Couple In Love

Couple In Love
Episode 45


__ADS_3

                



 


“Baiklah, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini dan siapa yang sedang kau coba hubungi?”


“Siapa lagi jika bukan kekasihku tersayang…”


“Ah, maksudmu Daylan?”


“Tentu saja! Siapa lagi?!” Maura mulai berjalan dan Erlangga tiba-tiba saja mengekor. Keduanya berjalan berdampingan. “Oh ya, waktu itu aku sempat samar-samar melihat wajah kekasih yang pernah kau katakan. Aku tak menyangka, dia secantik itu hanya dari samar mataku memandang. Dan jangan bilang, kau tadi sedang mencoba menghubunginya….” Maura tertawa meledek puas.


“Ah, kau mulai menyebalkan! Tunggu, kau bilang kau melihat wajahnya samar-samar, itu berarti saat itu aku ada bersamanya?”


“Hmm. Kalian duduk berdua dan melakukan ini itu di sana…”


“Apa maksudmu ini itu…? Kami bukan pasangan seperti yang kau pikirkan, Bodoh!”


“Ah, kita sama-sama tak diacuhkan! Bagaimana jika kita coba lagi hubungi mereka dan siapa yang mendapat respon lebih dulu akan menteraktir yang kalah?”


“Aku tidak masalah untuk mentraktir atau ditraktir. Tapi, itu akan menimbulkan masalah besar jika sampai Daylan dan kekasih tersayangku salah paham nantinya…”


“Heeeh, apa kau pikir aku hanya menyangkutkan kita berdua?”


“Hah, jadi bukan hanya kita? Lalu siapa lagi?”


“Tentu saja dengan pacar kita masing-masing! Kita akan adakan double date!”


“Aku tak berpikir Daylan akan setuju mendengarnya… kau tahu bagaimana hubungannya denganku, kan?”


“Ah, apa kau ini bodoh? Tentu saja kita tak memberitahu mereka. Ini surprise!”


“Ah, terserahlah, yang penting aku tak bertanggung jawab jika sampai sesuatu terjadi. Dan lagi, aku yakin aku yang akan menang…”


“Kau terlalu percaya diri!”


“Baiklah, kenapa tak kita coba saja?”


“Oh, tentu!” Keduanya mulai membuka layar ponsel mereka dan mulai menggerakan jemari mereka kembali untuk menelpon target mereka masing-masing.


*****


“Hhh…” Daylan dan Akira mendesah bersamaan sembari menggigit bibir bawah mereka masing-masing mengetahui panggilan yang masuk berasal ari orang yang tak mereka kehendaki saat mereka sedang berjalan berdua di sebuah toko buku. Keduanya hanya saling pandang dan tersenyum saat ponsel mereka kembali berdering bersamaan.


“Saranghae… saranghae… nana…na…” dering ponsel mereka kembali berbunyi untuk yang kesekian kalinya.


“Maaf, bisakah Anda mengangkat telpon Anda? Sejak tadi telpon Anda berdering, dan kami takut itu mengganggu costumer lain. Jika Anda tidak ingin mengangkatnya, harap mematikannya… Maaf mengganggu…” ucap seorang pramuniaga mengingatkan kepada Daylan dan Akira yang tak jua mengangkat telponnya.


“Oh, tentu. Maaf membuat keributan. Terima kasih untuk peringatannya…” Daylan menjawab mewakili Akira.


“Hey, Daylan…!” panggil Akira lirih.


“Hmm.”


“Sebaiknya kita keluar dulu…”


“Oh, yah… itu ide bagus…” keduanya lalu berjalan keluar dari dalam toko.


“Hey, Day… kau juga belum membereskannya?”


“Ah, maaf… aku sedikit sulit melakukannya… aku bingung apa yang harus ku lakukan untuk tiba-tiba memintanya putus. Yah, kau tahu kita sudah me….”


“Aku tahu itu. Bahkan aku yang belum selama itu juga tak tahu harus mengatakan apa. Hey, Day… bagaimana jika kita angkat telpon lalu temui mereka dan selesaikan semuanya pelan-pelan?”

__ADS_1


“Hhh… aku pikir itu ide bagus…”


“Baiklah, saat telpon kita berdering lagi, kita angkat bersama!”


Telpon keduanya kembali berdering dan Akira mengangkat panggilanrnya lebih dulu dari Daylan.


“Halo… Oh, maaf aku juga kaget saat melihat kau berulang kali telpon… Baiklah, kau mau apa sebagai ganti maafku?… Date?!... Oh, bukan begitu, aku hanya tak menyangka kau hanya akan minta sesuatu seperti itu…Ya, aku tak akan kabur apapun yang terjadi. Memangnya kita mau date ke mana dan melakukan apa?... Rahasia?... Ya, ya… Kau dimana sekarang?... Baiklah, aku akan segera ke sana.” Klik. Akira dan Daylan sama-sama mematikan handphonenya lalu berjalan mendekat bersama. Keduanya salaing menatap.


“Dia minta date…” ucap keduanya bersamaan. “Hah…?!” susul mereka berdua heran senada. Lalu tertawa bersama.


“Apa yang sebenarnya mereka berdua pikirkan? Bagaimana mereka bisa mengajak kita jalan di saat bersamaan seperti ini?!”


“Hhh… apa yang harus ku lakukan saat bertemu dengannya? Aku sudah berusaha menghindarinya selama dua minggu ini…”


“Kau jelas hanya tinggal bilang, ’Bagaimana jika kita putus saja?’”


