Couple In Love

Couple In Love
Episode 36


__ADS_3

                                                    



 


-Tunggu, mahasiswa kedokteran di S2 dari Indonesia, dengan cirri-ciri dan kata-katanya… itu seperti…- Daylan membatin.


“Hey, Daylan! Kenapa kau tiba-tiba melamun seperti itu?”


“Ah, tidak papa! Kalau aku boleh tahu, siapa namanya?”


“Ah, itu! Aku tak begitu baik dalam mengingat nama orang, tapi jika tidak salah namanya… Ma..” Daylan memandang Akira serius. “Ma apa ya? Mungkin Maria… atau Maurya… ah… entahlah! Sebenarnya aku menemui dan bertanya padanya karena awalnya aku penasaran. Aku rasa aku pernah melihatnya, tapi dimana ya…?”


“Ha…ha…ha… kau benar-benar payah dalam mengingat nama orang yang kau temui, ya? Kau bahkan kadang lupa wajah mereka dan dimana pernah bertemu…..” Daylan meledek sembari membatin. –Ah, tapi karena itu aku beruntung! Itu pasti benar dia! Mereka sudah bertemu? Dan apa yang akan terjadi selanjutnya mulai sekarang? Aahh, apa yang harus kulakukan?!-


 


******


“Apa yang akan kau masak, Yuri-ssi?” Akira yang tengah berkunjung ke rumah Yuri mengawali tanyanya saat melihat Yuri hendak masak.


“Aku akan memasak miyeokguk[1] karena hari ini adalah ulang tahun Hyuga.”


“Apa itu masakan kesukaannya?”


“Hah, kau tidak tahu?”


“Tentang apa?”


“Ini masakan yang biasanya dijadikan menu wajib saat seseorang ulang tahun.”


“Oh… aku baru tahu…”


“Apa saja bahan yang dibutuhkan?”


“Yang terpenting adalah rumput laut kering.”


Akira terdiam. Ia ingat Daylan pernah menannyakan tentang tempat yang menjual rumput kering terbaik di sekitar gang sebelum pasar saat membawanya ke pasar pertama kali. –Oh, begitu? Jadi dia ingin membuatkan makanan itu untuk kekasih kesayangannya itu ya? Heeh… dia benar-benar curang! Dia bersikap terlalu baik untuk dibenci sekarang…-


“Akira-ssi!” Yuri memanggil Akira menyadarkannya dari lamunannya.


“Eh, ya…”


“Kenapa kau melamun begitu? Kemarilah dan lihat bahan juga cara memasaknya! Mungkin kau akan bisa memasakkannya untuk Daylan-ssi saat dia ulang tahun nanti…”


“Oh, tentu…” –Kenapa aku harus peduli pada ulang tahunnya saat ia hanya memikirkan ulang tahun kekasihnya itu…-


Keduanya pun memasak bersama. Akira membantu sembari mengingat bahan dan cara membuat miyeokguk.


“Yuri-ssi, apa kau memakai rumput laut kering terbaik yang ada di beberapa gang sebelum masuk ke pasar utama?”


“Oh, aku tidak menggunakannya. Ya, memang rumput laut kering di sana bagus, tapi beberapa waktu terakhir ini daerah itu kurang aman untuk wanita dan gadis cantik.”


“Apa maksudnya itu?”


“Mmmm, ya gitulah…”


“Jadi, gak papa ya, gak pakai bahan terbaik?”


“Yang penting itu perasaan yang kita kasih waktu masak, Ra… bukan bahannya aja… asal kita masak dengan cinta, pasti dia suka… ya, walaupun kalau pakai yang terbaik pasti lebih bagus sih…”


“Oh…”


“Hey Akira! Ngomong-ngomong, apa Daylan-ssi sudah ada kemajuan?”


“Kemajuan apa?”

__ADS_1


“Yah, kalau tidak salah kalian sudah hampir sepuluh bulan tinggal bersama disini, dan terakhir, sejak peristiwa kau sakit beberapa bulan lalu…”


“Maaf, tapi aku tidak paham apa maksudmu.”


“Kau ingat malam saat kau sakit?”


“Hmm. Kenapa?”


“Waktu itu bajumu basah karena salju, kan?”


“Ya, lalu…?”


“Lalu…? Apa kau tak sadar saat bangun bahwa ada seseorang yang melepas dan mengganti bajumu


malam itu?”


Akira terdiam tanpa jawaban dan mulai berpikir. -Melepas… mengganti… kemajuan…? Tunggu! Jangan-jangan... dia...- “Hwaa…!!!! Daylan…!!!” Akira menjerit lepas akhhirnya. Yuri terperanjat dengan reaksi Akira sejenak lalu tertawa terbahak-bahak. “Apa yang kau tertawakan Yuri-ssi!”


“Justru aku yang ingin bertanya, kenapa kau bereaksi seperti itu?”


“Bagaimana tidak?! Dia tiba-tiba berubah menjadi baik dalam semalam. Aku terus bertanya-tanya karena penasaran, tapi tak menemukan jawaban yang aneh akan hal itu, dan ternyata dia berubah baik padaku karena dia sudah melihat semuanya malam itu tanpa sepengetahuanku!!! Dan bodohnya aku tak menyadari apapun… Hwaa…aaa…!!!”


“Ha..ha..ha… kau benar-benar lucu! Oh, maksudku kalian!”


“Apanya yang lucu?!”


“Tadinya aku kira Daylan sangat payah, tapi setelah melihat reaksimu barusan aku tahu kenapa ia bersikap seperti itu…”


“Apa maksudmu?”


