Couple In Love

Couple In Love
Episode 47


__ADS_3

                                                        



“Jangan pasang wajah itu! Dadaku bertambah sesak melihatnya. Masuk dan tidurlah! Kau bisa kedinginan dan sakit jika terlalu lama di luar.”


“Bagaimana denganmu?”


“Aku akan menenangkan pikiranku sebentar lalu masuk dan tidur.”


“Baiklah. Maaf membuatmu seper…”


“Kau tidak salah. Jangan meminta maaf seperti itu, aku merasa semakin bersalah karena sikapku yang masih sulit ku kendalikan.  Aku akan memperbaikinya untuk besok. Jadi, biarkan aku sendiri untuk sekarang.”


“Hmm. Aku masuk.”


“Hati-hati! Maaf tak bisa mengantarmu…” Daylan menutup kalimatnya dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Maura turut tersenyum berat lalu berbalik menuju pintu vila untuk masuk.


Maura menutup pintu kamarnya pelan lalu bersandar di daun pintu. “Kenapa aku seceroboh itu mengatakannya? Itu tidak seperti aku tak tahu perasaannya, tapi salahkah aku untuk berusaha menyatukan mereka seperti dulu?” ucap Maura pada dirinya sendiri.


Akira kembali membuka matanya yang masih tak bisa ia paksa memejam. Pikirannya melayang. Bagaimana ini bisa terjadi? Skenario yang paling tak diinginkannya. Double date, huh? Apa dia bercanda? Bagaimana bisa kita melakukannya?! Ah, aku tak bisa tidur! Akira kemudian duduk dan beranjak dari atas tempat tidurnya untuk meraih sweternya lalu membuka pintu kamar dan berjalan untuk keluar vila. Ia mengangkat pandangannya. Ditatapnya bulan yang bersinar terang. Jemari tangan kanannya menyekakan rambutnya ke belakang telinga kanannya. Bulan yang indah di tempat yang seindah ini…”


Mata Daylan tertahan tak berkedip melihat sosok mengagumkan di bawah cahaya bulan yang tengah menyeka sebagian rambutnya. Sejak kapan ia secantik ini…?


“Daylan…” panggil Akira sesaat setelah menoleh membuyarkan pikiran Daylan yang masih belum tersadar bahwa sosok itu telah menoleh.


“Oh… Akira…. kau belum tidur?”


“Aku juga bisa bertanya yang sama. Apa yang kau lakukan di tengah malam begini di sini?”


“Oh, itu… bagaimana jika kau ikut aku sebentar?”


“Hah, kemana?” Daylan segera menyahut lengan Akira tanpa menjawab dan menunggu persetujuan Akira.


“Daylan, apa yang kau lakukan? Bagaimana jika mereka melihat kita?”


“Karena itu aku mengajakmu ke sini. Agar tak ada yang melihatnya.”


“Jangan bertindak bodoh begini!”


“Ah, ini benar-benar bisa membuatku gila!”


“Hhhh, hey, Daylan! Kenapa kau tak pernah bilang jika pacarmu adalah calon dokter cantik itu?”


“Kenapa? Ku kira kau sudah tahu.”

__ADS_1


“Kau tahu waktu itu aku bilang aku sangat ingin menjadi sepertinya, kan? Bagaimana bisa kau membandingkan aku dengannya?!”


“Apa maksudmu?”


“Ini sudah jelas! Dia jauh lebih baik dari ku dalam segala hal! Kau akan menyesal jika kau masih bersih keras untuk…” “Syuut…bug…” Daylan melangkah lalu menarik Akira dalam pelukannya.


“Aku tak pernah membandingkanmu dengannya, karena kalian pasti berbeda, dan dirimu adalah dirimu. Kau baik-baik saja menjadi dirimu yang sekarang. Jangan merendah diri! Kau lebih baik dari yang kau pikirkan….” Daylan berhenti sejenak lalu kembali melanjutkannya. “…selain aku juga tak akan pernah mampu untuk sebanding dengan Erlangga di mata seorang pun…”


“Apa kau yakin kita akan baik-baik saja?”


“Hmm… kita akan baik-baik saja….”


 


*******


Gemerincing ombak dengan langit yang berawan merah fajar mengawali hari di Pulau Jeju. Akira melangkah menuju dapur dan menemui Maura yang masih menyiapkan sarapan. “Kau sudah bangun?” tanyanya sesaat setelah menyadari keberadaan Akira.


“Hmm. Kau sedang buat sarapan?”


“Ya. Aku rasa akan menyenangkan membuatnya untuk semua orang.”


“Ada yang bisa ku bantu?”


“Tentu, jika kau tidak keberatan.”


