Couple In Love

Couple In Love
Episode 35


__ADS_3

                                                        



 


*Hallo teman-teman! Apa kabar? Semoga semuanya baik ya.... OK, pertama-tama saya selaku author novel ini meminta maaf pada readers sekalian karena keterlambatan update dikarenakan tugas akhir kuliah dan kecelakaan yang sempat menimpa author. Alhamdulillah, sekarang author sudah sehat kembali dan bisa melanjutkan novel yang mungkin menemani hari-hari membosankan teman-teman selama masa covid yang masih urung jua tuk pergi. OK, jangan lupa dukungannya ya,*sayang..... Happy reading ^_^


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


“Tada…!” Daniel membuka masakan Akira yang ia letakkan dalam beberapa box. Akira harap- harap cemas. “Wow… sepertinya enak!” Daniel segera menyuapkan sesuap makanan ke mulutnya. Daniel mengunyahnya pelan. Akira masih menunggu reaksi Daniel dengan wajah harap-harap cemasnya. Daniel berhenti bersuara sejenak berusaha merasakan makanan dalam mulutnya. Ia kemudian memandang Akira. Wajah Akira berubah pasi sembari membatin bahwa masakannya pasti tidak enak dan Daniel tidak menyukainya. “Akira…”


“Ya, iya. Jangan diteruskan! Aku tahu rasanya sangat ti…” Daniel tertawa memutus kalimat Akira. “Kenapa kau tertawa seperti itu? Apa rasanya seburuk…”


“Hey, Akira! Dengarkan aku bicara sampai selesai!”


“Untuk apa aku menunggumu menyelesaikan perkataanmu jika yang akan ku dengar hanya…”


“Rasanya LUAR BIASA!”


“Heh?”


“Aku tak menyangka kau bisa masak seenak ini dengan satu kali praktik.”


“Benarkah? Kau tidak sedang menghiburku dengan mengatakannya enak, kan?!”


Daniel hanya tersenyum tanpa jawaban lalu melanjutkan makannya. “Kau juga harus makan! Mau aku suapi?”


“Hah?” Akira teringat kejadian sebelum berangkat bersama Daylan.


“Oh, tidak usah! Aku bisa makan sendiri.”


“Oh, baiklah! Sayang sekali, padahal aku kira wanita suka hal-hal seperti itu…”


“Dari mana kau tahu hal tak berteori begitu?”


“Tak berteori kau bilang?”


“Itu teori romance di seluruh dunia, tahu?”


“Haah… kau pasti mengarang lagi…”


“Aku juga tidak tahu karena belum pernah mencobanya. Tapi, dalam sebuah buku yang ku baca saat masih kuliah akhir untuk undergraduate[1] dua tahun lalu tertulis, jika cinta dapat berawal dari suapan. Itulah kenapa dalam beberapa tradisi pernikahan di seluruh dunia memiliki acara saling menyuapi pasangannya…”


“Hah? Benarkah?” Akira kembali teringat saat ia sakit dan hendak menemui Daniel tadi.


“Kanapa kau kelihatan pucat begitu? Tenang saja! Aku tak akan menyuapimu sampai kau mau dan memintaku melakukannya…”


Akira memandang Daniel yang masih mengunyah makanannya. “Bukan itu masalahnya…” Akira membatin.


“Oh ya, dua minggu lagi akan ada kunjungan dari Fakultas Kedokteran. Pastikan kau ikut! Isi seminar itu penting untuk kau ketahui.”


“Seminar tentang apa?”


“Datang saja tanggal dua puluh nanti!”


“Baiklah, akan ku usahakan.”


 


******


“Hey, Maura!” Daniel memanggilnya sembari melambaikan tangan.

__ADS_1


“Hey, calon Kakak Ipar! Apa kabar?”


Daniel tertawa terbahak. “Hey, kau masih ada dalam dunia fantasimu, ya?”


“Apa maksudmu? Kau jealous karena kau belum punya pacar? Atau karena kau mungkin juga menyukaiku?” Maura meledek.


“Jangan bercanda! Aku sudah punya kekasih, tahu?”


“Hah…?! Benarkah?! Kau bercanda, kan?!”


“Kau selalu saja seperti itu… tak punya tata krama pada kakak tingkat sama sekali…”


“Maaf untuk itu…! Aku hanya kaget saja lelaki sepertimu akhirnya bisa menyukai wanita juga.”


“Oh, benarkah? Aku rasa pada akhirnya aku juga hanya manusia biasa…”


“Kau kemarin pulang ke Indonesia, kan?”


“Kapan?”


“Mmm… mungkin enam bulan yang lalu…”


“Tidak. Aku baru wisuda dan mengurus beasiswa S2-ku waktu itu. Dan sampai sekarang aku belum sempat pulang.”


Daniel terdiam berpikir. Jangan katakan padaku anak bodoh itu tidak memberitahunya! “Hey, Maura…”


“Hmm… Kenapa?”


“Aku ingin bertanya sesuatu yang agak sensitif. Jika tak keberatan….”


“Tanyakan saja!”


“Apa kau dan Daylan masih LDR?”


Maura tersenyum. “Tentu saja! Kami sudah sangat saling percaya dan saling mencintai satu sama lain. Kami akan menikah lebih dulu darimu!”


“Tentu saja aku serius! Jangan bilang padaku Kakak tidak berencana menikahi kekasih Kakak! Aku akan membuuhmu jika iya!”


Daniel terdiam. Ada yang tidak beres…


“Maura-ssi…!” seorang staff melambaikan tangan memanggil Maura lalu mengisyaratkan untuk datang padanya.


