
Tok ... tok ... tok .. Ketukan pintu terdengar.
"Deo sayang," panggil mama Deo dari luar kamar.
"Deo," panggil mamanya sekali lagi tapi masih tak ada sahutan.
Mama Deo, memegang gagang pintu kamar Deo dan ceklekk...
"Enggak di kunci," gumam mamanya.
"Deo mama masuk ya," izin mamanya tak ada sahutan mamanya pun membuka pintu kamarnya perlahan - lahan, setelah pintu telah terbuka habis terlihatlah Deo yang sedang tidur di kasurnya dengan begitu nyenyaknya.
"Huh ... tidur ternyata anaknya mama pantes di panggil nggak nyaut," senyum mama Deo.
"Deo sayang bangun, Nak kita makan dulu yok," mama Deo membangunkan Deo.
"Emm ..." dehem Deo masih dengan mata yang tertutup.
"Bangun sayang makan dulu, dari tadi siang kamu belum makan lho nanti sakit," ucap mama Deo.
"Deo ngantuk Ma," ucap Deo males.
"Deo bangun dulu, Nak makan dulu nanti kalau udah makan baru tidur lagi ya," ucap mama lembut.
Tidak ada sahutan dari Deo.
"Deo," ucap mama lagi.
"Iya Ma nanti bentar lagi ya 5 menit deh," ucap Deo masih dengan mata tertutup.
"Yaudah 5 menit ya jangan boong Mama tunggu di bawah papa juga udah di bawah," ucap mamanya.
"Iya Ma," ucap Deo males.
"Yaudah mama turun ya, awas 5 menit ya," ingat mama lagi di saat dia ingin keluar dari kamar Deo.
"Iya Ma."
Mama Deo telah keluar dari kamar Deo.
Tring..tring..(notifikasi hp Deo)
"Siapa sih," gumam Deo dengan mata yang masih tertutup, tangannya
merabah - rabah di atas nakas samping tempat tidurnya yap ... akhirnya tangannya berhasil menangkap di mana hp nya di taruh.
Deo mengambil hp nya saat membuka hp nya Deo memicingkan matanya, dan tangan kirinya sedikit menutupi matanya guna menutupi matanya dari silaunya cahaya hp.
Whatsaap
Chat
Bro.Andy
Bro elo tadi di taman sama siapa? isi pesan dari Andy.
"Dira" balas Deo singkat karena Deo sedang males banget untuk ngetik
panjang - panjang, rasa kantuk masih di rasakannya.
----
"Dira siapa Dira," pikir Andy.
Belum sempat Andy membalas pesannya, Deo kembali memberi pesan.
Chat
"Ndy udah ya gue ngantuk banget, ini gue mau tidur lagi" isi pesan Deo.
Andy kembali berpikir.
"Oh iya iya, gue paham mungkin maksud Deo cewek yang di taman itu Difa," ucap Andy.
Yah Andy salah paham dia pikir Deo tadi salah ketik awal memang Andy curiga kok namanya Dira bukan Difa, tapi setelah mendapat pesan dari Deo lagi dan Deo mengatakan bahwa dia ngantuk dan dia ingin tidur lagi sekilas yang ada di pikiran Andy bahwa Deo sedang tidur sebelum dia mengirimi pesan tadi. Dan Deo terbangun saat mengetahui ada pesan masuk dan di situlah mungkin Deo sedikit ada kesalahan dalam mengetik.
__ADS_1
----
"Kak Deo belum juga ada kabar," ucap Difa.
Dari tadi sore sejak Kepulangan Deo dari rumahnya, Difa belum sedikit pun mendapat kabar darinya.
"Kak Deo kenapa ya kok nggak kasih kabar, nggak biasanya kayak gini," gumam Difa.
Percepat.
keesokan harinya.
Di rumah kediaman keluarga DIRGANTARA.
Meja makan.
"Dif kamu berangkat sekolahnya di jemput sama pacar kamu, atau kamu mau berangkat bareng papa?" tanya papa.
Difa diam, dalam hatinya kak deo jemput aku nggak ya.
"Dif, jawab dong sayang papa nanya itu," ucap mamanya.
"Em ... em .. ikut bareng papa aja deh," jawab Difa ragu - ragu.
"Pacar kamu nggak jemput?" tanya papanya.
"Em ... enggak Pa kak Deo ada urusan jadi dia berangkatnya duluan dari tadi pagi," ucap Difa memberi alasan.
"Urusan?" curiga papa.
"Em ... iya urusan Pa," ucap Difa gugup.
"Urusan apa?" kini mamanya yang bertanya.
"(Duh mati aku jangan sampe mama papa curiga)" ucapnya dalam hati.
"Itu ... itu Ma uru..san urusan osis, iya urusan osis," ucap Difa.
"Urusan osis?" bareng mama papanya.
"Iya Ma, Pa kak Deo kan ketua osis di sekolah," ucap Difa.