“Oh, Akira! Tolong gunakan saja susu untuk salah satu rotinya! Daylan tidak suka selai kacang, jadi akan lebih baik tak membuatkannya dengan selai itu…”


“Oh, ya…” Akira megiyakan setengah tertegun. Maura tahu benar apa yang tak Daylan suka. Sedangkan dirinya bahkan tak pernah menanyakan apa yang tak disukai Daylan.


“Akira…”


“Ya… kenapa?”


“Setelah ini kita akan jalan-jalan ke pantai dan berlayar sejenak bersama. Aku juga sudah menyiapkan alat untuk memancing. He…he… meskipun aku tak yakin akan ada ikan yang tersangkut di pancing kita….”


“Kau benar-benar memberi banyak pertimbangan untuk kita…”


“Tentu saja, kita sebentar lagi akan menjadi keluarga, kan?”


“Cling… Prak…” sendok dan sebuah piring kecil di tangan Akira terjatuh refleks usai mendengar pertanyaan Maura. Raut wajahnya berubah. Badannya sedikit gemetar.


“Akira, kau baik-baik saja?” Maura mendekat khawatir. Akira menoleh dengan wajah memerah dan mata berkaca-kaca. Bibirnya bahkan tak mampu mengucap barang sepatah kata. “Hey, kau terluka?” tanya Maura sembari menyahut tangan Akira khawatir dan mengeceknya. “Kau tak perlu memaksakan diri. Mau ku antar ke kamarmu?”


“Hhh… maaf…” air mata Akira menetes. “Maafkan aku…” air matanya kian menderas.

__ADS_1


“Akira, kau kenapa? Apa ada yang salah? Kau baik-baik saja? Apa aku perlu memanggil… ”


“Aku akan ke kamarku sendiri… permisi…” Akira berlalu cepat menuju kamarnya.


“Aki…” panggilan Daylan yang kebetulan lewat terputus melihat Akira berlalu sembari berlari menyeka bagian matanya. Langkah Daylan terhenti seiring panggilannya. Ia segera menoleh ke arah dapur. Matanya bertemu mata Maura. “A-pa yang terjadi?” tanyanya kemudian.


“Oh, Akira tiba-tiba saja menjatuhkan beberapa peralatan dan menangis. Aku khawatir, bisa kau panggilkan Kak Er….” Kalimat Maura terputus langkah berlari Daylan yang begitu tiba-tiba dan tak disangkanya. Apa yang sebenarnya terjadi?


“Tok..tok…” Daylan mengetuk pintu. “Akira, kau ada di dalam? Kau baik-baik saja? Akira… buka…”


“Pergi!” sahut Akira memekik di tengah tangisnya dari balik pintu.


Daylan terdiam sejenak menyadari posisi mereka berdua di vila itu. “Akira… buka pintunya…” pintanya dengan suara melemah. Akira masih diam dalam tangisnya tanpa menjawab tanya Daylan. “Jika kau tak membuka pintunya dalam hitungan tiga, aku akan membeberkan semuanya disini dan sekarang. Satu…” Akira terkejut, tersentak, dan kalut. Apa yang dipikirkan si bodoh itu di saat seperti ini?! “…dua… ti-“ “Clek” Akira mengalah membuka pintu. Daylan masuk lalu mengunci pintu.


“Apa yang kau pikir sedang kau lakukan?! Apa yang akan kau laku…”


“Syyuuut…” Daylan berhambur memeluk Akira menghentikan ucapannya.


“Bodoh! Apa yang kau pikir sedang kau lakukan…? Kita akan tamat menyedihkan jika mereka datang…”


“Apa itu tamat menyedihkan? Aku tak merasa pernah mengalaminya melebihi saat melihat airmatamu mengalir…”


“Berhenti bertindak bodoh! Kita tidak di sini untuk main-main. Kita di sini untuk membuat suatu keputusan… yang serius… dalam hidup kita…”


“Kalau begitu kau juga harus berhenti! Berhenti membuatku khawatir melihatmu!” Akira tercekat. Daylan melepas pelukannya. “Aku akan baik-baik saja jika kau baik-baik saja…” jemari Daylan menyeka air mata Akira. “Katakan padaku, apa yang terjadi?”


“Aku mendengarnya… aku merasa bersalah melakukan semua ini… aku…”


“Kau tak melakukan kesalahan apapun. Ini salahku yang memintamu melakukannya, jadi jangan merasa bersalah atas apapun yang akan terjadi mulai sekarang! Pikirkan bahwa itu salahku!”


“Bagaimana aku bisa…”


“Tok…tok…” “Akira…” ketukan pintu tersusul panggilan yang berasal dari Daniel membuyarkan suasana. Akira dan Daylan celingukan panik dan bingung akan apa yang harus mereka lakukan.


________________


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : @nabilaubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author-  Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu,  teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!


Love you,

__ADS_1


Yurizhia Ninawa


__ADS_2