CUPU

CUPU
PASANGAN


__ADS_3

"Kamu jemput aku kan, hari ini?"


"Iya, aku jemput kamu tunggu ya!"


Tut.. Sambungan telpon putus.


Hari ini, Kedua pasang kekasih itu.. Punya kelas pagi.


Seperti telah, memiliki tanggung jawab baru terhadap kekasihnya. Menjaga dan melindungi, Difa kini merupakan tugasnya.


Sebisa mungkin, Kevin menjalankan tugasnya dengan baik. Seperti hari ini Kevin akan menjemput, Difa sebelum ke kampus.


***


"Kak, aku duluan ke kelas ya," ucap Difa, setelah berada tepat di depan kelasnya."Makasih udah nganterin," ucap Difa kembali.


"Iyaa semangat belajar ya cantik," ucap Kevin, mengacak gemas rambut Difa.


"Hehe.. Aku masuk ya," ingin masuk ke kelas, tapi terhenti oleh Kevin yang menahan tangannya.


"Nanti malem, temenin aku ke acara kantoran Papa yaa," ucap Kevin."Kamu bisa kan?" tanyanya penuh harap.


Melihat Difa bengong."Acara peresmian pemegang kuasa kantor baru. Ada Bang Deo juga kok di sana," ucap Kevin.


"Mau kan, nemenin aku?" tanya Kevin."I-iya Kak," jawab Difa.


***


Jam 7 malam.. Kevin menjemput Difa.


Baju gaun tak banyak motif, simple dan terlihat elegan, dikenakan Difa.


Serta make up tipis yang menambah keanggunannya.

__ADS_1


Kantor.


Sudah banyak tamu undangan yang datang, mereka dari pekerja kantor itu sendiri, seperti karyawan contohnya.


"Kak? Emang nggak papa, aku di sini?"


"Memang kenapa? Kamu pacar aku, kamu berhak di sini." ucap Kevin lembut.


"Tapi nggak enak aja, Kak. Di sini tamunya para karyawan kantor semua."


"Sedangkan aku, aku bukan siapa-siapa dan juga bukan.." terputus.


"Sstt.. Nggak boleh ngomong gitu, kita masuk aja yuk," menunjuk ke arah ruangnya acara.


Di dalam.


"Kevin/Difa," Deo, yang melihat kedatangan Kevin dan Difa di pintu masuk ruangan.


Kevin yang menangkap sosok Deo, yang sedang memperhatikannya tersenyum.


**


"Hm dateng juga lu akhirnya," ucap Deo kepada Kevin.


"Iya lah," Kevin terkekeh.


Deo mengalih menatap Difa."Difa ikut?" menatap Kevin kembali.


"Iyaa nggak papa kan?"


"No problem."


Di tengah berbincang-bincang ada sosok laki-laki tak terlalu tua tak terlalu muda, menghampiri mereka.

__ADS_1


"Permisi Pak, Bapak dipersilakan untuk bersiap-siap menaiki panggung," ucap lelaki itu kepada Deo.


"Baik terima kasih," ucap Deo dengan nada bicara yang berwibawa.


Angguk lelaki itu."Dan, bawak lah juga pasangan Bapak untuk naik," ucap lelaki itu melirik Difa lalu kembali melirik Deo.


Deo melongok mendengarnya, namun berusaha ia tutupi dengan menunjukkan ekspresi biasanya saja.


"Apa ini harus?" tanya Deo.


"Lebih baiknya seperti itu," ucap lelaki itu."Lagi pun pasangan Bapak sangatlah anggun malam ini." ucapnya menatap Difa, Deo dan Difa saling tatap.


"Baiklah Pak saya permisi," ucap lelaki itu.


"Sepertinya dia salah paham," ucap Kevin terkekeh.


"Hadirin semua, ini lah yang kita tunggu, kata sambutan dari kepala kantor kita.. Bapak Deo Atmaja."


"Dan sepertinya beliau akan membawak wanita spesialnya naik ke atas," ucap lelaki yang tadi menghampiri mereka, dan ternyata merupakan mc pemandu acara.


Semua orang bertepuk tangan.


Deo kelimpungan, Kevin yang melihat gerik Deo yang kebingungan.. Memberi kode Difa.


Difa yang mengerti mengangguk mengerti.


"Kak Deo? Mau aku temenin."


Deo mengangkat tundukan kepalanya."I-Iya," jawab Deo gugup.


Mereka berjalan menuju ke atas panggung kecil, dengan tangan sebelah kanan Difa yang melingkar di tangan kiri Deo.


Mereka yang melihat adegan itu dibuat baper.

__ADS_1


Kevin sendiri? Ia tak terlalu mengambil hati, ia tau.. Deo tak akan menikungnya begitupun Difa tak akan menghianatinya. Ia percaya itu.


Note: Deo belum mengetahui hubungan Kevin&Difa. Dan Kevin, Difa belum mengetahui status Deo sekarang yang sudah menikah.


__ADS_2