Couple In Love

Couple In Love
Episode 46


__ADS_3

                                            



 


Keduanya segera masuk ke dalam mobil. Dan mobil segera dilajukan. “Kita akan ke mana?”


“Vila.”


“Hah?!”


“Kenapa kau kaget begitu?”


Wajah Akira berubah khawatir. -Tidak, jangan katakan padaku dia berniat melakukannya… Oppa…-


“Jangan berpikir macam-macam! Aku tak bisa menjamin aku hanya akan diam jika kau berpikir yang bukan-bukan.”


“Ah, apa yang kau katakan?! Aku tahu kau bukan lelaki yang seperti itu…” tawa hambar dan ekspresi wajah Akira terlalu nampak dibuat-buat membuat Daniel tersenyum geli dan berniat sedikit menggoda Akira untuk melihat lagi wajah yang menurutnya menggemaskan.


“Benarkah? Tapi, aku tetap laki-laki, lho…”


Akira tersenyum menyeringai. “Tentu saja aku tahu…” Daniel menyentil hidung Akira gemas lalu menarik kepala Akira untuk bersandar di bahunya dan memintanya untuk beristirahat sembari mengelus rambut panjang Akira sayang.


“Sssiiiittt…” mobil yang membawa mereka berdua telah sampai di tempat tujuannya. Sopir mobil yang mengantar mereka segera turun dan membukakan pintu mobil untuk mereka.


“Terima kasih.” Ucap Daniel dan Akira yang hanya berbalas tundukan dan senyum yang mengembang. Keduanya langsung masuk ke dalam vila megah yang ada di depan mereka.


Crek. Pintu vila terbuka. Mata Akira terbelalak mlihat objek yang ada tepat di depan matanya. Langkah kakinya terhenti. “Tidak mungkin! Ini pasti tidak benar, kan?!” batinnya berharap.


“Kenapa? Kau baik-baik saja?”  tanya Daniel yang menyadari berhentinya langkah Akira. Tanya yang juga menyadarkan sepasang kekasih lain akan kedatangan mereka berdua. Daylan menoleh ke arah suara dengan Maura yang masih menyandar di bahunya sembari memegang tangannya. Matanya turut melebar kaget.


“Oh, aku tak papa… maaf aku hanya agak kaget melihat ruangan vila ini…” Akira mengarang alasan.


“Mau ku gendong?”


“Hah? Tidak us…”


“Kak Erlangga…!” panggil Maura sembari melambaikan tangan kirinya. Mata Daylan masih tak lepas dari kedua sosok yang masih berdiri di depan pintu. –Apa ini?!- batinnya tak terjawab. “Day, ayo ke sana!” Maura menarik Daylan mendekat ke tempat Akira dan Erlangga. Daylan yang seolah sudah tak memiliki kekuatan lagi hanya menurut ikut.


Maura kaget melihat wanita yang bergandeng tangan dengan Erlangga saat ia telah tiba di dekat mereka. “Hah, Akira?! Ternyata pacar cantik Kak Erlangga yang waktu itu ku lihat duduk bersamanya di taman adalah kau! Ah, kebetulan sekali!” Akira hanya tersenyum tanpa kata menanggapi ucapan Maura.


Daylan melirik menatap Erlangga lalu mengangkat wajah dan pandangannya. “Lama tak bertemu…” ucapnya kemudian.

__ADS_1


Erlangga tersenyum tak menyangka. “Hmm. Lama tak jumpa! Dan haruskah aku mengatakan  senangnya aku bisa bertemu dan disapa seperti ini olehmu…?”


“Aku rasa kau tak perlu melakukan dan mengatakan apa yang tak pernah ada pada dirimu…”


“Hey, Akira! Karena kita sudah di sini, bagaimana jika kita gunakan kesempatan ini untuk double date? Pasti akan seru!” sela Maura dengan wajah bahagianya di hadapan Akira. Daylan dan Akira tertegun sejenak. Daylan sedikit melirikkan visualnya ke arah Akira. Ia tampak gugup berpikir. “Ayolah…!” bujuk Maura lagi.


Akira tersenyum tipis lalu mengangguk pelan. “Hmmm… mungkin ini akan menyenangkan…” ucapnya akhirnya menutupi berat hatinya.


Daniel tersenyum mengelus Akira pelan. Daylan sedikit menekan gigi-giginya menahan rasa tak rela dan kesal akan sentuhan Daniel pada Akira. “Oh ya, aku hampir lupa! Maura dan Akira sudah saling kenal, jadi aku akan mengenalkan kalian berdua.” Daniel menunjuk Daylan dan Akira. “Hey, Akira… ini Daylan Allan Marendra. Dia adalah adik sepupuku. Dan Daylan, ini Akira. My girl and the only one!”[1]lanjut Daniel dengan menekan kalimat akhirnya sebagai sindiran untuk Daylan.