“Oh, maaf! Aku harus pergi dulu…” Maura berbalik melangkah.


“Maura…!”


Maura kembali menoleh. “Kenapa?”


“Ah, tidak… penampilan mu dalam seminar tadi luar biasa!” ucap Daniel menyalahi apa yang sebenarnya ingin diucapkannya.


“Terima Kasih!” Maura tersenyum kemudian kembali berbalik dan meneruskan langkahnya.


Hhh… aku rasa aku melakukan hal yang benar. Aku tak seharusnya bertanya langsung padanya. Bisa terjadi masalah jika dia benar-benar tak tahu. Apa yang sedang terjadi? Ayah jelas mengatakan bahwa dia akan menikah dan aku juga diminta untuk datang. Hadiahku juga sudah dikirimkan. Apa dia kabur dari pernikahannya? Atau… dia


hanya takut kehilangan Maura karena masih mencintainya…. tapi… Apa Daylan benar-benar tak memberitahunya? Waktu itu, aku jelas melihatnya makan bersama Maura di sini. Apa dia masih menjalin hubungan dengannya? Jangan-jangan dia datang kemari untuk….


Lalu bagaimana dengan istrinya? Dasar bodoh! Dia benar-benar…! Apa yang dia pikir sedang dia lakukan?!


 


******


“Hey Daylan! Bisakah kau tolong aku mengambil beberapa tomat di kulkas?” pinta Akira pada Daylan yang duduk termanggu memandangnya memasak.

__ADS_1


Daylan berdiri lalu melangkah menuju kulkas mengambil beberapa buah tomat dan mendeka  ke Akira menyerahkannya. “Aku tak menyangka, hanya dalam beberapa bulan kau menjadi semahir ini dalam memasak dan akhirnya mengambil alih tugasku…”


“Mengambil alih kau bilang? Aku hanya mencoba menjadi lebih mahir memasak untuk suami masa depanku!”


“Hah?! Apa kau pikir itu tidak berlebihan mengatakannya pada suamimu sendiri?”


“Heeh… ada yang mengaku jadi sumiku!” Akira tertawa jenaka.


“Ah, aku masuk jebakanmu lagi untuk mengatakannya!”


“Maaf untuk itu! Aku tak akan bercanda lagi untuk sekarang.”


“Bagaimana urusan kuliahmu? Apa semua lancar?”


“Tentu saja! Oh ya, kemarin ada seminar yang diisi oleh seorang mahasiswa S2 dari Fakultas Kedokteran. Kau tahu, dia adalah orang Indonesia!”


“Oh, aku tak begitu terkejut untuk hal macam itu. Lagi pula, banyak orang Indonesia yang memang sebenarnya hebat.”


“Bukan hanya itu, dia juga terlihat sangat cantik dan baik. Senyumnya… ah, aku penasaran jika aku bisa menjadi secantik dirinya!”


“Ha…ha…ha…” Daylan tertawa ringan.


“Apa yang lucu dengan itu?! Aku harus belajar bagaimana untuk menjadi lebih cantik di depan suamiku nanti!”


“Ah, kau mengatakannya lagi! Apa kau sebegitu inginnya segera menikah lagi?”


“Kau mengatakannya seolah aku sudah benar-benar menikah! Aku dan kau hanya…”


Daylan mengelus kepala Akira lalu tersenyum memutus kalimat Akira. “Kau sudah cukup baik dengan menjadi dirimu sendiri seperti ini! Aku yakin suamimu akan senang dan menerima apapun itu jika itu dirimu…”


“Ah, kau membuatku justru lebih ingin menjadi sepertinya!”


“Hhh… apa yang membuatmu begitu ingin menjadi sepertinya?”


“Dia bilang dia juga mengambil S1 di sini. Umurnya sama dengan umur kita. Dan dia bilang dia akan segera mengakhiri masa lajangnya karena pangerannya sudah datang dari Indonesia untuk menjemputnya…”


“Heeh, apa pembicaraan seminar sevulgar itu tentang urusan pribadi?”


“Aku sempat ngobrol dengannya. Dan bertanya apakah dia pernah memiliki pacar dari keturunan asli Korea. Lalu dia menjawabnya begitu… dia lebih tertarik pada laki-laki Indonesia yang menunggu, percaya, dan datang untuknya…”


“Heeh, benarkah?”


“Dia sebenarnya sempat mengajakku ke restoran favoritnya. Dia bilang di restoran itu ada menu kesukaan kekasihnya dengan rasa yang sangat enak… dan karena sesuatu terjadi, aku tak jadi ikut makan bersamanya. Tapi, kau tahu, dia bilang restoran itu menyediakan internasional menu dengan…”


-Tunggu, mahasiswa kedokteran di S2 dari Indonesia, dengan cirri-ciri dan kata-katanya… itu seperti…- Daylan membatin.


 


tbc


Itu seperti siapa hayo teman-teman?? :)


____________


[1] S1


Thanks my beloved readers. Please support Author by like, comment, vote, share, & favorite for notification update. See you next time on the next episode ^_^


Author don't own the picture.... Just hope you will be happier by it. it was taken from pinterest:)


Follow me on instagram : nabila ubaidah


Oh ya, terima kasih banyak untuk para pembaca yang sudah memberikan dukugannya. In sya Allah cerita kesayangan kita ini sebentar lagi akan dikontrak dan bila lulus proses kelanjutan kontrak kita akan bisa lebih sering update. So, buat teman-teman, tolong untuk terus berikan dukungan berupa like, comment, vote, share, & favorite untuk Couple in Love ini ya ^_^

__ADS_1


Love you,


Yurizhia Ninawa


__ADS_2