CUPU

CUPU
64


__ADS_3

"Hahaha ayo kejar Rayan kalau bisa haha.."


"Sini anak nakal!!"


"Gak mau gak mau wleee! Haha.."


"Berhenti gak larinya! Om Kevin caa- aduhh.."


"Kak Kevin!!"


"Om Kevin.."


***


"Duh sakitt.."


"Auh pelan-pelan yang, sakit tau."


"Ck.. Salah siapa gak hati-hati. Ceroboh banget."


"Hm maaf yang."

__ADS_1


Pasangan calon tunangan itu, berada di ruang tamu rumah saudara Ibu nya Kevin. Kenapa mereka di sana? Karena sang saudara Ibu yang meminta mereka datang. Tante nya Kevin yang bernama Yuna itu menelpon Kevin, dan bilang ingin menitipkan anaknya sebentar karena ia harus datang ke butik miliknya karena ada hal yang mendadak yang mengharuskannya pergi ke sana.


Di satu sisi ia tidak bisa membawa anaknya ketika bekerja.


Di satu sisi ia tidak dapat membawa anaknya itu ketika bekerja. Karena anaknya itu akan menangis dan merengek meminta pulang, pernah sekali ia mengajak anaknya itu dan itu yang terjadi, anaknya menangis tanpa henti sampai ia kewalahan membujuknya agar berhenti menangis dan akhirnya ia menuruti permintaan anaknya dan terpaksa meninggalkan pekerjaannya.


Dan setelah itu, tidak lagi ia berniat untuk mengajak anaknya lagi. Dan biasanya ia akan meninggalkan anaknya pada baby sister yang disewanya, tetapi sekarang si baby sister sedang pulang kampung dan sekarang ia tidak tau lagi akan menitipkan anaknya itu pada siapa.


Sampai terlintas dipikirannya bahwa sang keponakan, Kevin sedang ada di Jakarta. Dan langsung saja ia menghubunginya, niatnya akan meminta bantuan kepada keponakannya itu.


Dan setelah mengatakan niatnya pada keponakannya itu, langsung saja di iyakan sang keponakan. Dan sampailah Kevin datang bersama Difa ke sana.


Flashback..


"Gak kok Tante gak papa, ini gak ngerepotin kita kok. Kita malah seneng, bisa main sama Rayan," ucap Difa tulus. Yuna tersenyum, dalam hatinya mengucap syukur bahwa keponakannya itu mendapatkan gadis yang benar-benar baik hatinya.


"......"


"Ya sudah.. Tante pergi dulu ya. Rayan jangan nakal ya, dengerin apa kata Om Kevin dan Tante Difa."


"Oke Ma."

__ADS_1


***


Flashback on..


"Tapi ini salah Rayan juga. Om Kevin jadi jatuh nih gara-gara kamu," ucap Kevin menatap Rayan. Rayan yang ditatap hanya menunduk diam, ia merasakan bersalah. Karena ulah nakalnya, Om nya itu jadi terluka.


"Udah Kak jangan bilang gitu, kasihan Rayan nya. Ray.. Sini deket Tante," ucap Difa mengingatkan Kevin dan mengajak Rayan duduk di dekatnya. Rayan mendekati Difa dan duduk disampingnya.


"Lain kali jangan gitu lagi ya, sayang.. Ray gak boleh nakal.." ucap Difa mengusap lembut rambut Rayan. Anak itu hanya menganguk, ia mengerti yang dikatakan Tante nya itu. Dan dalam hatinya ia berjanji, tidak akan lagi nakal dan ia akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Om Kevin dan Tante Difa nya itu.


"Sekarang coba, Rayan minta maaf ke Om Kevin.. Ray bisa kan?" tanya Difa, diangguki cepat oleh si anak."Iya, Tante.. Ray bisa."


"......"


"Em.. Om Kevin. Ray minta maaf ya karena udah bikin Om jatuh. Em, Ray janji gak akan nakal lagi, dan akan dengerin apa kata Om dan Tante..." ucap Rayan tulus meminta maaf kepada Om nya, sedangkan kepalanya masih menunduk tak berani menatap lelaki yang berbeda jauh umurnya dengannya itu. Ia berpikir lelaki itu sangat marah kepadanya dan tidak akan memaafkannya. Cukup lama hening dan Rayan masih setia menundukan kepalanya...


"Mau ice cream gak?" ucap Kevin tiba-tiba. Sontak Rayan mendongakan kepalanya.


"Rayan mau makan ice cream gak?" ucap Kevin lagi. Ketika anak kecil berusia 6 tahun itu menatapnya. Terlihat mata anak kecil itu berbinar."Mau Om. Ray mau ice cream.." jawabnya antusias. Kevin dan Difa yang mendengar jawaban antusias itu terkekeh. Mereka gemas dengan anak kecil itu.


"Yaudah ayo beli ice creamnya.." ucap Kevin berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Ayoo!!" jawab antusias Difa dan Rayan.


__ADS_2