CUPU

CUPU
MULAINYA PERMAINAN


__ADS_3

"Bener nih? enggak apa-apa ditinggal sendiri," ucap Kevin.


"Iya kak, enggak apa-apa," jawab Difa.


Tin...tin...tin.


"Nah... itu, abangnya," ucap Kevin menunjuk ke arah mobil bermerek Porsche Taycan itu.



Keluar pemuda dari dalam mobil itu, siapa lagi kalau bukan Deo.


Deo berjalan menghampiri mereka.


"Lho... ada Kevin juga," ucap Deo setelah ia berada tepat didepan Kevin dan Difa.


"Hehe iya bang," jawab Kevin.


"Abang mau jemput Difa?" tanya Kevin kepada Deo.


"Iya Vin," angguk Deo.


Kevin mengangguk.


"Kamu mau ke rumah?" tanya Deo kepada Kevin.


"Enggak tau bang," jawab Kevin sembari mengangkat bahunya.


"Ke rumah aja yok, udah lama lho... elo enggak main ke rumah," ucap Deo.


"Mama juga nanyain elo terus," sambung Deo.


"Hem... gimana ya bang," ucap Kevin.


"Udahlah enggak usah banyak mikir, ke rumah aja yok bareng kita. Emang elo enggak kasian gitu? liat Mama nanyain elu mulu," ucap Deo langsung.


"Hem... yaudahlah," angguk Kevin.


"Nah... gitu dong, itu baru adek abang," ucap Deo merangkul Kevin.


Ekhem, dehem Difa.


Deo menoleh ke sampingnya.


"Eh... ada ayang," cengir Deo.


Difa memutar bola matanya malas.


"Dari tadi, aku juga ada di sini kali kak," ucap Difa.


"Hehe iya yaang maaf ya, tadi cuma bercanda doang kok," ucap Deo.


"Iya-iya dimaafin," jawab Difa.


"Uh terima kasih sayang... makin cinta deh," ucap Deo.


"Ih alay lo bang," teriak Kevin.


"Lah kenapa? sirik lo," ucap Deo tertawa.


"Apa... sirik? enggak ya bang, gue itu paling anti dengan yang nama sirik sama orang. Ih enggak banget... amit-amit," ucap Kevin dan bergidik.


"Alah ngeles aja lo," ucap Deo.


"Makanya, cepet sana cari pacar supaya ada temennya. Jangan jomblo terus," sambung Deo.


"Alah... abang juga sama kali, abang juga jomblo sebelum pacaran sama Difa," ucap Kevin.


"Pake sok ngatain orang lagi," sambung Kevin dan tertawa.


"Yaelah itu kan dulu, sekarang mah abang udah punya Difa," ucap Deo.


"Bukannya... kamu, betah banget dengan status jomblo," ucap Deo lagi dan tertawa.


"Eh... abang jangan asal ya, gini-gini gue mah jones lho bang," ucap Kevin bangga.


"Hah... jones?" ucap Deo dan Difa barengan.


"Biasa aja dong... gue tau kok kalian itu pasangan, ya tapi enggak usah kaget barengan kayak gitu juga kali," ucap Kevin julid.


"Kita kan, sehati... ya enggak yaang?" ucap Deo kepada Difa.


"Iya dong kak," jawab Difa.


Hahaha, mereka tertawa.


"Udah yok kak... kita pulang," rengek Difa kepada Deo.


"Ayo..." angguk Deo.


"Vin, kamu bareng abang ya pulangnya. Tapi sebelum pulang kita antar Difa dulu pulang," ucap Deo.


"Enggak apa-apa kan?" sambung Deo.


"Iya bang, enggak apa-apa," jawab Kevin.


"Emh... kak Kevin, kalau boleh tau kakak sendiri naik apa pulangnya?" tanya Difa.


"Gue bawak motor Dif," jawab Kevin.


Difa mengangguk.


Mereka keluar dari halaman sekolah itu, mobil Deo melesat dan diikuti oleh Kevin di belakangnya.


Kini mereka sudah berada di depan gerbang rumah kediaman keluarga Dirgantara.

__ADS_1


"Kak, aku pulang ya," ucap Difa kepada Deo.


"Iya yaang, besok aku jemput lagi ya," ucap Deo.


"Terserah kakak aja deh," ucap Difa dan tersenyum.


"Assalamu'alaikum," salam Difa.


"Wa'alaikumsalam," jawab Deo.


Difa keluar dari mobil mewah Deo itu, di luar mobil...


"Kak, duluan ya," ucap Difa ramah kepada Kevin.


"Iya Dif," balas Kevin ramah.


Difa masuk ke dalam rumahnya, Deo dan Kevin pulang.


Di kamar bernuansa pink itu, duduk Difa di atas kasur tempat tidurnya.



'Syukur... kak Deo enggak berubah, dia tetap sama kayak dulu," ucap Difa sendiri.


'Memang ya, kita itu enggak tau apa yang akan terjadi dikehidupan kita ke depannya. Kayak aku... kemarin aja aku takut banget kalau kak Deo bakal berubah bakal pergi ninggalin aku, tapi faktanya syukur kak Deo sampe sekarang masih tetap seperti dulu.'


'Ya walau aku enggak tau, apakah akan tetap sama seperti ini terus. Atau malah sebaliknya... yang pasti saat ini, aku nyaman dengan posisi ini,' ucap Difa lirih.


Cukup lama berada di dalam lamunannya, Difa tersadar. Ia meraih ponselnya disaku baju seragam sekolahnya.


Difa membuka media sosial, dibukanya media sosial instagram. Tarik ulur beranda... dilihatnya satu per satu postingan followingnya.


