Couple In Love

Couple In Love
Episode 25


__ADS_3

                                                             



 


“Apa lagi?! Kau mau bilang dia bukan siapa-siapa? Kau mau mengatakan dia bukan kekasih-mu?! Kau pikir aku sebodoh itu untuk percaya padamu?!” air mata Akira kembali terjatuh membasahi wajahnya.


“Akira, dengar aku…”


“Tidak, kau yang dengar aku!!” potong Akira gegas. “Aku tahu ini urusan pribadimu… aku tahu aku tidak berhak marah dan ikut campur… tapi, semua ini… kenapa kau mengatakan kata-kata yang bahkan tak ingin ku dengar terucap dari mulutmu… kenapa malah kau yang marah dan ikut campur urusanku saat… saat kau…” Akira memutus kalimatnya menahan isak tangisnya.


“Akira…”


“Seberapa jauh kau akan menipuku seperti ini?!” jerit Akira beriring air mata.


“Aku tidak bermaksud…”


“Tidak bermaksud kau bilang? Lalu kenapa, kenapa kau tidak memberitahuku dari awal?! Alasan mengadakan deklarasi, mengizinkan masing-masing kita memiliki kekasih, tidak membeberkan pernikahan, tidak ikut campur urusan masing-masing, dan alasan memilih Korea sebagai Negara tujuan, semua itu… semua itu... kau lakukan


karena dia ada di sini, bukan…? Karena kau ingin bertemu dan bersamanya, kan…?” Akira menyeka air matanya yang mulai menderas. Daylan diam terpaku mendengar setiap kalimat yang terasa begitu menyakitkan bagi Akira dan dirinya sendiri yang juga menyadari keegoisannya melakukan semua itu.


“Hey, apa aku terlihat begitu mudah untuk kau bodohi? Begitu polos untuk kau bohongi dan begitu tak berarti untuk kau sakiti…? Apa di matamu aku semenyedihkan itu…?” mata Daylan memerah. Tangannya ingin bergerak meraih tubuh gadis yang yang tengah menahan sakitnya luka di hatinya karena ulah perbuatannya, gadis yang kini sedang berdiri di hadapannya. Gerakkan tangan yang tak tersampaikan untuk kemudian mengucap maaf itu akhirnya terdului kalimat lanjutan gadis itu.

__ADS_1


“Hhh… maaf, maaf untuk mengetahui semuanya lebih awal dan merusak semua rencanamu untuk memboodohiku. Tapi, sayang aku tidak sebodoh yang kau kira untuk kau bohongi. Dan untuk laki-laki yang tadi kau bilang mencurigakan, dia… aku beruntung bertemu dengannnya. Setidaknya aku sempat bisa mengendalikan emosiku saat melihatmu mempermainkanku… dan kau perlu ingat, ini urusan pribadiku, kau tidak berhak ikut campur… tapi, aku akan berbaik hati dan memberitahumu satu hal, aku memang… menyukainya…”


Daylan terperangah kaget. Matanya tiba-tiba saja berkaca-kaca. Wajahnya memerah. Dadanya sesak seolah tak bisa bernapas. Jantungnya serasa berhenti berdetak. Hatinya seperti tersayat mendengar ucapan itu. Perasaan yang tak ia mengerti apa itu membuat air matanya menetes. Perasaan yang juga turut merasakan apa yang dirasakan Akira karena ulahnya. Apa yang sudah kulakukan padanya….?


“Hari ini sudah cukup. Aku rasa aku benar-benar harus segera istirahat.” Akira beranjak sembari menyahut tas kecilnya melangkah mendekat ke arah pintu. Namun, langkah kakinya terhenti tepat selangkah dari tempat Daylan berdiri di depan pintu. Tangan Daylan meraih pergelangan Akira, menggenggam dan menahannya.


“Maaf… kau tidak bisa pergi seperti ini…”


“Sudah ku bilang ini urusan pribadiku! Jangan ikut campur! Aku hanya benar-benar ingin istirahat. Aku… tidak bisa tidur di sofa…”


“Kalau begitu tidurlah di atas ranjang…”


“Hhh…” Akira mendengus kesal. “Di saat seperti ini kau masih bisa bercanda?! Kau bahkan masih bisa mengatakan hal-hal seperti itu… laki-laki macam apa kau ini…?”


“Apa? Permintaan maaf…?” Akira menarik napas lalu mengehembuskannya panjang. “Apa kau pikir itu sepadan dengan apa yang telah kau lakukan padaku?! Bagaimana kau bisa menjadikan tidur di atas ranjang sebagai permintaan maaf?! Serendah itu kah penilaianmu padaku?!”


“Maaf… tapi aku tak bisa membiarkanmu pergi seperti ini… aku juga tak tahu apa yang harus ku lakukan dan katakan untuk membuatmu lebih baik dan tetap tinggal…!”


“Kau tak perlu mengatakan atau melakukan apapun. Hanya biarkan aku pergi dari sini sekarang juga!”


Daylan menarik Akira mendekat hingga berhadapan dengannya dan kian menggenggam erat tangannya. Matanya memerah panas membawa perasaan hatinya yang mulai kesal. “Kenapa kau ini egois sekali?!” sentak Daylan akhirnya.


“Hah… egois? Kau bilang aku egois? Jangan bercanda…” air mata Akira menetes dalam tawa buatannya. “Kau yang dari awal tak jujur padaku dan menyakitiku, kau yang sama sekali tak bisa memberi tempat untukku di hatimu… tapi kau masih juga ingin aku tetap tinggal… dan sekarang kau sebut aku yang egois?” Daylan terperangah. “Siapa… siapa yang sebenarnya egois di sini?!” jerit Akira dengan tangisnya yang kian menjadi akhirnya.

__ADS_1


Daylan terdiam bingung akan apa yang harus dilakukannya. “Akira…”


“Cukup! Aku sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyimpan semuanya dalam hatiku dan bersikap seolah tak tahu hanya agar tak menyakiti hatimu... tapi… tapi kau…”Akira menyeka air matanya. “Sekarang jangan salahkan aku jika aku terus terang dan kata yang ku ucapkan menyakitkan. Dengar, menurutmu aku masih bisa tidur sekamar dengan orang yang membohongiku? Menurutmu aku mau? Sayang sekali, aku tidak bisa tidur sekamar dengan seorang pembohong, penipu, pengkhianat, dan kawan-kawannya… maaf!”


Wajah Daylan berubah kian pasi. Tubuhnya melemah. Akira melepas genggaman tangan Daylan yang melemah lalu membuka pintu kamar dan keluar. Daylan hanya terdiam melepas Akira dengan air mata yang tanpa disadarinya telah mengalir membasahi wajahnya. Tumpuan kakinya melemah dan membuatnya seketika jatuh terduduk. “Apa… apa yang telah ku lakukan…?” Tanya Daylan lirih pada dirinya sendiri. Kata-kata Revan tiba-tiba saja berputar-putar dalam memorinya. “Revan, aku terlambat…” sesalnya sembari menark kedua kakunya mendekat ke dadanya dan memeluknya lalu menangis menelungkup.


*******


_____________


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : Nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^


Love you,


Yurizhia Ninawa


 

__ADS_1


 


__ADS_2