Couple In Love

Couple In Love
Episode 22


__ADS_3

                                                    



 


Wajah Akira memerah disertai senyum indahnya. “Bodoh! Apa yang ku lakukan? Apa yang kau pikir sedang kau katakan? Aku sudah menerima mu dari tadi jika aku bisa…” batin Akira.


“Kak… ah, itu tidak pantas…” ujar Akira saat akan memanggil Daniel.


“Kenapa? Apanya yang tidak pantas?”


“Aku rasa itu aneh dan tak pantas untukmu jika aku memanggilmu Kak Daniel…”


“Benarkah? Lalu jika itu tak pantas, kau akan memanggilku apa?”


“Mmm…” Akira berpikir. “Bagaimana jika aku memanggilmu Daniel Oppa?” ucapnya menyampaikan ide kemudian.


“Kedengarannya bagus. Tapi, panggilan itu sedikit khusus untukku, dan orang bilang hanya orang yang telah cocok dan merasa nyaman yang melakukannya, apa ini juga sebuah jawaban…?”


Akira tertawa. “Hey, apa kau sangat ingin mendengar jawabanku? Dengar, aku tak bisa menjawabnya sekarang, dan aku juga tak tahu apa aku bisa memberi  jawaban esok, lusa, seminggu, sebulan, atau setahun kemudian untukmu… tapi, yang jelas aku tak akan membiarkanmu menunggu hingga dua tahun. Namun, meski aku tak bisa memberimu jawaban secepat yang kau inginkan, aku akan memberimu hak istimewa dan memperlakukanmu dengan istimewa untuk keberanianmu menyatakan perasaanmu… itu… jika kau tidak keberatan…lagi pula, apa kau mau menunggu selama itu lagi untuk mendapatkan perlakuan istimewaku?”


“Kau benar-benar lebih dari apa yang ku bayangkan! Baiklah, lakukan sesukamu, aku akan menunggu…”


Akira tersenyum lalu mengalihkan pandangannya. “Biarkan aku menikmati suasana di sini untuk mengingatmu nanti…”


“Tentu…”


Suasana menyenangkan itu terus terasa saat akira membiarkan matanya memandang berkeliling. Namun, sedetik kemudian, semuanya berubah. Visualnya terhenti pada sesosok manusia yang tengah duduk dan makan sembari bercengkrama hangat dengan selingan tawa sesekali yang mengharmoniskan suasana. Tawa yang mungkin pertama kali dilihatnya sebagai tawa bahagia-nya. Aura dari wajah tampannya kian keluar menembus dinding pembatas yang selama ini ia bangun. Tapi, entah mengapa, tiba-tiba saja hatinya terasa begitu sakit. Mata dan wajahnya memerah panas.


“Makanan sudah datang. Makanlah!” ucap Daniel sembari tersenyum. Namun, Akira tak merespon. Segalanya masih terpusat pada sosok itu. Daniel menatap Akira lurus-lurus. Ia menyadari pandangan Akira lalu mengikuti arah pandangannya. Mata Daniel membulat tersentak kaget mendapati sosok itu di sana. Namun, ia dapat menghandlenya dengan sangat baik dan mengendalikan keadaannya seperti semula hingga tak tampak sama sekali.


Daniel berpindah posisi ke samping menutup tubuh sosok itu dari visual Akira. Akira tercekat. Kesadarannya telah kembali. Ia meraih tas tangannya cepat. “Kita makan di tempat lain saja!” pintanya sembari hendak beranjak. Namun, Daniel selangkah lebih cepat menyahut lengan Akira dan menahannya.


“Kau mengenalnya?” Tanya Daniel tiba-tiba. Wajah Akira berubah gugup.


“Tidak. Aku hanya tidak ingin makan di sini.” Bantah Akira berbohong.


Daniel tersenyum seolah menyadari kebohongan gadis di hadapannya. “Kau bilang kau akan menyukai apa yang aku sukai, bukan?” Akira mengangguk lemah merasa bersalah.


“Itu bukan cara yang benar untuk menghadapinya dengan melarikan diri. Ada cara yang lebih baik. Duduklah dan dengarkan aku! Aku akan mengajarimu caranya.”

__ADS_1


“Tapi…”


“Percayalah, serahkan padaku!”


Akira kembali duduk. Ya, Tuhan, apa yang sedang dilakukannya??


“Cobalah makan ini! Rasanya sangat enak!”


“Benarkah?”


Daniel mengangguk lalu mengambil dan menyodorkannya pada Akira dengan sumpit. Akira menatap Daniel dalam. “Apa ini?” tanyanya kemudian.


“Bukalah mulutmu!”


“Hah?”


“Aku tak akan menyakitimu, ini tak berbahaya, ayolah!”


Akira mulai membuka mulutnya didikuti gerakkan tangan Daniel menyuapkan makanan itu padanya. Pelan namun pasti Akira mengunyahnya.


