Cuma Angka

Cuma Angka
Keguguran


__ADS_3

Seperti warga pada umumnya, ketika akan hadir bulan puasa maka akan berbondong-bondong membeli stok makanan selama seminggu. Biasanya, seminggu puasa makanan sahur dan berbuka sangat banyak dan enak-enak. Namun, ketika akan dua puluh puasa ke bawah maka yang di makan pun hanya mie dengan berbagai macam olahan.


Dayana pergi ke salah satu mall setelah selesai makan bakso, dirinya ingin mengisi stok kulkasnya agar nanti bisa dengan mudah memasak buka atau sahur untuk dirinya sendiri. Mama dan Papa Dayana masih sibuk dengan pekerjaan mereka di luar kota, sebenarnya Dayana sempat dipaksa untuk ikut bersama keluarganya untuk tinggal di luar kota. Namun, Dayana kekeuh untuk tetap tinggal di rumah meskipun harus sendirian.


"Mbak, mau beli apa?" tanya Irga yang melihat Dayana mendorong troli dan melihat-lihat lorong.


"Mau beli makanan dan minumanlah," ujar Dayana dan berjalan menyusuri lorong yang ada. Dirinya tak tahu di mana letak barang yang dicari, karena ini kali pertama dirinya masuk ke mall tersebut.


"Mbak udah berapa kali ke sini?"


"Belum pernah."


"Kenapa belum?"


"Lebih praktis di Alfamart atau Indomaret, lorongnya sedikit pasti gampang nyari barang. Kalau di mall gini, jangankan barang atau makanan. Jodoh aja dapat!"


"Ngapain di cari? Orang udah di samping, gini!"


Dayana melirik ke arah Irga sekilas, anak tersebut bisa saja membuat Dayana ingin memakan dirinya hidup-hidup. Banyak mata yang melihat ke arah mereka, mungkin dalam hati mereka berkata bahwa Dayana dan Irga adalah pasangan yang cocok. Dengan Irga yang tinggi dan Dayana yang hanya sebahu laki-laki tersebut. Irga tetap fokus ke depan dan mengambil alih troli, dirinya tak mungkin membiarkan wanita yang mendorong biarlah dirinya saja.


"Eh, kenapa lu bawa, Cil?" tanya Dayana kaget karena diambil tiba-tiba.


"Gak papa, biar terlihat seperti suami idaman, Mbak," ujar Irga tetap dengan gaya cool-nya.


Ketika mereka sedang memilih-milih di area buah-buahan, ada seseorang yang menepuk bahu Dayana dan membuat wanita tersebut kaget karena berpikiran bahwa dirinya di sentuh laki-laki yang bukan mahramnya. Irga pun langsung melihat ke arah orang yang berada di belakang mereka.

__ADS_1


"Ada apa, Mbak?" kekeh Dayana yang bisa-bisanya refleks kaget begitu saja.


"Mmm ... Mbak gak keguguran 'kan?" tanya orang yang umurnya mungkin sebaya dengan dirinya.


"Ha?" tanya Dayana kebingungan dengan apa yang diucapkan oleh wanita di hadapannya itu sekarang.


"Itu, Mbak. Ada darah, Mbak keguguran, ya?" tanya wanita tersebut dengan menutup mulutnya.


Dayana segera melihat ke arah belakang dan benar saja dirinya keguguran, eh maksudnya tamu bulanan telah datang, 'Mamvus, nih. Masa aku bilang kalau aku PMS, mana Mbaknya ada suaminya di samping. Malu banget dong aku! Mending aku bilang kalo keguguran aja,' batin Dayana yang merencanakan suatu misi.


"Mas ... Mas! Sakitt ...!" teriak Dayana dengan memegang ujung baju Irga, sedangkan yang dipegang bajunya merasa sedikit tercekik. Beberapa pengunjung langsung berhenti dan memperhatikan Dayana, beruntung wanita tersebut tak teriak dengan suara yang keras. Bukan hanya beberapa orang yang akan memperhatikan mereka, bisa saja bahkan seluruhnya beserta tukang kasir mall tersebut juga.


'Susah kalo suka sama orang yang pengen jadi artis, pinter banget drama,' batin Irga yang sudah tahu kalau Dayana pasti sedang ber-drama agar tak malu.


