Couple In Love

Couple In Love
Episode 26


__ADS_3

                                                            



 


Wajah Daylan berubah kian pasi. Tubuhnya melemah. Akira melepas genggaman tangan Daylan yang melemah lalu membuka pintu kamar dan keluar. Daylan hanya terdiam melepas Akira dengan air mata yang tanpa disadarinya telah mengalir membasahi wajahnya. Tumpuan kakinya melemah dan membuatnya seketika jatuh terduduk. “Apa…apa yang telah ku lakukan…?” Tanya Daylan lirih pada dirinya sendiri. Kata-kata Revan tiba-tiba saja berputar-putar dalam memorinya. “Revan, aku terlambat…” sesalnya sembari menark kedua kakunya mendekat ke dadanya dan memeluknya lalu menangis menelungkup.


*******


Akira mempercepat langkahnya sesaat setelah melewati gerbang masuk apartemennya. “Aku baik-baik saja… aku baik-baik saja…” bisiknya berulang-ulang pada dirinya sendiri. “Apa yang ku lakukan benar, kan?” tanyanya pada dirinya sendiri ragu. Tangan kanannya refleks menutup bagian bawah wajahnya. Tangis yang sedari tadi berusaha ditahannya tumpah. Namun, ia berusaha untuk terus menahannya hingga membuatnya sesenggukkan.


Akira telah berjalan jauh dari apartemennya. Langkah kakinya terhenti. Ia benar-benar ingin menghilang saja di situasi seperti ini. Kesedihannya tak menyadarkannya bahwa ia berada di tempat penuh penerangan yang masih belum lengang. Ya, pusat kota.


Sebuah langkah mendekat tanpa disadarinya. Hatinya benar-benar sakit, dadanya sesak menahan segalanya.


“Sudah ku bilang, hubungi aku jika terjadi sesuatu, bukan menangis seperti ini.” nyata suatu suara menembus pendengarannya. Akira mengangkat pandangannya. Perasaannya terhempas. Beban-beban di hatinya memaksa bebas bersamaan. Isakannya pun menguat. Badannya gemetaran sebelum akhirnya sosok di hadapannya menarik


tangannya dan memeluknya.


Hangat. Sosok itu masih memeluknya tanpa kata. Membiarkan beban-bebannya menghilang bersama deraian air mata yang kian menderas.


 


*******


Daniel baru saja membuka pintu mobilnya saat visualnya tanpa sengaja melihat sosok yang sangat dikenalnya. Daniel diam sejenak menahan pandangannya dan memerhatikan sosok itu lekat.


Kakinya terayun mendekat ke arah sosok itu. Entah apa yang baru saja menimpa sosok itu. Ia begitu berbeda dengan sosok yang ditinggalkannya beberapa menit lalu. Daniel menghentikan langkahnya di hadapan sosok yang meski menutup bagian dagu, bibir, pipi bawah, dan hidung dengan tangan kanannya masih jelas terdengar dan terlihat terisak menahan tangis. Akira… sosok itu seolah tak menyadari kehadirannya…


“Sudah ku bilang, hubungi aku jika terjadi sesuatu, bukan menangis sendiri seperti ini.” nyata Daniel akhirnya. Akira mengangkat pandangannya ke arah Daniel yang tepat berada di hadapannya. Mata teduh Daniel masih memandangnya. Namun, entah apa yang salah hingga membuat tangis Akira justru pecah. Daniel terengah bingung. “Apa yang salah?” Tanya batinnya. Otaknya berpikir keras hingga merubah raut matanya. Otaknya kalah cepat dengan hatinya yang tiba-tiba merasa tak sanggup lagi melihat adegan di depan matanya lalu refleks mengayunkan tangannya, menarik Akira masuk dalam rengkuhannya. Meski Akira masih menangis, setidaknya


Daniel merasa lebih baik.


Akira masih menangis dalam pelukan Daniel. Dan Daniel hanya diam tanpa kata membiarkannya menangis sepuasnya di pelukannya hingga dentingan jam menyadarkannya bahwa mereka telah begitu lama berdiri dalam posisi itu di pinggir jalan depan sebuah butik! Daniel memaksa bibirnya berucap halus, “Kau masih ingin menangis?”

__ADS_1


Akira menarik kakinya selangkah ke belakang. Punggung tangannnya terangkat untuk menyeka air matanya. Namun, gerakkan Akira kalah selangkah dengan gerakan ibu jari Daniel yang tiba-tiba telah menyeka air matanya tanpa permisi.


“Jangan menangis seperti ini lagi tanpaku!” Daniel berucap lembut. Akira menatap Daniel dengan mata sembabnya. Daniel membalasnya dengan seulas senyum ringan namun sejuk sembari melepas jaket panjangnya lalu melangkah ke baik tubuh Akira dan mengenakannya di tubuh Akira.


