Couple In Love

Couple In Love
Episode 33


__ADS_3

                                                                 



Akira membuka matanya mendengar ucapan itu. Kerjapan pertamanya disambut senyum tulus Daylan. Apa yang dia katakan? Di mana dia belajar meluluhkan hati orang seperti ini…


Ponsel Akira berdering memutus pikirannya. Akira meraihnya dan melihat nama penelpon di layarnya. Daniel. Akira terdiam sejenak lalu memandang Daylan.


“Kenapa kau tak mengangkatnya?” Daylan angkat bicara. Akira masih diam. “Apa aku perlu mengangkatkannya?” Daylan menawarkan diri kemudian sembari berdiri melihat nama penelpon di layar ponsel Akira. Daniel. Bacanya dalam diam.


Akira tersentak kaget. “Tidak. Kau tak perlu…” Daylan tersenyum paham.


“Angkatlah! Aku akan keluar sebentar. Jika kau sudah selesai, kau bisa memanggilku.” Daylan beranjak meninggalkan Akira.


Tunggu! Aku… Ah, apa yang ku pikirkan? Aku ini bukan kekasihnya, jelas saja ia tak tampak cemburu dan hanya membiarkannya saat ada lelaki lain yang menelponku… hanya menelpon…


Ponsel Akira berdering untuk yang ketiga kalinya. Akira mengangkatya. “Hmm…Ya, aku baik-baik saja… Maaf tak mengabarimu. Aku sebenarnya jatuh sakit setelah kau antar pulang waktu itu. Aku tidak menyangka akan selama ini…Tidak. Bukan karena jalan-jalan itu. Aku melakukan sesuatu bodoh di hari pertama turun salju. Jadi, wajar jika


sampai sakit…. Sudahlah, tak perlu khawatir! Aku sudah baik-baik saja sekarang… Mmm, mungkin besok aku sudah bisa pergi ke kampus… Aku tak akan memaksa diriku melakukan hal yang sulit… Hmm, aku akan hati-hati lain kali!... Ya, sampai jumpa di kampus!...” Akira menutup telponnya.


Daylan yang masih berdiri di balik pintu luar tersenyum mendengar percakapan Akira dan sosok bernama Daniel tadi. Hhh, akhirnya dia mengatakannya ’aku melakukan sesuatu yang bodoh’. Tapi, dia tetap saja sok kuat seperti biasanya. Aku benar-benar tak mengerti dirinya. Apa sesulit itu untuk hanya jujur dan mengatakan ia tak sekuat itu? Hhhh, gadis aneh! Sekarang aku ragu dia akan memanggilku. Dia tak akan melakukannya jika aku tidak datang. Dan akan terlalu mencurigakan jika aku masuk ke dalam sekarang. Dia akan tahu kalau aku menguping. Baiklah, aku mengurus sesuatu sebentar.


*******


Akira dan Daylan berjalan pulang bersama dari pasar dengan bawaan berbagai macam sayur dan ikan serta daging.


“Ha… ada lobster juga…! Daylan, lihat itu!” Akira menunjuk ke arah lobster yang masih ada dalam aquarium. “Kita beli itu!” ajaknya kemudian sembari menarik tangan Daylan. Namun, Daylan menarik tangan Akira ke arahnya.


“Yang benar saja! Kita sudah beli cumi-cumi untuk hari ini! simpan lobster itu untuk besok!”


“Tapi, tak ada salahnya membeli sekarang, kan? Kita bisa menyimpannya di kulkas.”


“Tidak bisa. Aku lebih suka yang fresh…”


“Daylan…”


“Kita akan beli besok. Sekarang kita akan cari daging sapi…”


“Hmmm… baiklah…” Akira menurut akhirnya.

__ADS_1


“Ayo mampir, Tuan, Nyonya! Daging ini baru-baru, lho…!” seru seorang pedagang daging.


Daylan dan Akira menghentikan langkah di depan took penjual itu. “Wah, couple![1] Daging hari ini sangat bagus! Kalian beruntung mampir kemari hari ini!” Akira dan Daylan kaget mendengar sebutan itu. Wah, kami bukan! Batin mereka masing-masing.


“Satu kilo daging…” ucap Daylan kemudian.


“Baiklah, tunggu sebentar!”


Penjual itu segera menyerahkan satu kilo daging yang baru saja di timbang dan dimasukkannya ke dalam plastic. “Ini dagingnya…”


Daylan menyerahkan uang lalu mengambil dagingnya. “Oh, aku dengar ada tempat yang menjual rumput laut kering terbaik di daerah sekitar gang sebelum pasar ini. Apa itu benar?”


“Oh, itu? Ya, memang benar. Tapi, aku sarankan kau hati-hati jika pergi ke sana. Daerah itu beberapa waktu terakhir banyak di tempati preman.”


“Oh, begitu. Baiklah, terima kasih,” Daylan dan Akira beranjak pulang.


Keduanya berjalan. “Kenapa kau menanyakan rumput laut kering terbaik?”


