CUPU

CUPU
Kembaran


__ADS_3

Gea Salsabila Putri adalah nama lengkap dari seorang gadis yang kembar dengan Gia Sabila Putri. Mereka terlahir kembar, namun setelah kedua orang tua mereka meninggal kehidupan dua gadis itu terpisah karena suatu penyebab. Sejak bayi mereka sudah terpisah bahkan Gia tak tahu menahu jika dia memiliki kembaran.


---0---


"Gea sayang.. Makan dulu"


Gea mengikat rambutnya dan mulai menuruni satu demi satu anak tangga untuk menemui pusat suara.


"Morning Mam"


Seru Gea mencium pipi wanita paruh baya yang sedang mengoleskan selai cokelat diatas roti tawar.


"Morning to.. Nih"


Sahut wanita itu memberikan roti yang telah dioleskan selai cokelat itu kepada Gea.


"Gimana hubungan kamu sama Aldo?"


Ucap wanita paruh baya yang biasa di panggil Mami oleh Gea. Wanita itu adalah orang tua angkat Gea. Ia mengambil Gea dari panti asuhan di kotanya.


"Mam.. Gea sama Aldo cuman sahabatan aja kok"


Gea tersenyum malu dengan Maminya.


"Hmmm.. Mami pernah di posisi kamu"


Sahut wanita paruh baya itu sambil makan roti tawar. Gea menatap jam tangan miliknya yang menunjukkan pukul 07.45 Mata Gea langsung melotot dan buru - buru menghabiskan segelas susu yang ada di hadapannya.


"Mam.. Ayoo udah telat nih"


Ucap Gea menarik tangan Maminya. Mami Gea langsung berdiri dan menuruti kemauan putri angkatnya itu.


---0---


Sesampainya di sekolah Gea mengambil tas ranselnya yang berada di bangku belakang.


"Selamat belajar ya sayang"


Ujar Mami Gea sambari mencium kening putri angkatnya itu.


"See you mam.. Muahh"


Gea keluar dari mobil. Melangkahkan kakinya sembari menyanyikan beberapa lagu untuk menuju ke kelas.


"Geaaa.. "


Teriak Lila sahabat Gea di sekolah. Gea menghentikan langkahnya dan menunggu Lila untuk menghampirinya.


"Geaa.. Semalam gua lihat Aldo di depan rumah lu"


Ujar Lila dengan melanjutkan langkahnya menuju kelas bersama Gea. Gea menaikkan alisnya saat mendengarkan apa yang dikatakan oleh Lila.


"Hah Serius lu? "


"Dua rius malah"


Lila berusaha meyakinkan kepada Gea dan menunjukkan angka dua di tangannya.

__ADS_1


"Tapi semalam dia ngga ngetuk pintu kamar gua tuh"


"Entah, yang jelas dia ada di depan tumah lu"


Ujar Lila. Gea meniup poni yang menutupi jidatnya.


"Ngapain sih tuh bocah"


Ujar Gea kesal. Sesampainya di kelas Gea dan Lila masuk. Tatapan seisi kelas menuju ke arahnya.


"Ngapain kalian pada lihatin gua? "


Ucap Gea sinis menatap seisi kelas yang memandanginya.


"Gee.. Sabar"


Lila berusaha menenangkan Gea. Tangan Gea melipat membuat watak Gea yang tegas muncul seketika.


"Santai Ge, kita cuman mau bilang kalo lo yang mendapat nilai paling tinggi lagi di ulangan matematika"


Kata Vino dari posisi duduk ke berdiri. Gea menghela nafasnya karena ini adalah hal yang wajar baginya.


"Kalo mau pinter itu belajar! "


Ketus Gea kembali. Gea duduk di bangkunya, meletakkan totebagnya di meja dan mengeluarkan hpnya dari sakunya.


Gea mencari destinasi daerah yang letaknya cukup jauh dari tempatnya tinggal yaitu Surabaya. Gea mencari info tentang Surabaya secara jeli, sebab bagi Gea sebelum datang di sebuah tempat Gea harus tau bagaimana keadaan kota itu. Berbagai sumber ia lihat dan ia baca cukup menguras waktu sampai guru Gea masuk ke dalam kelas. Pak Suripan adalah Guru Gea sekaligus menjadi wali kelas Gea.


"Selamat pagi anak - anak"


Sapa Pak Suripan. Meletakkan buku bukunya di atas meja.


Seru sekelas. Membuat Pak Suripan bersemangat salam mengajar anak didiknya.


"Siapa yang tidak masuk hari ini? "


Tanya Pak Suripan mengabsen murid muridnya.


"Aldo pak"


Ujar Putri teman sekelas Gea. Mendengarkan kata - kata Putri Gea langsung menatap bangku kosong Aldo yang tidak ada orangnya.