“Kau pikir semudah itu?! Jika itu hanya semudah  mengatakannya, aku sudah melakukannya sejak kemarin!”


“Ah, mereka bisa marah lagi jika kita terlambat! Kita harus cepat pergi ke tempat masing-masing. Kau mau bertemu dimana? Mau ku antar?”


“Dia bilang dia ada di dekat sini, aku rasa aku bisa jalan ke sana…”


“Oh, baiklah. Hati-hati!”


“Hmm. Kau juga…”


 


********


Erlangga tersenyum memamerkan telponnya dengan menggerak-gerakkannya di depan Maura karena panggilannya diangkat lebih dulu. Maura tersenyum cemberut karena meski tak lama kemudian panggilannya diangkat ia tetap kalah cepat. Dan sesuai rencana, keduanya meminta kekasih mereka untuk nge-date dan tak kabur apapun yang terjadi.


Klik. Keduanya mematikan ponselnya bersamaan lalu saling menoleh dan tersenyum. “Plan pertama sukses!” Maura berseru senang.


“Ah, Oppa payah!”


“Bukannya kau yang memulai tantangan ini?”


“Ah, iya… iya… tenang saja aku yang akan menanggung semuanya!”


“Kalau kau keberatan aku tak keberatan membantu.”


“Kau pikir siapa aku sampai harus mendapatkan bantuanmu?”


“Baguslah jika kau tak butuh!” Erlangga tersenyum dan kembali bertanya. “Memangnya kemana kita akan pergi bersama?”


“Tada!” Maura mengeluarkan empat tiket pesawat dari dalam tasnya sembari tersenyum puas dengan jemari yang bergerak melebarkannya di depan wajah Erlangga.


“Jeju?!” mata Erlangga melebar kaget. Maura kembali tertawa melihatnya. “Kau sudah menyiapkannya? Sejak kapan?”


“Ra-ha-si-a!” Erlangga lalu turut tertawa tak menyangka akan pikiran dan cara Maura. “Bawalah dua tiket ini dan ajak kekasihmu!” Erlangga meraihnya. “Kalian tidak perlu membawa keperluan harian, bawa saja uang untuk berjaga-jaga! Nanti akan ada orang yang menjemputmu dengan papan nama Erlangga di bandara, ikuti saja dia! Dia akan membawamu ke vila keluargaku yang ada di sana. Dan di sana kita akan bertemu dan kembali bersama.”


“Vila?!”


“Kenapa kau kaget begitu?”


“Hey, Maura! Jangan melakukan hal bodoh! Siapkan empat kamar untuk kita!”


“Hah, empat?! Bukannya akan lebih menyenangkan jika hanya dua kamar?” Maura meledek.


“Aku tak tahu jika yang kau tawari adalah Daylan, tapi aku bukan laki-laki yang akan senang melakukan hal seperti itu pada wanita yang berharga bagiku sebelum aku resmi menikahinya. Lagi pula aku yakin kua akan menyesal jika kau nekat tidur sekamar dengannya sekarang…”


“Heeeh… kakakku hebat! Tapi kau berlebihan! Apa kau pikir aku benar-benar hanya menyediakan dua kamar? Aku juga tak mau melakukan hal itu…”


Erlangga menatap Maura sejenak. –Aku tak mungkin memberitahunya masalah pernikahan Daylan di saat melihatnya senang seperti ini.- “Baiklah, aku akan pergi ke tempat pertemuanku.”

__ADS_1


“Hmm. Jangan lupa langsung ke bandara untuk cek in!”


“Hmm.” Erlangga melangkah maju sembari melambaikan tangannya.


                                                           *******


“Jeju?!” tanya Akira dan Daylan bersamaan di tempat dan dengan lawan bicara yang berbeda.


“Ya, kita langsung berangkat malam ini.”


“Ma-malam ini?! Tapi, Jeju itu bukan tempat yang bisa kita kunjungi hanya dalam semalam… ”


“Kita akan menghabiskan tiga hari dua malam di sana.”


“T-tapi…”


“Jadi kau mau menghindar lagi? Bukankah kau sudah berjanji tak akan kabur apapun yang terjadi?”


“Ya, kau benar. Tapi…”


“Kau akan kabur dan meninggalkanku di belakang?”


Wajah Daylan berubah tak bisa memberi alasan lebih. “Hhhh…baiklah.” Ucapnya menyerah, sama dengan Akira di tempat lain yang akhirnya juga tidak bisa menolak ajakan Daniel.


“Plan kedua sukses” Maura mengirim sms pada Erlangga.


“Sukses juga…” Balas Erlangga


********


Pasawat telah mendarat dengan mulus. Kini Erlangga yang sedari tadi menggandeng Akira bersamanya sibuk mencari papan nama Erlangga. Visualnya menyebar. “Ah, itu dia!”


“Erlangga-ssi?”


“Ne.”[1]


“Ayo langsung ke mobil!”


“Ya, baiklah.” Erlangga kembali menarik lengan Akira untuk menuju mobil.


Keduanya segera masuk ke dalam mobil. Dan mobil segera dilajukan. “Kita akan ke mana?”


“Vila.”


“Hah?!”


“Kenapa kau kaget begitu?”


 


__________________


[1] Ya


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : @nabilaubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author-  Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu,  teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!


Love you,


Yurizhia Ninawa

__ADS_1


__ADS_2