CUPU

CUPU
MAMA DEO


__ADS_3

Di kamarnya ... tampak gadis itu sedang berbicara dengan kekasihnya di balik ponselnya.


"Yaang kamu besok sekolah kan?" tanya kekasihnya itu.


"Iya kak," jawabnya.


"Besok aku jemput ya," ucap kekasihnya.


"Eh enggak usah kak, nanti aku berangkat sendiri aja," ucapnya.


"Lho kenapa yaang? kok nggak mau di jemput biasanya juga aku jemput kamu, dan kamu juga biasanya enggak masalah kalau aku jemput kamu," tanya kekasihnya.


"Em ... bukan gitu kak aku cuma takut ngerepotin kakak, besok kan juga hari pertama kakak kuliah. Pasti kakak repot mau siapin inilah siapin itulah, kalau kakak jemput aku itu artinya kakak harus buru - buru dong rumah aku kan jauh dari rumah kakak. Terus kakak mau anter aku ke sekolah dulu yang ada kakak bisa telat," jelas Difa lembut agar kekasihnya itu tidak salah paham.


"Iya kakak tau sayang, terus kalau kakak nggak jemput kamu. Kamu berangkatnya gimana terus sama siapa? hayoo..."


"Emm ... ya paling naik taxi kak," ucapnya.


"Nah kan, ini nih yang bikin kakak khawatir," ucap kekasihnya.


"Khawatir?" ucap Difa.


"Iya khawatir, kamu denger ya yaang sekarang ini lagi banyak penjahat yang bermodus sebagai sopir - sopir taxi kayak gitu," ucap Deo.


"Yaelah kak, sampe segitunya ... hehehe. Denger ya kakak sayang, kita boleh waspada ... tapi ya jangan kayak gitu juga. Karna enggak semua sopir taxi itu punya niat jahat kayak gitu mereka juga ada kok yang bener - bener bekerja dengan amanah bahkan enggak satu, dua aja bahkan hampir seluruh sopir taxi itu orang baik kak, yang jahat itu hanyalah orang yang memanfaatkan keadaan aja mereka mau cari keuntungan dengan cara yang curang dan juga kita enggak boleh asal - asalan menuduh kak. Jangan mentang - mentang ada satu sopir taxi yang jahat kita jadi nyalahin semua sopir taxi mereka juga enggak tau apa - apa kak. Dan mereka juga pasti enggak mau juga di tuduh - tuduh karna perbuatan yang jahat yang sama sekali enggak mereka tau," ucap Difa lembut.


Deo hanya diam.


"Kak, kak halo..." ucap Difa.


"Eh iya ... yaang," jawab Deo.


"Kakak kenapa diem?" tanya Difa.


"Ya, diem aja habisnya kamu ngomongnya panjang banget sih aku kan jadi berasa lagi ngedengerin mama ngomel," jawab Deo.


"Hehehe bisa aja, awas ketahuan mama kena marah lho kak," ucap Difa.

__ADS_1


"Hehehe tenang aja, mama enggak ada di sini kok jadi amanlah," ucap Deo.


"Ehem..." suara deheman terdengar dari belakangnya.


"Eh, Mama ... ada apa Ma? kok tumben ke kamar Deo," ucap Deo.


"Bilang apa tadi kamu?" tanya mamanya dengan berkacak pinggang.


"Hehehe, enggak kok Ma," ucap Deo.


Difa yang mendengar percakapan antara ibu dan anak itu, tertawa di balik ponselnya.


"Hahaha," suara tawa Difa.


"Itu siapa?" tanya mamanya.


"Emh ... itu Ma, itu..." ucapnya terpotong ketika mamanya langsung mengambil ponsel dari tangannya.


"Eh ... eh, Ma," ucapnya.


"Halo..." ucap mama Deo.


"Halo..." ucap orang itu lagi.


"I...ya halo," jawab Difa ragu - ragu.


"Ini siapa? pacarnya Deo ya..." ucap mama Deo.


"Emh ... iya," jawab Difa gugup.


"Pacarnya Deo hehehe ... nama kamu siapa sayang?" tanya mama Deo lembut.


Difa yang kaget karna dipanggil dengan sebutan sayang, oleh Mama kekasihnya itu langsung bengong.


"Halo..." ucap mama Deo lagi karna merasa tidak ada jawaban.


"I...ya ... Tante nama aku Difa," jawab Difa.

__ADS_1


"Difa ... wah cantik banget namanya pasti orangnya juga cantik," ucap mama Deo.


"Ah, Tante bisa aja," ucap Difa malu - malu.


"Kita lanjut ngobrolnya, sambil Vc aja gimana sayang?" ucap mama Deo.


"Emh ... boleh - boleh aja Tant," jawab Difa.


"Yaudah Vc ya," ucap Mama Deo.


"Ma..." panggil Deo.


"Udah diem sayang," ucap mama Deo.


Mereka pun Vc.


"Ah mama, pake Vc lagi pasti lama itu ngobrolnya. Ah malesin aja," ucap Deo dalam hati.


"Hai ... cantik," sapa mama Deo pada Difa.


"Hai ... Tante," balas Difa.


"Cantik ya, calon mantu tante," ucap mama Deo memuji Difa.


Difa tersipu malu."Tante bisa aja, Tante juga cantik kok awet muda," ucap Difa juga.


"Hehehe, bisa aja kamu. Cantik pacaran sama Deo nya udah lama?"tanya mama Deo.


"Duh mama kepo banget sih," gerutu Deo dalam hati.


"Ma, udah ya Vc nya. Nanti ngobrolnya sambung besok - besok aja ya udah malem ini," ucap Deo pada mamanya itu.


"Ih ... apasih, Mama mau ngobrol - ngobrol ini sama calon mantu. Kamu diem aja jangan ganggu," ucap mama Deo.


"Ah, Mama..." ucap Deo.


"Udah diem, Mama mau lanjut ngobrol," ucap mamanya.

__ADS_1


"Sayang maafin Deo ya, dia emang gitu anaknya suka nyebelin," ucap mama Deo sedikit terkekeh.


"Hehehe, iya ... Tant.


__ADS_2