
Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Waktu berjalan dengan sangat cepat.
Author pov
"Aaa.. Difa hari ini hari kelulusan kita, nggak nyangka ya waktu begitu cepatnya berjalan," gadis bernama Sarah itu berucap seraya memeluk sahabatnya yang bernama Difa itu.
"He.. Iya, Sar nggak nyangka banget. 3 tahun sudah kita lewati bersama," ucap Difa lirih.
Masih berpelukan kini keduanya tambah memperdalam pelukan mereka, rasa tak ingin melepasnya satu sama lain.
Butiran bening kini telah keluar dari pelupuk mata mereka, dan membasahi pipi mereka.
"Difa?" panggil seseorang laki-laki dan wanita yang sudah tak muda lagi.
Yang dipanggil menoleh, dan melepas pelukan mereka."Mama Papa?"
"Tante, om," sapa Sarah ramah seraya mencium punggung tangan keduanya. Dan dapat balasan senyum ramah dari keduanya.
"Kita pulang ya sayang.. Besok pagi-pagi kita harus berangkat," ucap Mama Difa lembut.
"Iya Ma," angguk Difa patuh.
"Em.. Dif? Lo beneran mau ke bandung?" tanya Sarah dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Iya, Sar seperti yang aku bilang.. Aku mau lanjut kuliah di sana."
"Hm.. Gue terima keputusan lo, ya walau gue sebenernya nggak mau jauh dari lo. Gue pengennya kita kuliah bareng. Tapi ya mau gimana? Lo juga udah nentuin keputusannya.. Semangat ya sahabatku yang paling best.." ucap Sarah.
Difa tersenyum tulus."Makasih ya.. Sar atas waktunya selama 3 tahun ini."
"Iya sama-sama, lo kalau di sana jangan lupain gue.. Boleh ada temen baru tapi tetep inget sama sahabat terbest lo ini," balas Sarah dengan kekehan kecilnya.
"Iya-iya nggak bakal lupa kok, janji," ucap Difa seraya membentuk tangannya serupa huruf V.
"Hehe.. Iya-iya percaya kok," ucap Sarah.
**
"Em.. Yaudah kalau gitu aku pulang duluan ya Sar, sekalian aku pamit juga.. Besok pagi aku akan pergi ke bandung," ucap Difa dan diangguki oleh Sarah."Iya Dif, hati-hati."
Sebelum pulang.. Difa memeluk Sarah kembali.. Mereka menangis terisak-isak di sana.. Yaa mustahil untuk tidak menangis jika berada di posisi mereka sekarang.
Sangat sulit melepaskan antara satu dengan yang lain.. 3 tahun bukan waktu yang singkat, hari-hari telah dilalui mereka bersama-sama.. Pahit manis telah mereka lewati bersama.
'Tetep jadi sahabat aku ya walau kita udah nggak bisa sama-sama lagi.. Kamu sahabat terbaikku Sarah,' batin Difa.
__ADS_1
***
Di lain tempat sosok laki-laki terduduk di atas kasurnya, kepalanya yang bersandar di kepala kasur dan tangan yang memegang benda tipis(hp).
'Hari ini hari kelulusan kamu, kamu apa kabar,' lirih laki-laki itu.
Tes.. Tanpa sadar air mata nya jatuh..
"Deo sayang?" ucap wanita tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar.
Cepat-cepat ia menghapus air mata nya."Ah iya sayang? Kenapa," ucapnya menghampiri wanita itu dan mencium kening wanita itu.
"Hehe aku cariin kamu dari tadi di bawah, tapi kamu nya nggak ada.. Ternyata masih di kamar, pantes dicari nggak ada," ucap wanita itu sebel.
"Ih jelek deh kalau lagi cemberut, jangan marah dong," ucap Deo lalu membawa wanita di hadapannya itu ke dalam pelukannya.
"Em.. Kamu sih bikin sebel aja, kan tadi kamu janji mau temenin aku masak, aku sampe selesai masaknya tapi kamu nggak ada nemenin aku tuh?" ucap wanita itu manja.
