkit


perlahan dan berdiri kaku bersiap menerima kemungkinan terburuk.


‘PLAK’ tamparan kuat mendarat tepat di pipi kanan Daylan hingga membuatnya terjatuh.


“Day…” Akira terkejut dan hendak menolong.


“Jangan ikut campur!” sergah Daylan cepat yang sebenarnaya bertujuan untuk melindungi Akira dari kemarahan


papanya.


Akira menahan kakinya yang hampir terayun untuk mencegah Tuan Marendra. Daylan masih tertunduk dalam


jatuhnya tanpa kata. Akira turut gemetar khawatir.


“Antar Akira ke rumahnya!” perintah Tuan Marendra pada salah satu bawahannya yang mengelilingi mereka.


“ Baik, Tuan!” Ia segera mengajak Akira beranjak dan memapahnya ke mobil.


Akira hanya menurut. Hanya visualnya yang mampu ia gunakan untuk melihat apa yang terjadi pada Daylan sejenak sebelum sebuah mobil membawanya pergi sesuai perintah. Pikirannya kalut dan amat khawatir akan apa yang akan menimpa Daylan selanjutnya.


********


Lima hari telah berlalu sejak peristiwa penamparan Daylan oleh papanya. Daylan dan Akira dikurung di rumah masing-masing dan tak diizinkan keluar. Terutama Daylan, semua fasilitas mewahnya dipitus kecuali handphone dan penjagaan pun turut diperketat otomatis hingga hari pernikahan keduanya yang dijadwalkan seminggu setelah ditemukannya mereka berdua.


“Saranghe…saranghea…” panggilan masuk memutar alunan lagu kesukaan Maura di handphone Daylan.


Daylan yang tengah berbaring terlentang di atas permadaninya sembari memandang ke langit-langit kamar tercekat. Segera ia alihkan pandangannya ke layar handphone di sampingnya. Daylan tersenyum berat.


KLIK. “Halo!” sapa Daylan membuka pembicaraan.


“Halo, Sayang! Apa kabar?” sahut suara dari sebrang yang terdengar sangat riang.


“Baik…” jawab Daylan berbohong.

__ADS_1


“Hey, aku sangat merindukanmu! Apa kau merindukanku?”


“Tentu. Aku sangat merindukanmu, Sweety…”


“Hmmm…sepertinya ada yang sedang berbohong disini….”


“Apa maksudmu?”


“Kalau kau rindu padaku, kenapa kau tidak menelponku? Padahal aku menunggumu untuk setidaknya memberiku selamat atau menanyakan sesuatu tentangku…”


“Ahh, maaf… aku sangat tidak peka, ya…?”


“Hhh, sudahlah, jangan membahasnya lagi! Aku menelponmu untuk memberitahumu sesuatu yang lebih penting


dari ini…” Maura memutus kalimatnya sejenak.


“Heeh… apa itu?”


“Kabarnya adalah…”


“Adalah…” sahut Daylan menirukan Maura.


“Aku berhasil mendapat predikat comloud untuk kelulusan kuliahku…!”


“Wow… that is my Sweety! You really are…marvelous! Congratulation…!”[1]


“Hmm. Thank you, Darling….!”[2]


“Oh, ya… sebenarnya ada yang hal penting yang ingin aku tanyakan padamu…”


“Benarkah? Apa itu?”


“Sebenarnya aku mendapat tawaran untuk mengambil S2-ku di sini. Mereka memastikan beasiswa full untukku. Menurutmu, bagaimana?”


Daylan tertawa ringan. “ Lanjutkanlah! Jika kau bertanya padaku, itulah jawabanku.”


“Benarkah? Kau serius akan baik-baik saja jika aku melanjutkannya?”


“Tentu. Aku akan baik-baik saja. Lagi pula, seorang dokter harusnya memiliki pendidikan dan pengalaman yang bagus, kan?”


“Dan yang terpenting, jika kau menginginkannya, maka lakukan dan raihlah itu!”


“Hhhh… aku bahagia mendengarnya.”


“Baguslah.”


“Oh, ya… sebenarnya ada beasiswa untuk mahasiswa internasional di seluruh jurusan di sini. Dan aku…sudah mencarikan untuk jurusanmu…itu…ada sekitar 50 beasiswa untuk seluruh jurusan …dan kalau kau tidak keberatan… aku ingin kau melanjutkan S2-mu di sini ber-sama-ku… menurutmu bagaimana?”  Maura berpanjang lebar sembari beberapa kali berhenti karena takut Daylan akan menolak ajakannya.


“Hhhh… kau terlalu khawatir aku menolaknya, ya…?”


“Mmm… itu…”


“I will think about it for you…”[3]


“Sungguh?!”


“Ya. Tapi, aku tidak janji aku akan diterima di sana…”


“Hey… kau pasti bisa!”


“Kau percaya diri sekali!”


“Tenang saja! Aku akan memberi surat rekomendasi untukmu…”


“Aku tidak bilang aku pasti akan ke sana…”


“Tapi, kau bilang kau akan memikirnya…”


“Ya, berdoa saja!”


“Hey, Day… apa yang terjadi? Kau terdengar sedikit berbeda. Apa kau sakit?”


“Tidak. Aku sehat.”


“Kalau begitu, kau ada masalah?”

__ADS_1


“Mmmm, sedikit.”


“Apa masalahnya? Apa masalah yang sampai membuat pacar paling ceria di duniaku begini?”


“Ra…”


“Hmm…”


“Menurutmu… apa yang harus ku lakukan untuk menjalani sebuah pemaksaan?”


“Maksudnya?”


“Ya, maksudku ketika kita dipaksa untuk melakukan sesuatu yang tidak kita inginkan, tapi tak peduli apapun kita harus melakukannya.”


“Mmm, menurutku… coba buat saja perjanjian! Jadi, meskipun kau terpaksa, setidaknya masih ada yang bisa kau jaga, dapatkan, dan kau juga bisa mengantisipasi beberapa kerugian.”


“Jadi aku harus buat perjanjian supaya pemaksaan itu bisa berjalan di bawah keinginanku, gitu?”


“Ya, tepat sekali!”


“Thanks, Sweety…!”


“Hmm. Jangan lupa, aku menunggumu!”


“ Kau akan menghantuiku jika aku lupa!”


“Tentu saja!”


“Baiklah. Sekarang aku akan mengurus masalahku dulu.”


“Baiklah. Daylan…”


“Ya…”


“I love you…”


“Hmm. I love you too…” Klik. Sambungan diputus.


*********


Nyonya Marendra melangkah memasuki kamar Daylan dengan baki berisi makanan dan segelas minum di


tangannnya.


“ Makan dulu, Day!” anjur Nyonya Marendra lembut.


“Ma… Daylan boleh minta tolong sesuatu?”


“Apa, Sayang?”


“Ma, izinin Daylan ketemu Akira di luar, ya!”


“Aduh, Sayang, kamu nggak usah macem-macem lagi deh! Salah-salah kamu bisa dihukum lebih berat. Coba jalani aja dulu!”


 


 


[1] Wow… itu dia sayangku! Kau benar-benar… mengagumkan! Selamat ya…!”


[2] Terima kasih, Sayang….


[3] Aku akan memilirkannya untukmu…


 


________________


Terima kasih telah mampir dan membaca novel ini. Tolong like, vote, comment dan share ya. See you in next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^


Love you,

__ADS_1


Yurizhia Ninawa


__ADS_2