Couple In Love

Couple In Love
Episode 34


__ADS_3

                                                        



 


Tawa Daylan terhenti. –Membantumu membuat makanan untuknya? Yang benar saja?! Aku tidak mengajarimu masak untuk orang seperti dia! Laki-laki penuh modus…- “Sayang sekali, memasak bukan ketrampilan yang dapat kau kuasai dengan baik dalam sehari…” jawab Daylan mengecewakan.


“Karena itu bantulah aku! Aku akan sangat bertrimakasih jika kau melakukannya…!” Akira memasang wajah memohon manisnya.


“Ti..” kata penolakan yang hampir terucap oleh Daylan itu terurung saat matanya melihat wajah Akira. Tangan kanannya bergerak refleks menyentuh pipi Akira. Akira tercekat kaget. Matanya melebar. Daylan tersenyum. “Jangan tunjukkan wajah pada laki-laki lain, mengerti?” lanjut Daylan halus.


“Hmm…”Akira mengangguk refleks.


“Kemarilah! Aku akan mengajarimu.”


Akira melangkah masuk ke ruang masak mereka dengan jantung yang masih berdetak sangat kencang. Apa yang terjadi? Apa ini? Batinnya.


“Baiklah, untuk permulaan kita akan membuat makanan yang simpel. Siapkan bahan dan bumbu yang kita perlukan seperti ini…” Daylan mulai mengajari Akira.


Daylan memberitahu Akira tentang hal-hal penting dalam memasak, memberikan contoh melakukan hal yang diperlukan lalu meminta Akira untuk meneruskannya. Sesekali keduanya bercanda, mengobrol, dan tertawa bersama, mereka terlihat sangat menikmati momen-momen itu.


“Hey Akira…”


“Kenapa?”


“Ada sesuatu yang ingin ku tanyakan. Jika kau tidak keberatan aku harap kau menjawabnya dengan jujur. Tapi, jika kau tak mau menjawab, aku tak akan memaksa…”


“Hmm. Silakan!”


“Tentang kekasihmu itu… apa kau yakin dia orang yang benar-benar baik?”


“Ya, tentu saja! Dia sangat baik. Kau dengar, kan tadi dia sekhawatir itu padaku?”


“Khawatir? Yang benar saja! Dia minta bertemu di apartemenmu, kau bilang itu khawatir?”


“Heeeh… kau menguping, ya?”


“Hey, apa kau tak sadar kau menjerit karena kaget dan membuat bahkan orang-orang yang lewat juga mendengarnya?”


“Oh, kau benar… tapi dia bilang dia hanya ingin memastikan aku baik-baik saja karena dia tiba-tiba merindukanku.”


“Dan kau percaya?”


“Ya…”


“Akira! Jangan terlalu polos seperti itu!”


“Apa maksudmu polos? Dia bukan tipe laki-laki yang akan melakukan hal-hal berbahaya seperti itu.”


“Tetap saja dia laki-laki…”


“Apa maksudmu tetap saja dia laki-laki?”


“Hey, Akira… aku ini laki-laki, dan aku tahu persis seperti apa laki-laki itu… Aku tidak tahu apa aku harus mengatakannya, tapi, aku rasa dia bukan laki-laki sebaik yang kau pikirkan… dia hanya melakukan modus-modus seperti tadi dan…”


“Daylan… jangan meneruskannya! Aku percaya padanya! Kami memang belum lama bersama, tapi dia sebenarnya sudah mengenal dan tertarik padaku sejak dua tahun lalu. Dan dia tidak melakukan apapun padaku selama itu… entahlah aku tak tahu juga bagaimana mengatakannya, tapi dia orang yang baik…”


“Hhh… baiklah. Jika itu memang keputusanmu. Tapi, jika sampai dia hendak melakukan sesuatu buruk padamu, beritahu aku!”

__ADS_1


“Hah? Kau tidak salah mengatakannya?”


“Apa maksudnya?”


“Aku sudah sangat bersyukur jika kau tidak melakukan hal buruk padaku lagi…”


“Akira… berhenti memojokkanku! Aku ini masih bertanggung jawab atas keselamatanmu di depan Papa dan Dad. Mereka akan membunuhku jika sesuatu buruk terjadi padamu…”


Akira tertawa. “Ya, aku tahu. Kalau begitu jaga aku!” Daylan tercekat beriring senyum yang mengembang di wajah Akira  “Oh… sepertinya sudah matang!”


“Nah, masakan pertamamu sudah jadi!” Daylan menyudahi ajarannya setelah menghias masakannya dengan hiasan sederhana.


“Wah, senangnya! Walaupun bukan aku yang seratus persen memasaknya sendiri…”


Daylan tersenyum. “Bagaimana rasanya?”


“Kenapa kau tak coba saja sendiri?”


