
"Tapi maaf gue beneran nggak bisa nerima cinta lo," ucap Ranti lagi.
***
Alex tersenyum kecut."Iya Ran, gue terima keputusan lo itu."
"Maaf ya Lex, gue beneran minta maaf sama lo," lagi-lagi Ranti meminta maaf.
"Iya Ran nggak pa'pa, gue ikhlas kok, gue terima keputusan lo. Liat lo bahagia gue ikut bahagia Ran, walau bahagia lo nggak sama gue," ucap Alex.
"Thanks ya Lex, gue bersyukur banget pokoknya punya sahabat yang amat..amat baik banget.. kayak lo," ucap Ranti seraya menatap Alex.
'Mulut gue bisa bilang gue ikhlas Ran, tapi jujur di hati gue belum bisa ikhlas Rant,' ucap Alex dalam hati.
"Lex, gue pergi dulu ya.. dahhh," Ranti bangkit dari duduknya dan berlalu pergi.
**
'Oh.. jadi Kak Ranti suka sama Bang Deo.'
Tanpa mereka sadari, ternyata ada pasang mata yang melihat mereka, bukan hanya melihat saja tapi juga mendengar pembicaraan mereka.
"Vin," ia terkejut ketika namanya dipanggil.
"Eh... iya Bang," jawabnya sembari berjalan menghampiri orang yang memanggilnya itu. Siapa lagi kalau bukan Alex.
"Ngapain lo di situ?" tanya Alex.
"Enggak ngapa-ngapain kok Bang, tadi nggak sengaja aja lewat," alasannya.
"Oh, yaudah," angguk Alex.
'Duh untung aja Bang Alex percaya," ucapnya lega dalam hati.
Iya, yang mendengar pembicaraan Alex dan Ranti tadi ialah Kevin.
__ADS_1
***
Ranti.
"Deo," panggilnya setengah berteriak.
Deo yang sedang duduk di kantin, mendengar ada orang yang memanggilnya menoleh.
Wanita cantik nan menawan itu tersenyum sumringah, berjalan menghampirinya.
"Makan?" tanya wanita itu, Ranti. Setelah ia sudah mendudukkan tubuhnya di kursi samping Deo duduk.
Deo mengangguk singkat, dan kembali melanjutkan aktivitas makannya yang tadi sempat terhenti.
"Deo," panggil Ranti lagi.
"Iya," jawab Deo disela makannya.
"Ih liat sini dulu dong, makan terus dari tadi," ucap Ranti diiringi kekehan kecilnya.
"Nggak kok, nggak ada," jawab Ranti dengan senyum manisnya.
"Lah terus?" tanya Deo mengangkat satu alisnya bingung.
"Nggak ada," geleng Ranti.
Deo masa bodoh, ia kembali melanjutkan makannya, sambil sesekali menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan Ranti kepadanya, disela makannya.
***
Sepulang sekolahnya...
"Deo, sini," ucap Ranti, menarik tangan Deo. Agar mengikutinya.
"Ada apa?" tanya Deo, dengan masih berjalan mengikuti Ranti yang sedang menarik tangannya.
__ADS_1
Ranti hanya diam.
Di taman sekolah.
"Duduk," titahnya.
Deo hanya menurut saja, Ranti pun kini ikut duduk di samping Deo.
"Deo, gue mau jujur?" ucap Ranti tenang.
"Jujur?" ulang Deo.
Ranti mengangguk."Deo, sebenernya... gue udah lama mau ngomong ini, tapi gue malu," ucap Ranti, tatapannya kini merendah.
"Ngomong apa?" Deo kini dilanda rasa penasarannya, dan juga rasa was-wasnya. Takut Ranti akan mengatakan sesuatu yang sangat ditakutinya jika memang benar.
---
Ada rasa takutnya, ada rasa malunya untuk mengungkapkannya, namun segera ia tepis rasa itu. Pikirannya saat ini hanya satu yaitu mengungkapkan, diterima atau tidaknya itu nanti.. urusan belakangan.
Mengungkapkan? maksudnya? ya Ranti ingin mengungkapkan isi perasaannya kepada Deo, ya mungkin cukup aneh ya, seorang cewek yang menyatakan cintanya ke pada cowok.. nggak kebalik tuh? Ranti juga pernah berpikir seperti itu bahkan Ranti pernah mencaci dirinya sendiri karena bisa-bisanya ia punya pikiran seperti itu.
Namun rasa cintanya itu terlalu besar, hingga bisa menepis segala rasa takutnya, gengsinya, malunya, mungkin orang bilang ini adalah cinta monyet.. ya itu benar, dan diakuinya percintaan dimasa remaja ini atau cinta monyet.
Tidak mengurungkan niat hatinya, ia akan mengutarakannya, Yang jika tidak sesegera mungkin diutarakannya maka mungkin kelak hatinya lah yang harus menanggung sendiri akibat keegoisannya itu.
"Deo, semenjak pertama kali gue kenal lo, gue sebenernya udah ada perasaan lain ke elo. Gue ngerasa nyaman Deo kalau ada dideket lo, disetiap gue ngobrol sama lo, nggak tau kenapa jantung gue berasa jalan dengan cepetnya Deo, gue suka sama lo," ucap Ranti.
Deg... mendengar penuturan Ranti.
Bersambung, lanjut di episode selanjutnya ya...
***
Jangan lupa mampir juga ke Novelku yang berjudul "Hak Yang Berbeda(Twins)"
__ADS_1