“Bagaimana, kau suka?”


“Kalau begitu cobalah yang ini!” Daniel kembali menyodorkan makanan yang berbeda ke mulut Akira.


Akira kembali mulutnya lalu memakannya pelan. Dan Daniel kembali mengulangi hal yang sama untuk ketiga kalinya. “Apa kau berencana menyuapkan semua makanan padaku? Aku bisa makan sendiri, aku bukan anak-anak lagi!” Akira tertawa ringan.


“Kalau begitu teruslah tersenyum dan tertawa seperti itu, dan makanlah ini sebelum kau makan sendiri!”


“Terima kasih…”


“Hmm.”


Entahlah apa ini. Rasa-rasanya emosinya kembali stabil dan luapannya hilang entah kemana. Ia bahkan lupa pada sosok yang tadi begitu menyita perhatiannya. Bahkan, ia mulai bercengkrama bersama Daniel dan sesekali tertawa.


 


 


*******


Daylan benar-benar menikmati acaranya. Ya, makan malam bersama Maura adalah acara pentingnya malam ini. Dinner istimewa yang di restoran internasional menu yang sudah lama diinginkan Maura menjadi agenda penting untuk diwujudkan baginya. Dan inilah yang terjadi.

__ADS_1


Maura mengangkat sebelah tangannya memanggil waiter. Seorang waiter segera datang tergesa menghampirinya. Seperti yang Maura rencanakan, ia memesan menu favorit Daylan untuk dinner kali ini. sang waiter segera beranjak meninggalkan meja mereka usai Maura menyebutkan pesanannya.


Daylan tertegun lalu mengukir seulas senyum di bibirnya setelah Maura selesai mengucapkan menu pesanannnya. “Kau sudah merencanakannya sejak lama, ya?” Tanya Daylan sambil bertopang dagu.


Maura tersenyum ceria, “Ya. Sudah sejak lama aku menginginkannya. Rasanya seperti bermimpi bisa makan malam dengan menu favoritmu di Korea empat tahun yang lalu. Tapi, nyatanya malam ini semuanya menjadi kenyataan. Dan asal kau tahu, restoran ini adalah hasil dari penjelajahan restoran terbaikku untuk menu favoritmu selama aku di Korea. Karenanya aku jamin, rasanya sangat enak. Kau bisa coba sendiri nanti.”


“Kau pikir aku tak mau makan makanan selain menu favoritku?” Maura mengernyitkan keningnya. Wajahnya mengguratkan kekecewaan. “Karena kau ada di sampingku, aku bisa makan semuanya tanpa perlu mengkhawatirkan keadaanmu. Aku bisa melihatmu membuatku bisa merasakan nikmatnya setiap makanan yang masuk ke dalam mulutku, itu sudah cukup untuk membuatku bahagia. Dan untuk tetap mengingat menu favoritku, terima kasih.”


Maura tersenyum manis. “Kau selalu membuatku terbang setelah menjatuhkanku. Masih tidak berubah!”


Makanan pesanan mereka datang. Daylan dan Maura mulai menikmati makan malam mereka sembari mengobrol ringan namun sangat harmonis dengan selingan tawa dan senyum mereka.


“Kau tahu, aku sudah belajar masak makanan favoritmu selama aku di sini, tapi rasanya masih tak seenak ini.”


Daylan tertawa garing. “Yang benar saja, untuk apa belajar masak sesulit itu? Aku sudah bilang, selama kau ada di sini, aku bisa makan apapun.”


“Mungkin ini terdengar lucu, tapi hal pertama yang ingin kulakukan setelah menikah dengan mu nanti  adalah memasak menu favoritmu sendiri untukmu. Tidak berlebihan, bukan?”


Daylan mengulum senyum. Meski ia sangat menginginkannya, kenyataan telah membenturnya amat keras. Bagaimana jika Maura mengetahui semuanya? Masihkah ia menginginkan apa yang baru saja ia katakan?


Akira… gadis itu, bagaimana dengannnya? Dimana dia sekarang? Pikir Daylan tiba-tiba. Ia melepas pandangannya berkeliling ke seluruh penjuru restoran. Pandangannya tertahan pada sosok yang duduk beberapa meja di depannya dekat jendela yang sedikit tertutup tirai hias namun masih dapat dikenali dengan jelas siapa wanita yang tengah duduk di sana. Dia… shit, sial! Pekik hatinya tak percaya. Apa lagi ini?! batinnya.


Jemari Daylan refleks menggenggam sendoknya lebih erat untuk mengembalikan emosinya ke level stabil. Pandangannya seolah kosong menerawang, namun jelas tertuju pada satu titik. Pikirannya tertuju penuh pada sosok yang dipandangnya hingga entah berapa pertanyaan Maura telah diabaikannya tanpa jawaban.


 


_____________


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : Nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^


***Love you,



Yurizhia Ninawa

__ADS_1


__ADS_2