CUPU

CUPU
KETULUSAN


__ADS_3

Sesampai di kelas Aji dan Difa.



"Assalamu'alaikum," ucap salam Aji, dan Difa.


"Wa'alaikumsalam," jawab semua.


Ketika melihat, siapa orang yang memberi salam itu anak - anak di kelas sangat senang.


"Difa," ucap mereka senang.


Difa tersenyum.


Percepat bel istirahat berbunyi, guru keluar dari kelas.


"Teman - teman. Terima kasih ya kalian semua sudah mau membantuku," ucap Difa pada teman kelasnya.


"Iya Dif sama - sama," jawab semua kompak.


---- 

__ADS_1


"Dif," ucap seseorang lirih.


"Cica," ucap Difa.


"Dif, maafin gue ya selama ini gue udah jahat sama lo," ucapnya.


Baru Difa ingin menjawab, namun anak - anak di kelas lebih dulu mendahuluinya.


"Jangan mau Dif."


"Iya jangan mau Dif, dia bohong pasti dia pura - pura aja baik nanti pasti dia balik jahat lagi."


"Iya Dif tapi kita enggak bermaksud, untuk suudzon Dif kita cuma waspada aja."


"Kita boleh waspada, tapi kita jangan terlalu berlebihan kayak gini teman - teman. Coba bayangin gimana rasanya kalau misal kita yang berada di posisi Cica, kita di tuduh yang enggak - enggak padahal kita sendiri enggak ada niatan sedikit pun untuk jahat seperti itu," ucap Difa.


Semua terdiam pasalnya apa yang di katakan Difa ada benarnya juga.


Difa tersenyum.


Difa tersenyum."Ca, kamu enggak perlu minta maaf ya. Aku udah maafin kamu kok jauh dari sebelum kamu minta maaf," ucap Difa pada Cica.

__ADS_1


"Terima kasih ya Dif, elo udah mau maafin gue jujur gue merasa bodoh banget selama ini, kenapa bisa - bisanya gue benci sama lo. Elo orang baik Dif," ucap Cica lirih air matanya tak tertahan lagi tangisnya tumpah.


"Ca," panggil Difa dan membawa Cica ke dalam peluknya.


Air mata Difa ikut mengalir bersamaan dengan perkataan Cica.


"Dif, elo orang baik beruntung orang yang punya sahabat kayak lo," ucap Cica di sela tangisnya.


"Ca stop, jangan nangis lagi," ucap Difa pelan sembari menghapus air mata Cica.


Cica melepas pelukan Difa."Dif, lo mau kan jadi teman gue?" tanyanya lirih.


Difa tersenyum."memang selama ini kamu bukan teman aku ya?" tanya Difa.


Cica hanya diam.


"Ca kita itu teman, kita itu sahabat kita yang ada di kelas ini semua sahabat, kalian semua sahabat aku kalian adalah keluarga kedua ku setelah keluargaku. Sekolah ini, kelas ini itu adalah rumah keduaku. Kita semua keluarga," ucap Difa lirih.


Semua yang mendengar Difa bicara, ikut terharu mereka semua yang di kelas merasa sangat bersalah karena jujur mereka dulu sebelum baik dengan Difa mereka juga pernah membenci Difa, membullynya dan menghinanya bahkan sekarang jujur mereka baik dengan Difa itu hanya karena Difa sudah berubah. Tampilannya yang dulu cupu, culun dan dekil kini telah berubah menjadi seorang gadis yang sangat cantik yang banyak di kagumi orang - orang dan di tambah ia yang sekarang sudah di kenal sebagai pacar Deo seorang ketua osis.


Mereka sekarang juga jujur, mereka baik dengan Difa hanya karena perubahan Difa. Bukan karena ketulusan sekarang mereka baru sadar bahwa Difa sangatlah baik bahkan Difa sendiri sudah menganggap mereka semua keluarganya, walau dulu mereka sudah jahat sama Difa.

__ADS_1


__ADS_2