CUPU

CUPU
Berteman


__ADS_3

Gia melihat sekujur tubuh Foa. Meneliti Foa dan menatap mata Foa yang juga sama mengenakan kacamata. Tak berselang lama Gia menundukkan pandangannya kembali Gia masih takut jika harus menatap mata orang yang masih asing baginya.


"Lo ngga usah takut Gia, gua ngga bakal sakitin lo"


Foa mencoba untuk meyakinkan Gia. Foa hanya ingin menemani gadis yang selama ini menjadi bahan omongan satu sekolah karena bagi Foa semua itu sama, selain itu Foa juga merasakan apa yang Gia rasakan pasalnya Foa juga menjadi salah satu anak yang suka di bully di sekolah tapi kadang Foa suka berani melawan mereka yang membullynya.


"B.. ag.. aimana.. aku bisa yakin kalo kamu beda dengan yang lain? "


Tanya Gia masih was was. Banyak sekali kejadian beberapa orang yang menyakinkan Gia untuk bersikap baik kepadanya padahal mereka itu bermuka dua setelah berada di belakang Gia.


Foa menarik nafas dalam.


"Lo mau kan temenan sama gua? Gua janji gua ngga bakal macem - macem sama lo.. Lo kan tau sendiri nasib kita sama di sekolah ini"


Usaha Foa meyakinkan Gia kembali akhirnya disambut baik oleh Gia. Gia menanggukkan kepalanya yang tandanya Gia mau berteman dengan Foa.


"Gua Foa anak kelas XI IPS 3 , gua ngga nyangka ternyata lo tergolong siswi pinter ya"


"Mmm.. Aku cuman menjalankan tugasku sebagai seorang pelajar"


Foa tersenyum mendengarkan apa kata Gia. Foa menaruhkan tangan kirinya di atas pundak Gia tanda pertemanan mereka sudah dimulai.


---0---


Seperti biasanya sehabis pulang sekolah Gia harus bekerja. Ia sudah hampir 2 tahun bekerja di caffe shop dekat dengan panti asuha yang ia tempati. Meskipun Gia menjadi seorang pelayan tapi Gia merasa bangga karena di usianya yang masih muda ini Gia bisa membantu sedikit keuangan panti asuhan. Biasanya sebelum Gia mulai bekerja ia harus mengganti pakaiannya terlebih dahulu.


"Gia, tolong anterin ini ke meja nomor 03"


Ujar pelayan caffe lainnya. Gia langsung mengambil nampan yang berisikan makanan dan minuman siap saji dan menghantarkannya ke meja nomor 03. Dengan hati - hati Gia memberikan makanan dan minuman itu ke customernya.


Pukul 20.00 waktunya Gia untuk pulang. Gia senang karena hari ini Gia menerima gajinya kembali. Gia langsung bergegas menuju warung terdekat untuk membeli beberapa es krim. Selama perjalanan menuju ke panti asuhan Gia selalu tersenyum apalagi Gia bisa membelikan es krim untuk adik - adiknya disana.


Sesampainya di panti asuhan Gia memarkirkan sepedanya dan mencuci tangannya sebelum masuk. Gia melihat adik - adik yang senasib dengannya sedang bermain tertawa satu sama lain, hal ini yang membuat semangat Gia bangkit untuk berada disisi nereka.


"Wahh.. Lagi pada main apaan sih? Seru banget"

__ADS_1


Setelah mendengarkan kata Gia mereka langsung melihat ke arah Gia termasuk juga Riri yang sedang bermain boneka.


"Teh Giaa.. "


Teriak mereka semua. Meskipun Gia tak memiliki keluarga yang lengkap tapi Gia senang bisa menemani keseharian mereka.


"Teteh bawa apa? "


Tanya Riri melihat Gia membawa satu bungkus kresek.


"Sini sini, coba kalian tebak teteh bawa apa buat kalian? "


Mereka langsung berkumpul mendekati Gia.


"Coklat? "


"Jajan? "


Seru mereka satu persatu.


"Es krim "


Ujar Riri. Gia membuka kresek itu dan membagikan es krim yang telah ia beli untuk adik - adiknya.


---0---


Nata masuk ke dalam kamarnya. Membuka hpnya dan melihat web sekolah yang dibanjiri berita tentang Gia yang sedang di bully habis - habisan oleh Mocca. Mata Nata langsung terbuka lebar melihat kejadian ini. Sebenarnya Nata bodoamat dengan sikap mocca kepada siswa lain tapi setelah melihat itu adalah Gia, Nata langsung meremas tangannya.


"Dasar wanita peyot..!"


"Cupu cupu lo kenapa sih ngga lawan aja tuh nenek peyot"


Decak Nata. Nata membiarkan berita itu begitu saja. Nata langsung melihat room chatnya yang di penuhi dengan beberapa pertanyaan dari teman - temannya ada apakah Nata dengan Gia.


Brebroo boy

__ADS_1


Dimas : Bro lo pacaran sama Cupu?


Adit : Anjirr, kenapa kualitas lo menurun sih?


Dimas : Jangan - jangan si Nata lagi kesambet


Nata : Kalian semua pada gila? Ngapain gua suka sama si Cupu? Yang ada gua ilfil sama dia..!


Dimas : Lo serius bro?


Nata : Jingan kalian semua..!


Adit : Hahaha, sante aja bro gua percaya sama lo


Dimas : Sumpah lo gila banget, kalo lo ngga suka sama cupu ngapain buat trending di sekolah antara lo sama cupu?


Adit : Dim, awas kalo tuh singa marah gua ngga tau menau ya


Nata : Kalian mau ribut sama gua?


Adit : Engga kok Nat, kita cuman bercanda :)


Nata : Yang buat gua tranding sama cupu itu netizen kalo gua ngga sudi kali sama si cupu!


Dimas : Hahahaa, kalo sama Mocca gimana?


Nata : Lo jangan tanya gua soal nenek peyot, gua jijik gua ngga sudi juga sama tuh orang..!


Adit : Ya udah izin ngambil mocca buat gua ya bro


Dimas : Cantik - cantik kok di bilang nenek peyot.


Karena Nata sudah lelah dengan hujatan para netizen Nata membuang ponselnya kembali. Nata mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi.


Tak ada yang lebih berarti dari sebuah kehidupan, kecuali membuat mereka tersenyum. ~Gia Sabila Putri

__ADS_1


__ADS_2