Couple In Love

Couple In Love
Episode 23


__ADS_3

                                                    



 


Jemari Daylan refleks menggenggam sendoknya lebih erat untuk mengembalikan emosinya ke level stabil. Pandangannya seolah kosong menerawang, namun jelas tertuju pada satu titik. Pikirannya tertuju penuh pada sosok yang dipandangnya hingga entah berapa pertanyaan Maura telah diabaikannya tanpa jawaban.


Maura menatap Daylan heran. “Day, kamu denger nggak, sih?” Tanya Maura memastikan untuk yang terakhir kalinya. Otaknya hampir-hampir memerintahkannya untuk menoleh mengikuti arah pandangan Daylan. Namun, kesadaran Daylan sedetik lebih cepat mencegahnya.


Telapak tangan kanan Daylan bergerak menyentuh pipi Maura. Maura tercekat menatap Daylan. Jantungnya berdetak kencang. “Aku cemburu.” Ucap Daylan sesaat kemudian. Wajah Maura mengguratkan tanda tanya dalam. “Aku cemburu jika ada orang yang memandangmu dengan caraku memandangmu. Jadi, jangan menoleh!” tutur


Daylan menjelaskan.


Wajah Maura memerah dengan seulas senyum bahagianya. “Jangan khawatir, aku tidak akan menoleh pada selainmu.”


“-Maaf- Terima kasih…” ungkap Daylan dengan senyum yang dipaksakan. Senyum Maura melebar. Menambah dalam tusukan di hati Daylan usai mendengar jawaban pertamanya dan maaf yang hanya ia ucap di batin. Hatinya benar-benar tertusuk, nuraninya bertanya, “Tidakkah aku terlalu jahat? Memintanya tak menoleh saat kenyataan bahkan memojokkanku seperti ini. dan untuk kata ‘aku cemburu’ tadi yang sebenarnya tak kumaksudkan untuknya, melainkan hanya pengalihan ku agar ia tak menoleh dan melihat apa yang kulihat. Tidakkah kenyataan itu terlalu


menyakitkan?”


******


Daylan menghentikan mobilnya sebelum memasuki area apartemen usai mengantar Maura. Badannya yang tinggi berdiri mematung di samping pintu mobil sambil menghentak-hentakkan telapak kakinya pelan karena mulai bosan menanti sosok yang ditunggunya.


“Ssii…iit” Daniel menepikan mobilnya di depan deretan area apartemen.


“Daniel Oppa, kau tak ingin bertanya tentang laki-laki tadi dan kenapa aku bersikap seperti itu?” Akira memberanikan diri bertanya atas keheranannya akan sikap Daniel yang tak menanyakan apapun tentang lelaki itu selain pertanyaan terakhirnya sebelum Akira hendak pergi meninggalkan restoran tentang apakah ia mengenal lelaki tadi yang juga berakhir dengan jawaban bohong Akira.

__ADS_1


Daniel tersenyum. “Jika menjawabnya hanya akan membuatmu teringat dan merasa sedih, maka aku tidak perlu menanyakannya. Dan jika kau tak ingin mengatakan tentangnya, aku tidak perlu mengetahuinya…”


Mata Akira memerah berkaca-kaca. Sosok di hadapannya ini benar-benar hanya memikirkan tentang bagaimana perasaannya tanpa memedulikan perasaan sendiri. Lelaki sebaik ini…


“Kau yakin tak perlu kuantar sampai depan pintu?”


“Terima kasih, tapi, tidak usah, aku bisa sendiri. Lagi pula sudah larut, segeralah pulang dan istirahat! Terima kasih untuk hari ini!” Akira melepas sabuk pengaman.


Daniel mendesah panjang dan hanya mengangguk. “Baiklah, hati-hati! Tidur yang nyenyak, selamat malam!” tutup Daniel akhirya setelah Akira turun. “Jika ada apa-apa tak usah sungkan, telpon saja aku! Mengerti?” tambah Daniel lagi.


Akira mengangguk paham. “Aku tahu. Sudahlah, cepat pulang! Hati-hati mengemudikan mobilmu, selamat malam!”


Akira melambaikan tangan bersamaan dengan Daniel yang mulai menutup kaca mobilnya sembari bersiap melaju. Dalam hitungan detik mobilnya telah beranjak menjauh dari pandangan Akira. Namun, terhitung sangat lama bagi sepasang mata yang sedari tadi telah mengamatinya.


Akira beranjak santai dari tempatnya turun tanpa menyadari sorot mata Daylan yang menghujam ke arahnya dari kejauhan dengan segudang perasaan yag siap ia luapkan, MUAK! Kaki Daylan tak tahan lagi untuk tetap berdiri menanti, really take too long![1]


“Kau bisa lihat sendiri, kan?” tanggap Akira enteng di luar dugaan Daylan.


What’s up? Sejak kapan cewek ini berubah? Biasanya dia paling gak bisa tenang kalau lagi ngadepin masalah. Apa lagi kesambet malaikat, ya? Eits, jangan-jangan gara-gara cowok gak jelas yang tadi jalan sama dia. Oh, My God, cewek ini cepet banget berubah sih! Batin Daylan sembari berjalan.


“Acara pentingmu sepertinya berjalan lancar.” Pancing Daylan lagi.


“Tentu, sangat lancar. Tapi, sepertinya acaramu lebih lancar….”


“Apa? Maksudmu…”


“Sudahlah, kau menungguku untuk pulang bersama, kan? Kita pulang sekarang!” potong Akira sembari membuka pintu mobil lalu masuk.

__ADS_1


“Hhh, baiklah, kita pulang!” balas Daylan dengan nada kecewa setengah marah lalu menyusul masuk mobil. Daylan menarik persneling dan mulai mengemudi.


“Siapa laki-laki yang menemani acara pentingmu tadi?” Tanya Daylan akhirnya terus terang.


Akira tersentak lalu menoleh ke arah Daylan, namun ia masih berusaha tenang. “Menurutmu dia siapa?”


 


 


 


_______________


[1] Bener-bener kelamaan!


Hayo siapa sih jalan sama Akira???? Eh, ini mah udah pada tahu ya... berarti ganti pertanyaan, kira-kira dijawab apa ya sama Akira?:):)


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : Nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^


Love you,

__ADS_1


Yurizhia Ninawa


__ADS_2