
Satu minggu sudah, setelah hari di mana berakhirnya hubungan Deo dan Difa.
Komunikasi mereka kini telah terputus, tidak ada lagi chating-chatingan, tidak ada lagi telpon-telponan, tidak ada lagi ketemu-ketemuan.
Rindu, iya rindu yang dirasakan Difa, jujur satu minggu sudah waktu berlalu.
Selalu tersirat dipikirannya untuk melupakannya, tapi semakin ia berusaha untuk melupakannya semakin besar pula rasa tak ingin melepasnya itu muncul.
Dunia kadang tidak adil.
**
"Sayang, kok mukanya lesu gitu? Deo nggak jemput," tanya Mama Difa ketika melihat raut wajah putrinya, yang tak seperti biasanya.
"Nggak Ma, Difa pamit ya," jawab Difa menyalimi tangan orang tuanya.
"Nggak sarapan dulu?" tanya Mama nya lagi.
"Nggak Ma," jawabnya sedikit berteriak, karena memang sekarang ia telah berada di depan pintu rumahnya.
Di sekolah.
Istirahat..
***
"Dif."
"Eh, Kak Kin."
"Mau ke mana, Dif?" tanya kinan.
__ADS_1
"Nyari Kak Kevin, Kak."
"Kevin?"
"Iya Kak, yaudah duluan ya Kak," pamit Difa.
"Iya."
Di kelas....
"Permisi," ucap Difa seraya mengetuk pintu kelas.
Pandangan mereka yang berada di dalam kelas teralih kepada Difa.
"Kak," gugup Difa, bagaimana tidak gugup dipandang dengan banyak pasang mata, 1 kelas full memandanginya.
Kevin yang sudah mengerti, bahwa Difa memanggilnya, langsung berdiri dan menghampirinya.
Kevin langsung keluar kelas dan diikuti Difa di belakangnya.
"Kak Deo," ucap Difa singkat, namun berhasil membuat Kevin kaget.
"Bang Deo? kenapa lagi," tanya Kevin.
"Aku mau tanya sama Kakak, sebenarnya apa sih yang terjadi, aku nggak ngerti."
"Maksud, lo?" bingung Kevin.
"Dari orang yang nyulik aku, dia siapa? dia bilang Kak Deo adalah seorang pembunuh, juga Kak Deo yang tiba-tiba dateng dengan bersamaan polisi dan disusul sama Kakak? dan juga Kak Deo yang tiba-tiba putusin aku secara sepihak tanpa ada alasan apa-apa? semua ini apa Kak, aku nggak ngerti?" ucap Difa lirih, tanpa disadari pipi nya kini telah basah karena air mata nya.
"Putus, kalian putus?" kaget Kevin.
__ADS_1
"Kak Deo, nggak cerita sama Kakak?" Difa balik bertanya.
Kevin hanya menggeleng.
"Emang udah berapa lama kalian putus?" tanya Kevin lagi.
"1 minggu, Kak," jawab Difa.
Kevin membuang nafas kasar."Gue kasih tau lo, gue bakal jelasin semuanya," ucap Kevin.
Difa menatap Kevin.
"Iya, gue bakal jelasin semuanya," ulang Kevin.
Difa hanya tersenyum tipis.
Flasback..
"Mau ngomong apa Lex?" tanya gadis cantik itu.
"Ranti, gue suka sama lo, lo mau kan jadi pacar gue?"
"Lo nembak gue?" tanya gadis yang dipanggil Ranti itu.
"Iya Ran, lo mau kan?" Alex menatap Ranti penuh harap.
"Emh... maaf ya Lex, bukannya gue nolak lo gimana. Tapi gue nggak suka sama lo, gue sukanya sama Deo, lo sendiri tau kan Lex segila apa rasa suka gue ke Deo," ucap Ranti dengan hati-hati.
"Sekali lagi maaf bukannya gue nggak ngehargain perasaan lo, gue sangat ngehargain perasaan lo itu malah gue berterima kasih sama lo Lex. Karena lo gue bisa ngerasain dicintai sama orang yang baik kayak lo, gue tau kok lo orang baik," sambung Ranti jujur.
"Tapi maaf gue beneran nggak bisa nerima cinta lo," ucap Ranti lagi.
__ADS_1
***
Mampir juga ke Novel baruku ya, yang berjudul "Hak Yang Berbeda(Twins)"