"Iya Ma biasanya orang yang jadi ketua osis itu orangnya memiliki jiwa kepemimpinan yg besar, gagah bertanggung jawab dan yang paling utama orangnya bijaksana," ucap papa Difa juga.
"Difa tersenyum kecut."
Selesai sarapan.
Difa berangkat sekolah dengan di antar papanya.
**
Di sekolah
"Kak Deo mana ya?" cari Difa di sepanjang jalannya.
Di saat sedang mencari - cari Deo, mata Difa tak sengaja menangkap seorang
laki - laki, yang sangat di kenalinya sedang duduk di salah satu kursi tidak jauh dari lapangan basket.
Difa menghampirinya.
"Kak," panggil Difa.
"Difa, duduk - duduk" ucap orang itu.
Difa duduk.
"Ada apa?" tanya orang itu.
"Kak Raf," lirih Difa.
Jadi lelaki yang di hampiri Difa itu Raffa.
"Kenapa, kok kayak sedih gitu?" tanya Raffa.
__ADS_1
"MORNING semua," ucap Andy tiba - tiba datang.
"Lho ada Difa," kejut Andy.
Difa hanya diam.
Raffa menatap Difa sekilas."Iya," jawab Raffa kepada Andy.
"Kenapa dia?" tanya Andy kepada Raffa.
"Enggak tau dari tadi dia dateng, dia udah kayak gini aja," jawab Raffa.
"Dif, kamu kenapa?" tanya Raffa hati - hati.
"Kak Raf, kak Deo mana?" ucap Difa lirih bersamaan jatuhnya air matanya.
Sejak kemarin sore Difa berusaha untuk menahan emosinya dan sejak kemarin sore juga Difa berusaha untuk tegar untuk tidak menangis sampai tadi pagi dia masih berusaha menahan untuk tetap tegar, namun apa yang terjadi sekarang Difa sudah tak mampu lagi untuk membendung semua itu sendiri. Dia tumpahkan dia curahkan semua unek - uneknya yang dia pendam dari kemarin sore dengan menangis sejadi - jadinya.
Raffa dan Andy pun kaget melihat Difa menangis seperti itu.
"Gimana?" tanya Raffa kepada Andy.
"Tanya. Coba tanya," ucap Andy.
"Em ... dek kamu kenapa?" tanya Raffa pelan.
"Kak, kaaakk Deo kemaaana?" ucap Difa di sela tangisnya.
"Deo ya di rumahnya," jawab Raffa heran.
"Emang kenapa kalian ada masalah apa?" tanya Andy hati - hati.
"Kak Deo nggak ada kabar kak dari kemarin sore nggak biasanya kayak gini, kak Deo juga biasanya kirim pesan sama Difa tapi dari kemarin sore sampe semalem kak Deo juga nggak ngasih kabar
apa - apa," ucap Difa sesenggukan.
"Mungkin Deo nya ada urusan yang penting kali. Jadi dia nggak sempet buat ngabarin Difa," ucap Raffa mencoba memberi pengertian pada Difa.
"Tapi kak, kak Deo nggak biasanya kayak gini," ucap Difa lirih.
"Tunggu - tunggu," ucap Andy tiba - tiba.
Raffa dan Difa menatap Andy.
"Dif, bukannya kemarin sore kalian
jalan - jalan ya?" tanya Andy heran.
"Jalan - jalan?" bingung Difa.
"Iya" jawab Andy pasti.
Raffa diam mendengarkan percakapan ke dua orang itu.
"Kita nggak jalan - jalan," ucap Difa lirih.
"Lho bukannya kemarin cewek yang jalan sama Deo di taman itu kamu," heran Andy.
"Elo salah liat kali Ndy, orang Difa juga bilang kalau mereka kemarin nggak jalan," ucap Raffa langsung.
"Enggak Raf gue liat sendiri itu Deo. Dan gue juga sempet nanya kok sama Deo itu cewek yang bareng dia siapa," jelas Andy.
"Terus katanya siapa?" tanya Raffa.
"DIFA," jawab Andy.
"Emang itu beneran kamu?" tanya Raffa pada Difa.
"Bukan kak kan Difa udah bilang Difa enggak jalan sama kak Deo," ucap Difa.
"Lah terus itu siapa?" bingung Raffa.
"Apa elo liat muka ceweknya kalau itu beneran Difa?" tanya Raffa lagi pada Andy.
"Nah tuh dia masalahnya gue kagak liat, karna posisi ceweknya itu membelakangi gue jadi otomatis yang gue liat mukanya cuma Deo doang."
__ADS_1
"Terus elo nggak berusaha nyamperin mereka gitu," ucap Raffa.
"Gue mau nyamperin mereka tapi ya elo tau sendirilah, Nesa pacar gue gimana orangnya kemaren dia tiba - tiba aja ngajakin pulang ya gue kagak bisa nolaklah," Jelas Andy.