
"Siapa itu, Bang?"
"Kok panggil sayang. Abang punya pacar?" pertanyaan beruntun oleh Kevin.
***
"Vin.. Abang mau jujur."
"Abang udah nikah," ucap Deo singkat, tapi berhasil membuat Kevin tertegun.
"Apa? Abang sudah nikah."
"Abang kapan menikah?"
"Siapa wanita yang, Abang nikahi?"
"Kenapa, Abang gak cerita?"
"Abang, gak bilang sama sekali kenapa?"
Pertanyaan-pertanyaan Kevin yang beruntun, seolah tak memberikan cela sedikit pun untuk Deo bicara.
***
"Abang dijodohkan dengan Dira," sendu Deo dan tanpa sadar air matanya menetes.
"Bang.. Yang sabar yaa," ucap Kevin menguatkan Deo, tangannya menepuk bahu Deo dua kali memberikan semangat kepada saudaranya itu.
__ADS_1
***
"Kak Kevin.. Ini bukan jalan pulang?"
"Kita mampir ke restaurant dulu ya, kita makan dan ada yang mau aku omongin sama kamu," mendengar penjelasan Kevin, Difa hanya mengangguk setuju saja.
20 menit perjalanan menuju restaurant..
"Chicken steak mbak."
"Baik siap, silakan ditunggu."
"Iyaa.."
"Dif.. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu," ucap Kevin serius.
Kevin tersenyum hangat, tangannya menarik kedua tangan Difa. Menggenggamnya seraya berkata."Kamu mau kan, bertunangan denganku?"
Difa membulatkan kedua matanya."T-tunangan?" ucapnya."Apa ini gak terlalu kecepetan Kak?"
Kevin tersenyum."Dif? Ini gak kecepetan kok.. Lagi pula kita kan baru mau tunangan, bukan menikah."
"Ee-iya Kak."
"Jadi gimana, kamu setuju kan?" tanya Kevin, memastikan akan keputusan Difa yang mengiyakan, sekali lagi Difa mengangguk.
"Alhamdulillah," syukur Kevin.
__ADS_1
"Besok.. Kamu gak ada jadwal kampus kan?" Difa menggelengkan kepalanya.
"Yaudah, besok kita ke jakarta ya.. Kita bicarakan pertunangan ini dengan orang tua kita," ucap Kevin dan diangguki setuju oleh Difa.
Di rumah Kevin di Bandung.
"Bang? Besok gue mau pulang ke jakarta sama Difa."
"Ke jakarta? Memang ada apa.. Kok kayak mendadak gitu," Deo yang posisi sedang menonton tv, mengedarkan pandangannya menjadi menatap Kevin.
"Gue mau tunangan sama Difa," ucap Kevin yang membuat Deo membolakan kedua matanya.
"T-tunangan?"
"Iya, Bang tunangan.. Kita pacaran."
"Pacaran? Kok lu gak bilang gue, gak pernah cerita."
"Hm gue sama Difa pacaran sih baru aja.. Pas Difa kuliah di kampus gue. Masalah gue gak cerita ke lu.. Ya bukan apa, gue udah sering mau bilang.. Tapi selalu aja kondisinya gak pas," Kevin menjelaskan agar tak terjadi kesalah pahaman.
Deo mengangguk mengerti."Tapi kok, udah mau tunangan aja.. Cepet banget."
"Haha.. Gue takut kalah gercep Bang, lagi pun gue juga udah cinta banget sama Difa.. Gue kan juga mau kayak lu bisa nikah," ucap Kevin yang mengundang tawa Deo.
"Vin? Abang titip Difa yaa.. Bahagiakan dia, jangan buat dia sedih akan seperti kisah cintanya di masa lalu," ucap Deo sendu.
"Iya.. Bang, Kevin akan menjaga Difa seperti kata Abang," ucap Kevin tak kalah sendu, ia mengerti apa perasaan Deo sekarang.. Meskipun sekarang Deo sudah menikah, tapi ia tahu bahwa pernikahan Abangnya itu hanya karena perjodohan. Dan nostalgia.. Abangnya itu sangat mencintai Difa di masa lalunya, walaupun mereka sudah tak menjalani hubungan lagi, namun tidak ada yang tak mungkin di antara keduanya masih punya perasaan sayang di antata yang satu dengan yang lain.
__ADS_1