Couple In Love

Couple In Love
Episode 41


__ADS_3

                                                      



 


“Kau mulai lagi… Kau pikir siapa wanita yang mau terus tinggal bersama laki-laki sepertimu? Sepertinya cinta yang dulu kau banggakan itu mulai memudar. Apa dia membuatmu bosan? Apa kau lelah bertahan seperti itu?”


“Kau pikir aku serius?! Mana ada seorang pria yang menukar gadis sepertinya denganmu, kecuali pria bodoh. Kau bahkan tak sebanding dengannya…”


“Ohhh… maaf ya untuk tak sebanding dengannya! Tapi, aku tak butuh menjadi sepertinya untuk bersama kekasihku. Dan itulah beruntungnya aku….”


Kaki Daylan terhenti sejenak sebelum akhirnya kembali melangkah. –Selalu ada serpihan kebenaran dalam sebuah kata yang seseorang bilang hanya canda dan tak serius, Bodoh! Kau pasti tak tahu itu…-


“Day… menurutmu, sampai kapan kita akan bertahan?” tanya Akira tiba-tiba di tengah perjalanan.


Hati Daylan tersentak. Namun, ia berusaha tak menampakkannya dalam wajah, sikap, dan katanya. “Kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?”


“Aku… mulai lelah.”


Daylan tersenyum. “Kenapa? Kau bosan denganku? Atau… kau mulai menyukaiku?” Daylan kian meledek dengan tawa menahan matanya dari berkaca-kaca.


“Aku serius.” Langkah Daylan terhenti. Ia menoleh menatap Akira. “Aku tak ingin ada lebih banyak orang terluka lebih dalam.”


“Kau selalu mengatakannya… katakan padaku, berapa yang kau sebut banyak itu?”


“Setidaknya ada enam orang…”


“Kau bilang enam? Siapa empat orang yang lain?”


“Mom, Dad, Papa, dan Mama.”


“Kenapa mereka bisa kecewa dan terluka? Bagaimana mereka bisa saat kita bahkan sudah berusaha melakukan semuanya hanya untuk menuruti permintaan mereka?! Mereka sangat tidak pantas marah jika terjadi… terjadi sesuatu di tengah jalan…”


“Baiklah, setidaknya ada dua orang yang pasti akan terluka.”


“Tenanglah! Mereka tak akan tahu tentang rahasia ini.”


“Entah bagaimana denganmu, tapi, aku tak bisa melukainya… dia terlalu baik untuk kulukai…”


“Aku tahu. Karena itu, hanya jalani semua ini seperti biasa. Kita sudah melangkah terlalu jauh untuk berhenti.” Daylan kembali berjalan meneruskan langkahnya meninggalkan Akira. Akira menyusul cepat.


“Apa maksudmu kita tak akan berhenti?”


“Aku tidak bilang begitu…”


“Bagaimana jika dia memintaku untuk menikah dengannya? Apa kau tak akan melepasku?”

__ADS_1


Memori Daylan berputar. “Daylan, bagaimana menurutmu jika kita menikah dua bulan ke depan saat kita liburan semester?”


“Hah? Kenapa buru-buru sekali? Aku masih ingin kita seperti ini lebih lama.”


“Buru-buru? Aku rasa ini sudah cukup lama, kita sudah saling kenal sejak SMP, apa ini juga masuk buru-buru?”


“Ah, bukan begitu… setidaknya kita selesikan studi kita dulu…”


“Mmmm, kau benar juga. Satu tahun setengah lagi, kan?”


Kesadaran Daylan kembali. “Hhhh, apa kau pikir dia seserius dan segegabah itu?”


“Daylan, dia bukan orang sepertimu yang suka main-main. Dia sungguh-sungguh, aku bisa melihatnya dari cara bicara dan sikapnya. Dia pernah menyingung masalah itu, tapi aku langsung mengalihkan pembicaraan. Dan dia akan lulus sebentar lagi, apa yang harus ku lakukan?”


Mata Daylan mulai berkaca-kaca. “Jika itu memang yang kau inginkan, aku akan melepasmu saat itu juga. Kita bisa berpisah seperti yang kau inginkan, kau tak perlu khawatir, aku yang akan bicara pada orang tua kita.” Mata Daylan kian memerah berkaca-kaca. Ia tak lagi bisa menyembunyikannya.


“Daylan…”


“Halo..!” sapa Daylan dan Akira bersamaan saat mengangkat panggilan masuk.


“Ya… aku masih di jalan, sudah dekat sih… Kau dimana?... Baiklah, tunggu aku! Aku akan datang…” keduanya kembali menutup telpon bersamaan.


“Maaf…” Akira mengawali.


“Aku tahu. Pergilah!”Akira membalik badan berjalan meninggalkan Daylan di belakang dengan tanyanya tentang mata Daylan yang sempat berkaca-kaca. Daylan turut memutar badan membelakangi Akira saat ia telah berlalu beberapa langkah di depannya.


