CUPU

CUPU
DI KANTIN


__ADS_3

Lanjut...


"Udah yok ke kantin, entar ke buruh bel lagi," ajak Deo pada semua yang ada di kelas.


"Yok," jawab mereka kompak.


Mereka keluar dari kelas, Difa yang berjalan bergandeng tangan dengan Cica dan Deo di sampingnya juga di ikuti oleh teman - teman kelasnya yang berjalan beriringan di belakang mereka bertiga.


Semua orang menatap heran kepada mereka, pasalnya mereka baru melihat kejadian - kejadian seperti ini di sekolah ini dan ini adalah perdana bagi mereka di sepanjang masa sekolah mereka.


Bagaimana tidak mereka berjalan bergerombolan. Deo, Difa, dan Cica yang jalan paling depan bagaikan layaknya seorang ketua geng yang di ikuti oleh


anak - anak buah di belakang mereka yang kira - kira ada 30 orangan.


Mereka sudah seperti kumpulan geng anak sekolah yang hendak melakukan tawuran, hehehe bisa di bayangin kan gimana keadaannya.


Kantin sekolah.


Mereka terbagi tempat duduk karena ya kalau mereka ingin gabung satu meja juga mungkin enggak akan cukup, bayangin aja mereka orang 30 lebih sedangkan untuk satu meja saja hanya cukup menampung 5 sampai 6 orang.


Mereka duduk di kursi kantin dengan terbagi 1 meja di isi dengan 5 orang jadi untuk


teman - temannya di sana ada 6 meja, dan untuk mereka sendiri 1 meja, di sana ada Deo, Difa dan cica mereka bertiga satu meja sebelum ada seseorang lagi.


"Woy," teriak Raffa dan Andy kepada Deo.


Mereka berjalan menghampiri Deo Cs duduk.

__ADS_1


"Elo ke kantin enggak ngajakin kita bro," ucap Andy.


"Hehe maaf - maaf gue tadi mau ngajakin kalian tapi gue lihat, kalian pada asik sendiri sama hp yaudah gue cabut aja sendiri," ucap Deo.


"Ya, kan bisa elo panggil kita dulu kek. Ini main pergi - pergi aja," ucap Raffa.


"Enggak enak gue takut ganggu," ucap Deo dan terkekeh.


"Alah sok elo, biasanya juga main


ganggu - ganggu aja pake bilang enggak enaklah," ucap Andy terkekeh.


"Hahaha" semua tertawa.


"Eh, bro tadi di kelas elo janji kan mau traktir gue makan?" ucap Raffa.


"Oke," ucapnya senang.


"Lho, Raffa doang nih di traktir gue enggak?" tanya Andy dengan muka sok sedihnya.


"Eh elo mah bayar sendiri, masak mintak di traktir elo kan punya duit," ucap Raffa pada Andy.


"Lah elo sendiri punya duit kan kenapa elo mintak di traktir sama Deo? gue kan jadi pengen ikutan," ucap Andy.


"Ya karena Deo udah janji sama gue," jawab Raffa.


"Janji? janji apaan kok gue enggak

__ADS_1


di ajak - ajak sih," tanya Andy.


"Deo janji kalau dia bakal traktir gue karena gue udah ngi ..." belum selesai Raffa menyelesaikan ucapannya Deo langsung memotong ucapannya.


"Eh enggak, udah lah enggak penting juga enggak usah di bahas. Ndy elo mau di traktir juga kan? yaudah elo ambil aja mau makan apa nanti gue yang bayar," ucap Deo mengalihkan pembicaraan.


Duh bisa ketahuan ini kalau Andy terus - terusan kepo kek gini, gumam Deo dalam hati.


"Hah serius?" tanya Andy.


Deo mengangguk."Iya."


"Yey," ucap Andy senang.


Mereka semua makan, setelah makan.


"Buk totalnya jadi berapa?" tanya Deo pada ibu kantin.


"Semuanya jadi 540 ribu dek," jawab ibu kantin.


"Lho Buk Ibuk jangan korupsi ya Buk kita cuma makan ini Buk masak di suruh bayar segitu mahalnya ini juga enggak akan sampai 100 ribu," ucap Andy.


"Iya Buk masak teman saya di suruh bayar segitu banyaknya," sambung Raffa.


"Eh udah - udah," ucap Deo pada Raffa dan Andy.


"Buk maafin teman - teman saya ya Buk. Mereka emang begitu orangnya suka bercanda," ucap Deo pada ibu kantin.

__ADS_1


"Ah suwek lo Deo ngatain gue lagi bercanda," ucap Andy dalam hati kesal.


__ADS_2