"Gak usah, Mas! Ayo, ke toilet saja baru kita ke rumah sakit!"


"Makasih, ya, Mbak," sambung Dayana dan tersenyum ke arah wanita serta laki-laki yang ada di sampingnya itu.


"Iya, Mbak. Semoga anaknya baik-baik saja, ya. Cepetan ke rumah sakit," ucap orang tersebut dan meninggalkan Dayana dan Irga.


"Belikan pembalut sama tissue," pinta Dayana dan segera berlari ke toilet mall.


"Lah-lah, ini troli gimana? Si, Mbak ada-ada aja!" Mau tak mau, Irga pun membelikan barang yang sangat dibutuhkan Dayana di saat seperti ini. Meskipun dirinya masih kesal dengan wanita tersebut, karena telah memfitnah dirinya.


"Ini yang mana, lagi? Kenapa banyak banget sih macamnya?" tanya Irga yang kebingungan karena Dayana tak memberi tahu terlebih dahulu merk apa yang dirinya pakai.

__ADS_1


"Ya, udah. Yang ini aja deh," Irga segera ke kasir terlebih dahulu dan membayar pembalut serta tissue yang diinginkan Dayana.


Irga berdiri di depan WC wanita, dirinya telah menelpon Dayana dan menyuruh wanita tersebut untuk keluar dan mengambil barang yang dibutuhkannya saat ini.


"Makasih," ucap Dayana dan langsung mengambil barang tersebut dari tangan Irga. Irga hanya tersenyum melihat kelakuan wanitanya itu, enggan dipanggil bocah tapi kelakuannya hampir mirip bocah.


Irga berjalan kembali ke tempat dirinya menitipkan troli tadi, Dayana telah selesai mengurus masalah yang tembus tersebut. Alhasil hijabnya jadi sedikit basah, tapi beruntungnya tidak terlalu banyak. Dirinya berjalan mencari keberadaan Irga, Dayana melihat ke tempat terakhir meninggalkan laki-laki itu.


"Lah, kok malah gak ada, sih?" tanya Dayana dengan suara pelan. Dirinya menyusuri lorong-lorong dan memperhatikan orang yang ada, matanya tertuju dengan orang yang tengah melihat-lihat ke rak yang terpajang minuman pereda nyeri saat PMS.


"Lah, ngapain lu,Cil?" tanya Dayana yang berada di samping Irga. Irga langsung melihat ke arah suara itu dan berdiri setelah mengambil barang yang diinginkannya.


"Ngambil ini," ujar Irga menunjukkan dua botol Kiranti dan memasukkannya ke troli.


"Untuk apa?"


"Untuk, Mbak minum nantilah. Biar jangan sakit banget perutnya, aku liat dari google tadi kalo cewek itu kadang nyeri PMS juga. Jadi, beli itu deh."


Irga berjalan terlebih dahulu meninggalkan Dayana dengan mendorong trolinya, Dayana masih bingung dengan apa yang terjadi. Ingin terharu tapi yang buat terharu masih bocil, ingin merasa spesial tapi dirinya bukan martabak. Intinya, senyumnya terukir karena perlakuan Irga padanya.


Dayana hanya mengikuti ke mana arah Irga membawa troli saat ini, sebenarnya dirinya sudah merasa tak nyaman dengan apa yang dipakainya sekarang. Hijab yang sedikit basah dan ditambah lagi dirinya yang tiba-tiba PMS, biasanya mood wanita tersebut akan sangat buruk jika sudah seperti ini. Namun, sebisa mungkin ditahan dan tetap bahagia karena dirinya belum siap belanja keperluan.


Biasanya setiap wanita yang tengah PMS memiliki berbagai macam perubahan, bisa jadi tambah galak, sikap yang berubah, mood yang buruk, mudah sedih dan masih banyak lagi. Sebagian besar laki-laki juga bilang jika wanita itu terlalu lebay, karena PMS jadi galak atau mudah sedih. Padahal, mereka tak pernah tahu apa yang dirasakan oleh wanita tersebut.


"Jangan pernah berucap, jika kau tak pernah merasa!" ucapan Dayana ketika seseorang pernah berkata bahwa dirinya terlalu lebay karena menangis menahan nyeri PMS yang dialaminya. Hal tersebut, mungkin tak akan pernah dilupakannya.

__ADS_1


__ADS_2