“Sebenarnya aku yang melepas dan mengganti bajumu.”


“Heeehhh… kenapa kau tak bilang dari tadi? Aku sudah berpikir buruk tentangnya!”


“Heeehh… kau tidak bertanya dan berkata apa-apa tentang itu, sih…”


“Bagaimana bisa kau yang menggantinya?”


Wajah Akira berubah malu dan merasa bersalah. “Um… M-maaf untuk itu…”


“Ah, kau menganggapnya serius, ya? Tentu saja aku hanya bercanda….”


Akira tersenyum tipis.”Terima kasih untuk melakukannya…”


“Kalian sedikit berbeda. Apa kalian baik-baik saja?”


“Hmm.” –Aku tak bisa dan tak boleh berharap lebih juga….-


“Nah, supnya sudah jadi…! Coba cicipi!”


Akira mencicipi lalu mengangguk tersenyum, “Enak…”


“Benarkah?”


“Hmm.”


“Kalau begitu kau bisa membuatkan yang seperti ini juga untuk ulang tahun Daylan-ssi nanti!”


“Heeh… itu…”


“Anggap saja sebagai rasa terima kasihmu padanya yang berusaha keras memikirkan perasaanmu!”


“Hhh…” desahan Akira tak tersambung kalimatnya karena ponselnya berdering menerima panggilan masuk. Akira meraih ponselnya lalu mengangkatnya. Ia mengisyaratkan maaf pada Yuri lalu melangkah agak menjauh. “Halo, ada apa Day?... Aku ada di apartemen Yuri-ssi. Kenapa?… Belanja bersama?... Kapan?... Hmm, baiklah aku akan langsung menemuimu di tempat parkir… Aku akan segera menyusul…” Akira menutup telponnya.


“Wah, sepertinya ada yang diajak pergi ke suatu tempat bersama…!”


“Yuri-ssi…!”

__ADS_1


“Ah, sudahlah, cepat pergi dan jangan membuatnya menunggu!”


“Hhh… baiklah, terima kasih untuk hari ini…!” Akira tersenyum lalu beranjak meninggalkan apartemen Yuri menuju ke tempat pakir.


Daylan tersenyum mendapati sosok yang ditunggunya datang. Ia menekan klakson mengagatkan orang yang ditunggunya. Daylan menurunkan kaca mobil lalu tersenyum. “Cepat masuk!”


Akira hanya membalas dengan senyum kemudian menurut masuk. “Mau belanja ke mana?” tanyanya


kemudian.


“Apa itu penting kau tanyakan sekarang? Pasanglah sabuk pengamanmu dulu!”


“Kau selalu begitu…” Akira memasang sabuk pengamannya.


Keduanya berangkat menuju mall untuk membeli beberapa keperluan. Sesampainya di sana keduanya berbelanja bersama dengan ekspresi riang menghiasi wajah dan hati mereka. Dan tibalah mereka di kasir untuk membayar. Daylan mengeluarkan dompetnya lalu menarik kartu kreditnya. Namun, Kartu Tanda Penduduknya turut tertarik lalu jatuh. Daylan hendak mengambilnya, namun, Akira menduluinya. “Biar aku yang ambil!”


“Oh, terima kasih!” Daylan lalu menyerahkan kartu kreditnya pada penjaga kasir.


Akira menahan pandangannya sejenak pada KTP Daylan sebelum menyerahkannya. “Ini..!”


“Hmm, terima kasih!” Daylan memasukkan kembali KTP-nya.


Keduanya lalu kembali pulang menuju apartemen mereka. Daylan menata beberapa barang dan Akira


turut membantu.


“Oh ya, aku punya sesuatu untukmu…!” Daylan tersenyum lalu menyodorkan sebuah kotak terbungkus rapi pada Akira.


“Apa ini?”


“Hadiah…”


“Untuk apa? Aku tidak sedang ulang tahun hari ini…”


“Hhh… apa seseorang hanya boleh memberi hadiah pada orang lain saat dia ulang tahun?! Alangkah membosankannya hidup seperti itu!”


“Kalau begitu dalam rangka apa kau memberikannya?”


“Apa aku butuh alasan khusus hanya untuk member hadiah padamu?”


Akira terdiam menunduk. –Hhh… aku tak suka sisi ini darinya… mungkin… karena ini terlalu


berbahaya…-


“Kenapa kau diam? Kau tak mau menerimanya?”


“Tidak, bukan begitu. Aku hanya tidak tahu harus mengatakan apa.”


Daylan tertawa kecil. “Saat ada seseorang yang memberikan sesuatu sebagai hadiah padamu, kau hanya perlu untuk tersenyum dan merasa bahagia menerimanya…”


Akira tersenyum. “Terima kasih!”


“Hmm. Aku harap kau suka!” Daylan lalu beranjak menuju kamarnya.


____________


[1] Sup rumput laut


Pstt... itu gambar di atas tu moment waktu si Daylan abis gangguin pasangan sebelah rumah alias tetangga alias neighbor couple buat gantiin baju ya guys,,,, Jadi, itu abis Akira dah digantiin bajunya dan Daylan abis mandi juga abis si tetangga pada balik:) _Netizen pun menjawab : Enggak penting banget sih thor!!! "Biarin! Biar Kalian gak berfikit atau tanya yang nggak-enggak. Mwahahaa...:)


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. Alhamdulillah cerita kesayangan kita ini resmi dikontrak -KISS & LOVE from Author-  Nah, Supaya Author lebih semangat untuk menulis lebih dari satu chapter perminggu,  teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^ Thanks a bunch Guys!

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2