CUPU

CUPU
MANJA


__ADS_3

Prok.. Prok.. Prok.. Tepuk tangan semua, diakhir kalimat Deo.


"Keren.. Bang," ucap Kevin disaat Deo sudah berada dihadapannya, dengan diiringi Difa.


"Gue, memang keren.. Kemana aja lu baru sadar," ucap Deo dengan bicara songongnya.


"Yaelah.. Baru aja dipuji, sudah besar kepala aja," Kevin sinis.


Difa menatap geli saja, kepada kedua lelaki yang ada dihadapannya itu.


"Dasar.. Udah pada gede aja, masihh aja kayak anak kecil," rutuk Difa.


Keduanya menatap Difa reflek."Bilang apa tadi?" tanya keduanya, bertanya seakan mereka adalah seorang polisi yang sedang mengintrogasi narapidana.


Difa bergidik ngeri, melihat keduanya."Hehe gak kok, tadi ada anak kecil lewat," dustanya.


Kevin dan Deo tersenyum kemenangan, mereka merasa berhasil sudah membuat Difa takut.


"Kak pulang yok," rengek Difa, bergelantung di lengan Kevin.


"Acaranya belum selesai lho? Mau pulang juga?" ucap Kevin menundukan wajahnya, agar bisa melihat wajah Difa yang sedang menyenderkan kepalanya di lengannya.


Tak menjawab, Difa hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.


"Difa mau pulang?" bukan Kevin, melainkan Deo yang bertanya.


Tak ada jawaban, dari orang yang ditanyanya."Bawak pulang deh!" ucap Deo.


"Tapi acaranya.."

__ADS_1


"Udah gak papa, lagian juga hampir selesai kok."


"T-tapi gue jadi gak enak sama lo," ucap Kevin bingung.


"Gak papa gue bisa."


Kevin mengangguk mengerti."Yuk Dif!" ucap Kevin pada Difa. Difa mengangguk, namun kepalanya masih saja bersender di lengan Kevin.


Kevin mengerutkan keningnya, tangan kanannya terangkat, mengusap lembut rambut Difa."Katanya mau pulang hm?" tanyanya dengan sedikit menundukkan kepala agar dapat melihat wajah kekasihnya.


"Hm.." hanya deheman yang dibalas Difa.


Kevin terkekeh sebelum melanjutkan bicaranya."Yaudah kalau gitu, lepas dulu tangannya.." diiringi acakkan yang dibuatnya di rambut Difa.


"Gak mau lepas.. Jalannya gini aja," ketus Difa masih setia dengan posisinya beberapa detik lalu.


***


Mereka berjalan meninggalkan acara, keluar menuju tempat parkiran.. Banyak pasang mata yang menatap mereka selama mereka berjalan.


"Soswet."


"Serasi sekali mereka."


***


"Kok jadi manja gini sih.. Prin?" ucap Kevin terkekeh.


"Hm emang gak boleh ya, Kak?" tanya Difa menengok ke samping, memandang wajah Kevin yang sedang menatap fokus ke depan, mengemudikan mobil.

__ADS_1


Kevin menengokkan kepalanya menatap Difa sebentar, sebelum kembali fokus memandang jalanan."Kata siapa gak boleh, ya bolehlah," ucap Kevin lembut.


"Apalagi untuk pacar aku yang cantik ini," sambungnya, membuat Difa menatapnya sendu.


"Kak Kevin beneran tulus sama aku, aku gak mau nyakitin Kak Kevin.. Aku akan coba untuk menerima hubungan ini.. Aku gak boleh lagi terus berharap kalau aku akan bisa kembali sama Kak Deo. Kak Deo berhak bahagia, begitupun juga dengan Kak Kevin," batin Difa sedih.


***


"Aku pulang ya.. Langsung tidur jangan begadang-begadang," ucap Kevin.


"Iya.. Kak Kevin juga.." ucap Difa memberi senyum manisnya.


"Masuk gih!" ucap Kevin memerintah.


"Iya."


Setelah melihat Difa sudah masuk ke dalam rumahnya, ada rasa lega di hati Kevin.


"Hari ini.. Aku berhasil menjagamu dengan baik," bibirnya terangkat, mengukir senyum.


Cukup lama ia berlarut dengan pikirannya, dan kemudian melajukan mobilnya menuju pulang ke rumahnya.


***


"Iya sayang, aku juga kangen sama kamu."


"Abang, lagi telponan sama siapa?" suara Kevin mengagetkan Deo yang sedang bicara entah dengan siapa di telpon.


"Kevin!" kaget Deo yang sudah mendapati Kevin di sampingnya dan tengah menatapnya.

__ADS_1


__ADS_2