“Kau bilang, kau ingin memberikannya pada kekasihmu. Tentu saja dia harus jadi yang pertama mencicipinya…”


“Siapa yang bilang begitu? Tidak ada peraturan seperti itu. Dan lagi pula aku sudah menawarimu sejak tadi untuk jadi orang pertama yang mencicipinya selain aku! Kenapa sok cool dan tidak mau begitu? Ini kan juga sebagian hasil masakanmu!”


“Heeeh… kau insist, ya? Mmm… mungkin aku mau mencicipinya jika kau yang menyuapkannya ke mulutku…” Daylan meledek hanya dengan maksud bercanda. Akira mendesah lalu mengambil sendok dan menyuapkan sesendok masakannya ke arah mulut Daylan. Daylan terperanjat. “Hey, aku ha…”


Akira tersenyum memutus ucapan Daylan. “ Terima kasih untuk mengajariku masak hari ini! Aku benar-benar senang bisa belajar denganmu!”


“Hey Akira, kau tidak perlu…”


“Jangan membuatku malu dengan menolaknya setelah aku menyodorkannya seperti ini…”


“Hhhh…” Daylan tersenyum. “Kau benar-benar tak apa jika aku menjadi yang pertama memakannya setelah kau sendiri?”


“Tentu saja. Lagi pula kau yang mengajarkan ini padaku…”


“Bagaimana?”


“Hmm, enak!”


“Kalau begitu aku akan mengemasnya dan bersiap berangkat untuk menemuinya. Oh, ya… jangan


lupa makan! Maaf tak bisa menemanimu makan malam ini! Padahal kau selalu menemaniku makan saat aku sakit… maaf ya…”


“Kau benar-benar terlalu memikirkan kebaikkan orang, ya…”


Akira tersenyum lalu berlari ke kamarnya untuk bersiap. Daylan memandangnya lalu duduk di atas kursi. “Hhh… ini bukan yang pertama ia menyuapkan makan seperti ini… tapi, kenapa aku merasa seperti ini?” Daylan membatin.


 


******


Daniel tak sabar menunggu Akira sembari berdiri menengok ke berbagai arah mencari kehadiran sosok itu.


“Hey…” Akira menyentuh punggung Daniel dengan mengetukkan telunjuknya. Daniel terperanjat…


“Oh, kau mengagetkanku!”


“Benarkah? Maaf untuk itu! Aku tak sengaja melihatmu celingukan tadi, jadi aku putuskan untuk memberimu sedikit kejutan dari belakang…”


Daniel tersenyum. “Apa itu?” tanyanya saat melihat container kecil yang dijinjing Akira.

__ADS_1


“Aku bawa sesuatu untuk dimakan.”


“Oh ya? Kau yang memasaknya?”


“Hmm. Walaupun aku tidak yakin soal rasanya karena ini pertama kalinya aku masak…”


“Benarkah?”


“Hmm. Saat masih sekolah bahkan kuliah di luar negri dengan beasiswa, aku tak pernah masak. Dad selalu mempekerjakan orang untuk itu karena ingin aku fokus pada studiku.”


Daniel tersenyum senang. “Aaahh, senangnya menjadi orang yang pertama makan masakan pertamamu…!”


“Hah?”


“Kau pasti tak mengerti senangnya aku karena ini, kan?”


Akira tertawa garing. “Bagaimana kau bisa sesenang itu saat kau bahkan belum mencicipi dan tahu rasanya? Kau bisa menyesal setelah makan dan mengatakan…”


“Tak akan… aku bukan orang seperti itu!”


“Lalu kau orang yang seperti apa?”


“Kau mau tahu?”


“Kau yang baru saja memancingku menannyakannya. Dan sekarang kau tak mau memberitahunya?”


“Kalau begitu, kenapa tidak kita coba saja di sini?”


“Hah, apa maksudmu?”


“Ayo kita makan masakanmu di sini sekarang juga!”


“Heh, tapi ini taman… dan banyak… orang…”


“Kau pikir direstoran tak ada banyak orang?”


“Tapi, makanan ini…”


Daniel menyahut container di tangan Akira lalu membawanya duduk bersamanya. “Oppa..!” Akira menyusul di belakang.


“Tada…!” Daniel membuka masakan Akira yang ia letakkan dalam beberapa box. Akira harap- harap cemas . “Wow… sepertinya enak!” Daniel segera menyuapkan sesuap makanan ke mulutnya. Daniel mengunyahnya pelan. Akira masih menunggu reaksi Daniel dengan wajah harap-harap cemasnya. Daniel berhenti bersuara sejenak berusaha merasakan makanan dalam mulutnya. Ia kemudian memandang Akira. Wajah Akira berubah pasi sembari membatin bahwa masakannya pasti tidak enak dan Daniel tidak menyukainya. “Akira…”


 


 


 


_______________


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, &


favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2