CUPU

CUPU
ALEX WIJAYA


__ADS_3

"Orang yang elo cintai selama ini adalah... seorang pembunuh," ucapnya dengan suara pelan namun masih bisa didengar oleh telinga Difa.


Difa yang tadinya menatap orang tersebut dengan seriusnya, kini mengendarkan pandangannya.


Tubuhnya yang tadinya tegang, kini melemas.


Pikirannya sudah tak karuan, lintasan bayangan lelaki pujaannya itu terus mengelilingi isi pikirannya.


"Enggak, enggak mungkin," ucapnya lirih.


Lelaki itu hanya tersenyum sinis.


"Kamu pasti bohong kan," ucap Difa menatap kembali lelaki di depannya itu.


"Apa untungnya buat gue?" jawab lelaki itu dingin.


Difa yang sudah merasakan panas di matanya sejak tadi, tak tahan menahannya lagi. Dan tanpa izin lagi air matanya turun mengalir deras.


"Dia adalah pembunuh," ucap lelaki itu lagi.


Difa tak merespond ucapannya, rasa sakit menyeruak hatinya.


Tak sanggup ia berkata-kata lagi, hanya diam membisu dan terus menangis saja.


Kembali bayangan Deo menguasai pikirannya, terlintas bayangan-bayangan kebersamaannya dengan lelaki yang telah menjadi kekasihnya selama 8 bulan terakhir ini.


Kak Deo nggak mungkin jahat seperti itu, batinnya mencoba menepis segala pikiran jahatnya.


Cukup lama ia diam, memejamkan matanya, mencoba untuk tenang.


Sesekali ia menangis sesenggukan.


Lelaki itu bersuara...


"Kasian ya lo, anak baik-baik, polos, lugu tapi sekali dapet cowok dapetnya yang bajingan kayak gitu," ejeknya.

__ADS_1


Difa yang mendengar kata bajingan yang disebut dengan sengaja untuk menyebut kekasihnya itu mulai panas.


Ditatapnya tajam lelaki di depannya itu...


"Jangan pernah sekali-sekali kamu panggil kak Deo dengan sebutan itu!" ucapnya dengan sedikit berteriak.


Matanya tak lepas menatap lelaki itu tajam.


Lelaki itu sedikit kaget mendengarnya.


Difa yang dari tadi hanya diam tak banyak bicara kini langsung bicara namun dengan nada bicara yang bisa dibilang kasar.


Terlihat ia tersenyum sinis."Wow..wow... ternyata ceweknya yang gue kira lugu ini, ternyata tipikal cewek yang pemarah juga ya," ledeknya.


"Bahkan seorang Alex Wijaya pun, takut dibuatnya," sambungnya lagi sebelum ia tertawa.


Hahaha...


 


~ALEX WIJAYA~


Tatapan mata yang tajam.


Alex Wijaya anak seorang penguasaha sukses di kota ibu kota Indonesia, ayahnya yang bernama Andrey Wijaya dan ibunya yang bernama Siska Lesmana.


Marga Wijaya, nama Marga keluarga Wijaya.


Ayahnya Andrey Wijaya yang memiliki saudara kandung yang bernama:


-Tia Wijaya dan Beri Wijaya.


Tia Wijaya adik pertamanya, yang Tia Wijaya merupakan Mama Deo.


Beri Wijaya adik keduanya, Beri merupakan Papa si Kevin.

__ADS_1


Joshua Honeycutt/ Alex Wijaya



Alex adalah sepupu Deo, dan Kevin.


Jarak usia mereka hanya terpaut 1-2 tahunan.


Alex yang berumur 20 tahun, masih kuliah semester 2.


Deo yang berumur 18 tahun, melanjutkan kuliah setelah ia selesai sekolah SMA-nya. Dan sekarang ia baru menempuh semester pertamanya.


Dan Kevin yang berumur 17 tahun masih menduduki kelas 3 SMA.


Mungkin ada yang bertanya, kenapa Alex baru semester 2. Alex lulus SMA pada umur 18 tahun.


Orang tuanya selalu membujuknya agar ia melanjutkan kuliah setelah lulus sekolah, namun ia selalu saja menolak.


Orang tuanya tak habis cara untuk selalu membujuk anak tunggal mereka itu, sampai paksaan-paksaan yang mereka berikan kepada Alex.


Namun Alex masih tak menanggapinya, rasa malas yang dirasakan Alex.


Orang tuanya Alex sudah kewalahan 1 tahun lebih mereka membujuk Alex tapi usaha mereka masih belum membuahkan hasil.


Alex dulu adalah anak yang berprestasi. Nilai-nilai sekolahnya yang selalu memuaskan, dan selalu membanggakan.


Tapi semua itu tidak berlangsung lama, setelah kejadian 3 tahun silam Alex menjadi anak yang pemalas sifatnya berubah drastis.


Dan setelah kejadian itu juga Alex jadi membenci Deo.


Dan sampai Alex memiliki rencana dan ia akhirnya memutuskan untuk kuliah dan memanfaat keadaan itu.


Jiang Yi Yi/ Difa Putri Dirgantara


__ADS_1


Michael jaroh/ Kevin Wijaya



__ADS_2