“Daylan…!” Akira berteriak memanggil Daylan. Daylan menoleh.


“Hmm.” Daylan hanya tersenyum tanpa kalimat tambahan selain penerimaan palsunya.


Keduanya lalu meneruskan langkahnya masing-masing menjemput janji-janji yang mereka buat dengan pasangan mereka masing-masing.


 


******


Akira berjalan cepat memasuki taman. Visualnya menyebar mencari sosok yang menunggunya. Dari kejauhan seorang pemuda tengah duduk di sebuah kursi panjang untuk dua orang yang terletak di bawah pohon dengan earphone melingkar di kepalanya tersenyum memandang Akira. Namun, karena kondisinya yang sedang labil


Akira tak menadarinya dan terus berlari mencarinya. Pemuda itu membiarkannya tanpa kata. Ia terlihat begitu menikmati alunan musik yang mengalir di telinganya. Matanya memejam beberapa saat. Wajahnya terlihat sangat tenang dan damai dengan seulas senyum ringan yang melekat di wajahnya.


Akira berhenti sejenak lalu memejamkan matanya, berusaha merasakan sesuatu. Tubuhnya berputar pelan lalu berhenti lagi. Katup matanya mulai terangkat. Akira tersenyum, “I got you Oppa!”[1] batinnya yang kemudian bergegas mengambil langkah cepat menghampirinya.


“Hhhh…. hhh… hhhh…” napas Akira terengah-engah saat sampai di hadapan sosok yang dicarinya. Sosok itu membuka mata lalu tersenyum dengan senyuman termanisnya pada Akira. Sosok itu mendorong tubuhnya maju ke dapan sebentar.


“Kau baik-baik saja?” tanyanya khawatir sembari mengulurkan saputangannya ke arah Akira. Akira meraihnya.


“Hhh… hhh… hhh… aku… aku…”

__ADS_1


“Jangan lanjutkan! Minumlah dulu!” sosok itu tiba-tiba telah mengulurkan sebotol air minum pada Akira. Akira masih terdiam menatap sosok itu dalam. “Aku sudah membukanya, kau tinggal meminumnya!” lanjut sosok itu lagi. Akira kembali meraihnya pelan lalu mendekatkannya ke bibir hendak meminumnya. “Duduklah dulu! Kau tahu itu tak baik untuk tubuh jika kita minum sambil berdiri, kan?” Akira duduk dengan pandangannya yang tak lepas dari Daniel. Daniel menyentil kening Akira dengan ibu jari dan jari telunjuknya.


“Ouch!” Akira mengaduh tersadar.


 “Aku mennyuruhmu untuk minum, bukan memandangku seperti itu!” Akira terperanjat malu lalu meneguk minumnya.


“Sssudah menunggu lama?”


Daniel menggeleng pelan. “Baru sekitar tiga puluh menit yang lalu.”


“Apa?! Tiga puluh menit?!” Akira memekik heran.


Daniel bertopang dagu menatap Akira dalam. “Itu waktu yang singkat untuk menunggu seseorang sepertimu…”


“Oppa…”


“Kau tahu, bahkan hingga berjam-jam pun aku akan menunggumu.”


“Bagaimana jika aku tidak datang?”


“Aku akan terus menunggu. Karena aku tahu, jika aku terus menunggu kau akan datang. Karena aku mencintaimu, karena kau sangat penting bagiku dan karena aku percaya padamu.” Daniel kembali mengakhiri ucapannya dengan senyum tulusnya. Jantung Akira seolah berhenti berdetak. Hatinya sungguh terbawa ketulusan ucapan Daniel. Wajahnya memerah terengah, terharu, bahagia, namun juga sedih dibuatnya. Bagaimana jika Daniel tahu…


“Oppa… jika kau terus menunggu saat aku tak datang, kau mungkin tak akan pernah tahu kenapa aku tak datang dan tak tahu apa yang telah terjadi padaku saat hendak menuju…”


Daniel mendorong badannya mendekat ke Akira lalu menatap matanya dalam. “Kalau begitu aku akan menjemputmu saat kau tak juga datang setelah satu jam. Apa itu bisa menjadi koreksiku?” ucapnya halus kemudian. Mata Akira berkaca-kaca. Daniel melepas earphone di kepalanya lalu memakaikannya di kepala Akira.


“Bersantailah! Rilekskan pikiranmu dan istirahatkan di sini!” pinta Daniel yang sejurus kemudian menarik Akira untuk bersandar di tangan kanan yang ia bentangkan di sandaran kursi. Akira memandang ke depan lalu memejam sejenak dan segera menoleh kembali ke arah Daniel.


“Kenapa kau menoleh lagi?”


“Karena aku masih ingin melihat wajahmu…”


Daniel terdiam sejenak. “Kalau begitu, pandangi saja sampai kau puas!”


 


_________________


[1] Aku menemukanmu, Oppa!


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author-  Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu,  teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2