“Tidak papa. Kenapa?”


“Apa kau bahkan tahu gang sebelum pasar?”


“Tentu saja! Aku tidak sepertimu yang suka berpura-pura…”


“Lihat! Itu gang yang dimaksud!”


“Kelihatannya tidak ada apa-apa?”


“Tentu saja. Karena kita berjarak hampir lima ratus meter dari sana!”


“Oh, begitu…”


“Hey, jangan pernah mencoba pergi kesana apapun yang terjadi, mengerti?!”


“Hmm… lagi pula untuk apa aku pergi ke sana!”


“Jika kau butuh sesuatu katakan padaku dan jangan pergi sembarangan sendirian untuk sementara waktu!”


“Heeeh… kenapa?”

__ADS_1


“Entahlah, aku hanya merasa tidak tenang jika membiarkanmu pergi sendiri lagi…” wajah Akira memerah. Lelaki ini, kenapa dia mengatakan hal yang tak seharusnya terus menerus!!!


Alunan nada dering ponsel Akira menghentikan langkahnya. Ia memindahkan belanjaan yang ia bawa ke tangan kiri lalu mengmbil ponsel dalam saku roknya. Daylan turut berhenti menunggunya. Akira melirik layar ponselnya. Ia kemudian menoleh ke arah Daylan. Daylan tersenyum. “Kau tak perlu izin dariku untuk mengangkatnya,


tahu? Itu urusanmu, jadi aku tidak akan ikut campur. Maaf untuk yang sebelumnya…!”


“Hmm…” Daylan mulai berjalan agar tak menggangu Akira. Akira mengangkat telponnya. “Halo… Apa ini? Kau tanya apa kabarku seperti kita lama tak berjumpa saja. Kita baru bertemu kemarin, tentu saja aku baik-baik saja sekarang… Terima kasih untuk khawatir… Eh, tiba-tiba merindukanku?...” langkah kaki Daylan terhenti mendengar pembicaraan Akira dan Daniel dari beberapa langkah di depan Akira. “Hah, bertemu di apartemenku?!...” Akira mengulang ucapan Daniel dari sebrang telpon terkejut hingga menjatuhkan barang bawaannya. Daylan menoleh ke belakang memandang Akira dengan perasaan yang juga tak ia mengerti. Keduanya terkejut karena permintaan itu dan karena jika dia benar datang ke apartemen, maka rahasia Daylan dan Akira yang telah menikah dan tinggal bersama bisa terbongkar. “…Apakah kau sebegitunya ingin bertemu denganku?...” Daylan melangkah mendekat ke depan Akira lalu mengambil belanjaannya yang jatuh dan memberi isyarat bahwa Daylan akan membawa belanjaan itu dan cepatlah menyusulnya masuk ke apartemen. Akira menatap belanjaan yang dibawa Daylan. “Kalau begitu, mungkin kita bisa bertemu di taman nanti malam… Hmm… Jam delapan… Hmm, sampai jumpa nanti…” Akira mengakhiri telponnya lalu bergegas menyusul Daylan masuk ke apartemen.


Daylan masuk ke dalam lift sembari bergumam sendiri. “Hhhh, mereka baru kenal dan menjalin hubungan, tapi dia sudah minta berkunjung ke apartemennya… Dasar Akira! Apa dia benar-benar tak bisa memilih laki-laki yang baik?!... Dia benar-benar payah! Membuatku khawatir saja…”


Daylan masuk ke dalam apartemen lalu segera bergerak menuju dapur dan meletakkan belanjaannya. Ia menyiapkan bahan yang akan dibutuhkan dan menyimpan bahan yang akan digunakan untuk masak besok pagi.


“Daylan…” Akira masuk aparteen sembari berlari senang menuju ke arah Daylan.


“Ada apa? Kau kelihatan sangat bahagia. Mau bertemu dengannya?” tebak Daylan dengan senyum meledek.


Akira mendorong tubuhnya ke depan mendekat ke Daylan dengan wajah senangnya. “Hey, Daylan… kau harus ajari aku masak makanan yang sangat enak kali ini! Pastikan rasa dan bentuknya bagus!”


Daylan menopang dagunya dengan tangan kanan yang ditumpu tangan kirinya. “Mmmm…” Daylan sok berpikir. “Aku tidak yakin soal itu…!” tawa mengejek Daylan menutup acting-nya.


“Hey, ayolah! Bantu aku membuat makanan pertamaku untuk kekasihku!”


Tawa Daylan terhenti. –Membantumu membuat makanan untuknya? Yang benar saja?! Aku tidak mengajarimu masak untuk orang seperti dia! Laki-laki penuh modus…- “Sayang sekali, memasak bukan ketrampilan yang dapat kau kuasai dengan baik dalam sehari…” jawab Daylan mengecewakan.


_____________


[1] Pasangan!


Happy Eid Mubarok teman-teman! Taqobal allahu minna wa minkum. Selamat lebaran dan mohon maaf lahir batin ya guys...:)



Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : Nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2