
“Bagaimana aku bisa tahu jawaban dari pertanyaanmu tentang perasaanmu pada Maura jika kau sendiri tak tahu jawabannya? Jawaban apa yang kau harapkan dariku setelah aku menyerah untuknya seperti ini…?” air mata Revan menetes. Ia menarik daun pintu kamar Daylan lalu menutupnya dari luar. Ia melangkah ke ruang tamu tempat Daylan menceritakan semuanya. Serpihan-serpihan gelas dan beberapa barang lain masih berserakan di lantai. Revan berjongkok merendar. Jemari tangan kanannya meraih sebuah serpihan gelas.
“Hey, Revan!” sebuah panggilan terlontar dari bibir seorang gadis SMP sembari melambaikan tangan dan berlari menghampirinya dengan wajah cantik dan cerianya. Revan menoleh tersenyum. –Dia sedang bahagia. Sesuatu yang baik pasti terjadiercaya, tapi ini pertama kalinya seorang wanita mampu membuatnya menangis dan sedepepresi itu. Bahkan Maura tak bisa membuatnya seperti itu saat dia merengek meminta sesuatu atau tiba-tiba marah dan benci setelah bertengkar dengannya. Yah, walaupun harus ku katakan, aku tidak berpihak pada siapapun di sini. Tapi, aku harap kau memikirkannya lagi!” Revan mendorong badannya mendekat ke arah Akira. “Dengar Akira, Daylan mungkin tak mengatakannya padamu karena tak ingin kau khawatir, tapi, pernikahan ini tak bisa dibatalkan dengan perceraian kecuali dengan satu syarat…” Akira mengangkat visualnya yang masih berlinang air mata menatap Revan.
“Apa maksudmu?”
“Jika kau bercerai dengan Daylan, maka saat kalian berdua di kemudian hari menikah dengan orang lain dan memiliki anak, anak kalianlah yang akan dijadikan ganti untuk kemudian dijodohkan sesuai keputusan tetua keluarga kalian saat anak kalian lahir. Dan jika sampai itu terjadi, maka anak kalian akan dilarang untuk mewarisi perusahaan dan tidak mendapat perlakuan khusus sebagaimana keluarga Erlangga Marendra pada umumnya. Dia akan hidup sangat berbeda…”
“Bagaimana kau bisa tahu tentang hal itu?”
“Keluargaku cukup dekat dengan keluarga Daylan dan Erlangga. Meskipun sebenarnya dulu aku lebih dekat dengan keluarga Erlangga, tapi aku lebih akrab dengan Daylan sejak SMP. Waktu itu aku tak sengaja mendengar, tapi sejauh yang kutahu, karena alasan itulah ayah Erlangga tak menceraikan istrinya meski dia memiliki seorang
wanita yang sangat dia cintai dan sangat ingin ia nikahi.” Akira kembali tercekat. –Mom- “Tapi Daylan berbeda. Dia akan mengorbankan apa yang perlu dikorbankan untuk melindungimu. Dia tak akan membiarkan anakmu juga menjadi korban. Dia akan menimpakan semua kesalahan pada dirinya dan mungkin dia juga akan menyerahkan semua bagiannya dalam perusahaan dan keluar dari kehidupan mewah keluarga Marendra untuk itu.”
__ADS_1
“Hhh…hhh.. itu tidak mungkin… ini sama sekali tak masuk akal…”
“Itu peraturan keluarga mereka secara turun temurun. Dan jika kau masih tak percaya, terlepas dari kau tahu atau tidak, itulah alasan kenapa kau menikah dengan Daylan dan bukan dengan Erlangga.”
“Huh…?”
“Awalnya yang akan dijodohkan denganmu adalah Erlangga, tapi suatu hari ayahnya pergi dan menemui kakek Erlangga dan membicarakan masalah ini. Saat itu aku datang untuk suatu keperluan, dan aku tak sengaja mendengarnya. Karena pengorbanan ayah Erlangga untuk menikah dengan wanita yang dijodohkannya dan tetap menjaga pernikahannya juga karena ia berhasil mendidik anaknya dengan baik dan menjadi sosok yang sangat penurut, maka kakeknya menyetujuinya dan akhirnya menggantikannya dengan Daylan.” Akira kian tercengang. “Aku mohon, pikirkan perasaan Daylan! Dia menikahimu karena paksaan, dan setelah dia melakukannya dan akhirnya jatuh cinta padamu, apa kau juga akan memaksanya untuk kembali berkorban perasaan dan masa depannya?” Akira terdiam berpikir. Speechless. “Jika kau melakukannya, maka dia akan kehilangan segalanya. Walaupun karena itu Daylan, mungkin ia hanya akan tersenyum di depanmu dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan kau tak perlu khawatir lalu baru menangis di belakangmu saat kau telah pergi. Tapi, coba katakan padaku, saat semua itu terjadi, apakah kau pikir kau bisa bahagia sembari melihat kenyataan yang menimpanya? Kau pikir kau akan bisa tertawa? Bagaimana caramu untuk membalas semua pengorbanannya…?” mata Akira kembali penuh dengan senarai mutira bening.
“Hey, Revan… ini bohong, kan…?”
“Untuk apa aku berbohong padamu? Aku tak bermaksud memihak Daylan dan menyudutkan Erlangga. Aku juga dekat dengannya, dan mungkin baginya kau adalah gadis yang pertama dia sukai, tapi kau juga harus tahu, bagi Daylan kau adalah wanita pertama yang pernah tinggal serumah dan melakukan banyak hal yang bersamanya
“Apa maksudmu? Bukankah dia berpacaran dengan Maura sejak SMP? Mana mungkin dia tak pernah melakukan apapun!”
“Hmm… mungkin menurut sebagian orang itu benar-benar tak mungkin. Tapi, karena aku sangat mengenal Daylan dan Maura, aku bisa bilang itu mungkin.”
“Apanya yang mungkin?”
__ADS_1
“Mereka sangat jarang keluar bersama hanya untuk bersenang-senang. Mereka berdua adalah serius couple yang lebih sering belajar bersama dan saling mendukung mimpi dan cita-cita satu sama lain. Saat SMA karena keduanya adalah orang berbakat, mereka sering dikarantina untuk mengikuti berbagai olimpiade. Mereka hanya sesekali jalan keluar bersama, nonton dan berkunjung ke rumah sakit dan perusahaan untuk belajar ketertarikan masing-masing mereka. Daylan bukan tipe lelaki yang dengan mudah menyentuh wanita, meski mulutnya kadang ber-acting bicara
macam-macam agar tak ada gadis lain yang menyukainya. Mereka serius memiliki hubungan untuk menikah. Tapi, itu dulu. Sejak dia menikah denganmu, dia selalu menghindari topik pernikahan saat sedang dengan Maura. Dia butuh waktu untuk memberitahu Maura dan membereskan semuanya… percayalah sedikit padanya… aku tahu aku tak bisa memaksamu, tapi jika kau pikir bahwa Daylan memiliki lebih banyak orang yang mencintainya dari pada Erlangga, kau salah besar, kau hanya tak tahu ada sangat banyak sosok yang mencintainya sama seperti dirimu… Daylan selalu berada di bawah banyak tekanan dari keluarga besarnya, tapi baru kali ini dia menangis seperti ini… aku tahu ini egois, tapi, aku mohon… jangan membuatnya menderita lebih dari ini…” mata Revan berkaca-kaca.
______________
[1] Itu menyakitkan… ternyata aku masih mencintainya…
Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^
Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)
Follow me on instagram : @nabilaubaidah
Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author- Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu, teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!
__ADS_1
Love you,
Yurizhia Ninawa