“Hhhh… hati-hati mengatakan sesuatu yang tak bisa kau jamin kebenarannya. Itu akan menyakitkan pada akhirnya…” tanggap Daylan sembari menoleh ke arah lain.


“Heeeh… Maura, lihatlah! Itu seperti pacarmu sedang mengatakan bahwa dia memiliki gadis lain di hatinya…” Daniel menutup ucapan seriusnya dengan tawa meledek.


“Kak Erlangga! Kau tak boleh meledek Daylanku seperti itu! Itu tidak akan pernah terjadi. Aku percaya seratus persen padanya! Ya kan, Day?” bela Maura kukuh. Hati Daylan tercekat kaget. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Akira hanya mengangkat wajahnya lalu sejenak memejam. Kenyataan yang terjadi akan sangat


menyakitkan…


“Ayo kita pergi ke kamar dan istirahat! Ini sudah tengah malam…” ucap Daniel mencairkan suasana.


“Oh ya, kalian belum sewa kamar, kan? Bagaimana jika kita tidur bersama saja?”


“Apa maksudmu?” sahut Daylan menampakkan ketidak setujuan.


“Aku sih tidak keberatan. Tanya saja Daylan!”


“Day…”


“Ya, terselahlah!”


Maura tersenyum. Ia tahu benar lagak Daylan yang sebeanrnya sangat tak mau namun tak bisa menolak. “Baiklah, kita pesan kamar secara terpisah saja. Aku yang akan urus.”  Maura memberi keputusan kemudian sembari melangkah menuju ke arah seorang penjaga villa yang ia minta untuk menjadi resepsionis dadakan sebelum ia datang.


“Kau tak perlu melakukannya, Maura…” ucap Akira yang kini telah berada di samping Maura.


“Tak apa, sudah beres, kok.”


“Terima kasih untuk keramahanmu…”


“Tentu, kita kan akan segera menjadi saudara. Jadi, kita harus akur dan saling baik, ya kan?”


“Hmm.” Daniel mengiyakan dengan senyum di bibirnya sementara Daylan dan Akira terbawa pikiran dan perasaan bersalahnya masing-masing. “Oh ya, aku akan langsung mengantar Akira ke kamarnya. Sampai jumpa besok pagi!”


“Hehh… Kakak benar-benar perhatian dan romantis, ya…”

__ADS_1


“Ah, Oppa… aku bisa ke sana sendiri.”


“Tidak bisa. Aku akan mengantarmu. Tempat ini masih asing bagi kita, jadi aku harus memastikan tempat ini aman untukmu dengan atau tanpa persetujuanmu.”


Akira tersenyum. “Baiklah. Lakukan sesuai yang kau inginkan!”


“Kami pamit!” Daniel menutup percakapan sembari beranjak bersama Akira ke arah kamarnya.


Daylan memandangi Daniel dan Akira yang baru saja berlalu dari kedua visualnya. Hatinya tiba-tiba saja bertambah sesak. Ah, apa yang sebenarnya terjadi padaku? Batinnya.


Maura tersenyum memandang Daylan. “Kau bersikap seolah kau membencinya, tapi kau sebenarnya sangat menyayanginya, kan?”


“Apa yang kau katakan? Aku tak peduli pada si Bodoh dan menyebalkan itu.” Jawab Daylan dingin sembari berlalu.


“Hey, kau mau kemana? Ini sudah tengah malam. Antar aku ke kamarku juga!”


Daylan menoleh tak percaya dengan wajah setengah kesalnya karena Maura memintanya bersikap seperti Daniel. “Mintalah Erlangga untuk melakukannya!” Daylan kembali berbalik dan melangkah ke depan.


“Heehh… kau benar-benar marah? Ayolah!” bujuk Maura yang berusaha menyamai langkah Daylan.


Daylan kembali berbalik ke belakang menghadap Maura. “Aku pikir kau bisa melihatku sebagai diriku. Selama ini selalu begitu. Mungkinkah aku salah menilaimu?”


Wajah ceria Maura berubah pasi menyadari kesalahannya. Daylan tidak sedang dalam mood untuk bercanda. Terutama dan hal seperti ini. ia tertunduk. “Maaf…”


“Jangan pasang wajah itu! Dadaku bertambah sesak melihatnya. Masuk dan tidurlah! Kau bisa kedinginan dan sakit jika terlalu lama di luar.”


“Bagaimana denganmu?”


______________


[1] Gadis/ pacarku dan hanya satu-satunya


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author-  Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu,  teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!


Love you,


Yurizhia Ninawa

__ADS_1


__ADS_2