'Siapa nih,' ucapnya sendiri.


Disaat Difa sedang tarik ulur beranda instagram, ada orang yang tidak Difa kenal nge Dm.


'Ziki' ucap Difa.


'Siapa ya?' pikirnya.


Dibukanya Direct message orang yang tidak dikenalnya itu.


Di sana tertulis message.


Hai, Dif... elo apa kabar?


Udah lama ya kita enggak ketemu.


Isi message dari orang yang bernama Ziki itu.


Maaf, ini siapa ya?


Balas Difa.


Haha masak elo enggak inget sih Dif, gue Ziki... Ziki Ryan temen elo waktu Smp masak elo lupa.


'Ziki Ryan,' gumam Difa.


Diingat-ingatnya.


'Oh Ziki, iya-iya aku inget,' ucap Difa sendiri.


Dibalasnya lagi message itu.


Oh iya kamu Ziki, aku inget. Maaf ya Zi aku tadi lupa.


Wkwk lupa ya.


Balas Ziki.


Hehe, kamu apa kabar Zi? udah satu tahun lebih ya kita enggak ketemu.


Ziki


Alhamdulillah baik, elo sendiri gimana kabarnya? iya satu tahun lebik kita enggak ketemu, kapan-kapan bolehlah kita reuni kelas ya enggak haha.


Difa


Alhamdulillah baik juga, iya-iya boleh tuh kita reuni kelas pasti seru tuh... ih jadi pengen deh.


Ziki


Haha, nah kan ngebet juga lu? pengen reuni.


Difa


Habisnya udah kangen banget, sama kalian.


Ziki


Kangen sama semua? atau kangen sama gue nih.


Difa


Sama semua, ya kali kangen sama kamu doang.


Ziki


Haha


Difa


Zi, udahan dulu ya... aku mau istirahat capek habis pulang sekolah soalnya.


Ziki

__ADS_1


Oh... iya Dif, selamat istirahat ya.


Difa membaca message Ziki, lalu mematikan ponselnya. Ditaruh ponselnya di atas nakas samping tempat tidurnya.


'Ziki-Ziki, ternyata kamu tetap sama ya, enggak ada berubah-berubahnya.'


Ucap Difa dan terkekeh.


Keesokannya.


'Kak Deo mana ya?' ucap Difa sendiri.


Difa berdiri di depan teras rumahnya.


"Dif, belum berangkat?" tanya Papanya tiba-tiba datang dari belakangnya.


"Emh belum Pa," jawabnya.


"Nunggu nak Deo?" ucap Papanya.


"Iya Pa," angguk Difa.


"Mau bareng Papa aja enggak?"


"Emh enggak deh Pa, Difa tunggu kak Deo aja. Kasian kak Deo kalau dia kesini, nanti Difa malah enggak ada."


"Iya juga ya, yaudah Papa duluan ya Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Papanya telah pergi.


Tempat Deo.


Di jalan.


'Duh... nih motor kenapa, lagi?' gerutunya.


(Hari ini Deo sengaja, berangkat ke kampus pake motor.)


'Bisa telat ini... kalau gini terus, mana mau jemput Difa.'


Deo merogoh kocek celananya.


'Lho... hp gue mana?' ucapnya.


Deo mencari-cari hp-nya dari saku jaket, saku celana, sampai tas sudah dicarinya tapi hasilnya nihil ia tak menemukan hp-nya itu.


'Astaga... hp gue kan di kamar,' ucap Deo menepuk jidatnya.


'Ah, sial gue hari ini.'


Tempat Difa.


'Kak Deo mana ya?' ucapnya celingak-celinguk.


Kini Difa sudah berdiri di pinggir jalan depan rumahnya, menunggu Deo.


Disaat Difa sedang menunggu, tiba-tiba Kevin datang.


Kevin menghentikan motornya tepat di depan berdirinya Difa.


"Kak Kevin," sebut Difa.


Kevin melepas helmnya.


"Dif, elo kok belum berangkat sekolah?" tanyanya.


"Nunggu kak Deo... kak," jawab Difa.


"Lho abang belum dateng juga? tadi abang udah berangkat lho dari rumah... malahan, duluan abang keluar dari gue," ucap Kevin bingung.


"Emang iya?" tanya Difa.


"Lah iya, gue semalem nginep di rumah abang. Jadi gue tau," jelas Kevin.


"Terus kakak ngapain di sini? bukannya jalan dari rumah kak Deo enggak lewat sini ya kak," tanya Difa heran.


"Tadi gue ada urusan sama temen gue, rumahnya daerah sini," jawab Kevin.


"Oh..." angguk Difa.


"Mau bareng enggak?" tanya Kevin.


"Kan nunggu kak Deo," jawab Difa.


"Udah, bareng gue aja. Abangnya enggak usah ditungguin dia enggak bakal dateng," ucap Kevin.


"Enggak bakal dateng? maksud kakak apa," tanya Difa bingung.


"Eh... enggak-enggak bukan apa-apa," jawab Kevin gugup.


"Kok kakak gugup sih?" tanya Difa.


"Eh enggak kok biasa aja, perasaan elo aja kali," jawab Kevin gelagapan.


"Bareng gue aja yok," ajak Kevin kepada Difa.


"Kalau kak Deo dateng gimana?" tanya Difa ragu.


"Tenang aja, nanti gue yang urus," jawab Kevin.


"Emh..." belum sempat Difa menyelesaikan bicaranya, Kevin langsung menyergahnya.


"Udah ayok," ucap Kevin.

__ADS_1


"Iiiiya kak," angguk Difa ragu-ragu.


__ADS_2