"Aldo kemana? "


Tanya Lila menepuk punggu Gea karena duduknya ada di belakang Gea.


"Entah, dia ngga bilang sama gua"


Ujar Gea membisikkan ke Lila.


"Oiya bapak lupa memberitahu kalian kalau Aldo tidak masuk kelas di sebabkan ia harus latihan renang.. Aldo mengikuti perlombaan renang tingkat kabupaten untuk mewakili kabupaten dan sekolah ini"


"Bapak harap kalian bisa terus menyemangati teman kalian yang sedang berjuang"


Ujar Pak Saripan menjelaskan. Gea baru sadar kalau ternyata Aldo akan mengikuti perlombaan renang. Apa mungkin semalam Aldo ingin memberitahunya?.


"Kok lu ngga tau kalau Aldo mau ikut kejuaraan sih Ge? "

__ADS_1


Tanya Lila membuat Gea kikuk. Gea hanya menggeleng - gelengkan kepalanya sembari memperhatikan apa yang di katakan pak Saripan.


Dua jam berlalu saatnya jam istirahat di mulai. Seperti biasa  Gea membereskan buku - bukunya ke dalam tas sebelum pergi meninggalkan kelas.


"Yuk Ge"


Ajak Lila menuju ke kantin. Kali ini benar - benar tak seperti biasanya.


"Lil.. Gua lagi ngga pingin kekantin, lu duluan aja ya"


"Okayy.. Gua duluan ya Ge, baik - baik lu di kelas"


Lila meninggalkan Gea sendiri di dalam kelas. Suasana kelas tampak sepi Gea kembali melanjutkan pencariannya tentang kota Surabaya yang belum terselesaikan. Namun kali ini Gea tidak mencari di web google tapi di Facebook karena menurut Gea di sana pasti banyak postingan anak - anak yang tinggal di Surabaya.


Gea mulai meneliti satu persatu nama dan menstalking akun tersebut. Nama "Mocca" langsung muncul di layar facebooknya. Gea tau bahwa anak ini adalah anak Surabaya dan cukup ngehits di kotanya.


"Mocca.. Bagus juga namanya"


Decak Gea tersenyum miring. Gea mengklik nama itu dan mulai memperhatikan kehidupannya selama di sosial media. Mata Gea melotot seketika saat menatap sebuah kata "Anak CUPU di sekolah yang ngga tau malu! "


"Sial! Si mocca pengen gua jambak rambutnya"


Umpat Gea melihat caption yang tertuliskan di facebook itu. Mungkin dirinya tidak mengenal Mocca ataupun anak Cupu yang ada di vedio itu, tapi Gea terlihat sangat marah dengan Mocca.


Tangan Mocca mengklik vidio itu dan menatap secara jelas bagaimana Mocca membuat si cupu itu malu di hadapannya.


"Wait.. Wait.. Kok mukanya kaya gua sih? "


Decak Gea yang menamati secara jeli si cupu itu dan berulang kali mengepause vidio itu. Gea belum menyadari bahwa itu adalah saudara kembarnya. Gea mencari info tentang si cupu itu di kolom komentar.


"Mocca.. Lu jahat banget sih sama Gia"


Ujar seseorang yang mungkin satu sekolah dengan Mocca. Mata Gea menepis miring.


"Gia? "


Decaknya membaca dengan serius. Secara cepat Gea langsung mencari tahu informasi tentang Gia yang menjadi bahan bullyan.


"Gia Sabila Putri? "


Gea menciutkan matanya. Mengapa nama Gia tertulis persis dengan namanya? Foto - fotonya juga mirip dengannya.


"Gia? Apa mungkin dia kembaran gua? "


Ujar Gea sesuai dengan apa yang di pikirkannya. Belum sempat Gea mencari tahu banyak tentang Gia ia di kejutkan oleh Aldo yang tiba - tiba duduk di hadapannya.


"Aarghhh.. Setan"


Teriak Gea menatap Aldo yang datang tanpa permisi.


"Aldoo.. Gila lu, bikin orang jantungan"


Ketus Gea kembali. Gea melemparkan sobekan kertas yang ada di hadapannya ke arah Aldo.


"Hahaha... Sorry.. Soryy.. Haahaha, habisnya lu serius banget"


Ujar Aldo menertawakan sahabatnya itu. Aldo merasa senang katena sudah menjahili sahabatnya sampai marah seperti ini.

__ADS_1


Seperti halnya bintang yang terlahir di langit, Bintang memiliki banyak kembaran yang terlihat sama. Apakah bisa seorang manusia memiliki kembaran meskipun ia tidak tahu sebenarnya siapa kembarannya itu?


__ADS_2