"Em.. Iya-iya maaf, aku lupa sayang.. Yaudah kata kamu, kamu udah selesai yaa masaknya? Udah kita makan aja yok, aku mau cicipi masakan istri aku ini gimana, enak nggak ya kira-kira?" ucap Deo sembari mengacak lembut rambut wanita itu.
"Hm yaudah.. Ayo awas yaa kalau ketagihan masakan aku," balas wanita itu sambil berkacak pinggang.
"Haha iya-iya, kalau ketagihan berarti kamu masakin terus makanan buat aku."
Pasangan suami-istri itu bergandeng tangan, turun dari lantai atas.. Bergabung bersama orang tua/mertuanya yang sedang berada di meja makan untuk sarapan.
Sekarang semuanya sudah mengambil makanannya masing-masing dan mulai memakannya.
"Em.. Enak, kamu pinter banget masaknya sayang," puji Mama Deo kepada menantunya.
"Hehe Mama bisa aja," balas Wanita itu malu-malu.
"Gimana Deo? Nggak salah pilihkan Mama, istri buat kamu," ucap Mama Deo kepada anaknya.
Deo tersenyum tipis."Iya Ma nggak salah, pilihan Mama memang selalu best."
Haha tawa semuanya mendengar jawaban Deo.
***
Lain tempat..
Bandung
Di kampus ternama di kota bandung, gadis cantik berjalan di koridor kampus.
__ADS_1
Aaw.. Gadis itu terjatuh.
"Eeh sorry-sorry nggak sengaja," ucap laki-laki yang tak sengaja telah menabrak tubuhnya itu.
"Iya-iya nggak papa," ucap gadis bernama Difa itu berdiri dari jatuhnya lalu mendongak menatap orang yang menabraknya.
Betapa terkejutnya ia, ketika melihat wajah orang yang menabraknya itu."Kak Kevin?"
Laki-laki yang disebutnya Kevin itu pun tak kalah kaget juga ketika melihat gadis yang ditabraknya."Difa? Lo kok, bisa ada di sini, elo ngapain di sini?"
"Aku mahasiswi di sini Kak dan ini kampus aku," ucap Difa.
"Elo ngampus di sini?" tanya Kevin yang sepertinya masih belum puas dengan jawaban Difa.
"Iya," angguk Difa."Kak Kevin sendiri ngapain di sini?"
"Gue ngampus di sini, eh beneran kan elo ngampus di sini? Nggak nyangka gue bisa sekampus sama lo," ucap Kevin.
"Hehe iya Kak beneran, aku nggak nyangka banget bisa ketemu Kakak gini, bisa satu kampus lagi.. Sama Kakak," ucap Difa.
Haha.. Iya ya bisa kebetulan gitu.
"Elo ngambil jurusan apa?" tanya Kevin.
"Hukum Kak," jawab Difa.
"What? Samaan lagi kita haha," ucap Kevin.
"Hah.. Iya kah, Kakak hukum juga?"
"Iya gue ngambil fakultas hukum, kayaknya jodoh deh kita," ucap Kevin.
Hahaha tawa keduanya.
Difa pov.
Nggak pernah kebayang kalau aku bakal ketemu orang yang pernah akrab sama aku di SMA dulu lagi.
Kak Kevin, yaa Kak Kevin, Kakak kelasku di SMA. Hari ini adalah hari pertamaku ngampus, pertemuan yang tanpa sengaja sungguh membuatku masih tak percaya apa ini mimpi, ayolah kalau ini mimpi bangunkanlah aku.
Hehe di sana kami bertukar cerita bersama, bercerita tentang hal yang telah dilewati selama kami tak bersama 1 sama lain, yaa masa SMA aku sangat akrab dengan Kak Kevin.
Sampai Kak Kevin lulus satu tahun dariku duluan, kami jadi jarang bertemu, obrolan pun sudah terputus. Dan setelah 1 tahun kemudian aku lulus dan akhirnya bertemu kembali dengannya.
Cerita yang kudengar dari Kak Kevin. Ternyata ia merupakan mahasiswa di kampus ini sejak 1 tahun lalu dan ia mengambil fakultas hukum, sama sepertiku.
__ADS_1