Akira tersenyum menyadarinya. Setidaknya aku beruntung memiliki seseorang sepertinya. Batin Akira.


“Sudah merasa lebih baik?” Tanya Daniel menyadarkannya.


“Gomawo…[1]” ucap akira tanpa menghiraukan pertanyaan Daniel.


Akira tersentak. Tangan Daniel tiba-tiba telah memapahnya untuk berjalan. Namun, Akira tetap tak mengatakan sepatah kata pun dan hanya menampakkannya melalui ekspresi wajahnya. “Kau bisa menceritakan apa yang terjadi atau menangis sepuasnya nanti. Sekarang kau harus naik dulu ke dalam mobil. Maaf, tapi aku tidak tahu harus menunggumu sampai kapan untuk bergerak tanpa orang lain. Jadi, biar aku menjadi orang pertama yang membuatmu bergerak…” terang Daniel sembari tetap memapah Akira pelan ke arah mobilnya. “Masuklah…!” pinta Daniel lembut. Akira masih berdiri terdiam di tempatnya. “Kenapa? Ada yang salah?” Tanya Daniel kemudian. Mata Akira kembali berkaca-kaca.


“Gomawo, Daniel-Oppa…!” ucap Akira dengan setetes air mata yang jatuh tanpa di sadarinya. Daniel mendekat.


“Ah, kau tak boleh menangis sekarang! Jangan di sini!” Daniel mengangkat sebelah tangannya dan meletakkannya di bahu Akira. “Masuklah dulu sebagai rasa terima kasihmu untukku!” pinta Daniel lagi. Akira menurut dan melangkah masuk. Daniel menutup pintu lalu berlari kecil masuk mengambil posisinya.


                                                        



“Apa yang terjadi?” Daniel membuka pembicaraan.


“Kau kenapa? Apa hal itu begitu buruk hingga kau yang ku tinggalkan baik-baik saja tiba-tiba menangis seperti ini? Apa karena kau kehilanganku di sampingmu? Atau… karena kau merindukanku?” Tanya Daniel beruntun sambil bercanda.


Akira tertawa kecil. “ Aku baru saja sadar… orang yang aku percayai ternyata menipuku dari awal. Aku dibohongi… dibodohi… karena kepolosanku. Hhh… aku jadi penasaran, apakah aku sepolos itu…?” Akira terunduk dengan mata sembabnya.


Daniel mengalihkan pandangannya dari jalan sejenak menoleh ke Akira. “Apa yang kau katakan? Kau sama sekali tidak seperti itu.”


“Hhh… benarkah?”


“Apa menurutmu aku sedang berbohong?” Daniel menatap Akira lurus-lurus dengan senyum tulus dan teduhnya.


“Aku takut dibohongi lagi… aku takut ditipu lagi setelah aku percaya… itu… terlalu menyakitkan…”


“Hmm. Aku tahu itu. Kau pasti sangat terluka.” Tangan Daniel bergerak membelai rambut Akira pelan. “Tapi, jika kau terlalu takut untuk kembali member orang lain kepercayaan, maka tak ada alasan bagi orang itu untuk menjaga kepercayaanmu… karena kau bahkan tak pernah memberikan itu padanya… jadi, cobalah untuk percaya… dan jika kau tak keberatan, aku ingin kau memberikan kepercayaan itu padaku…”

__ADS_1


Akira menatap Daniel dalam. Aku baru tahu masih ada lelaki sepertinya di dunia ini… beruntungnya aku! Pikirnya kemudian.


“Kau mau kemana sekarang?”


“Aku mau mencari hotel.”


“Hotel? Kenapa mencari hotel? Bukankah kau punya apartemen? Apa terjadi sesuatu di sana?”


“Tidak papa. Aku hanya ingin ganti suasana.” Jawab Akira setengah berbohong.


“Oh, kau sedang cari suasana lain, ya… mmm, bagaimana jika ke apartemenku saja?”


Akira tertawa. “ Kau pikir aku wanita macam apa? Bagi wanita Indonesia itu sangat tidak baik dan tidak sopan bertandang ke tempat laki-laki lajang yang tinggal sendirian di tengah malam seperti ini…”


“Hhh… kau yang berpikir aku ini pria macam apa? Kenapa kau harus berpikir seburuk itu? Kau pikir apa yang akan ku lakukan? Jangan bercanda, aku bukan laki-laki seperti yang sedang kau pikirkan…”


“Memangnya… kau tahu apa yang sedang kupikirkan?”


“Menurutmu?”


 


_______________


[1] Terima kasih


Hayoooo, apa yang lagi Readernim pikirin??:)


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : Nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2