CUPU

CUPU
SELESAIIN MASALAH


__ADS_3

Setelah kepergian kevin...


"Apa aku telah berlebihan ya sama kak Deo, aku sama sekali nggak ngasih waktu buat kak Deo ngejelasin apa yang sebenernya terjadi."


"Aku egois arghh ..." ucap Difa kesal.


"Aku harus bicara sama kak Deo, iya aku harus bicara dan aku harus temui kak Deo sekarang," ucap Difa sendiri, ia bangkit dari duduknya ia ingin keluar dari kelas.


Di saat ingin bangkit dari duduknya seseorang bicara ...


"Dif, mau kemana bentar lagi bel lho. Guru juga bentar lagi masuk."


"Mau keluar bentar," jawab Difa langsung, dan ingin melangkah keluar kelas tapi


lagi - lagi....


"Tapi Dif nanti ada guru gimana. Kamu bisa di hukum lho Dif karna nggak ada di kelas," ucap orang itu khawatir.


"Iya Dif nanti kamu di hukum," sahut teman kelas Difa.


"Kamu nanti aja perginya," sahut teman kelas Difa lainnya ikut khawatir.


"Enggak temen-temen aku harus pergi, aku juga nggak bakal di hukum kok, kalau misal kalian bisa ngertiin posisi aku," ucap Difa dan langsung keluar dari kelasnya.


"Dif," panggil semua teman kelas Difa.


Tapi sayang Difa tidak menggubris panggilan mereka, Difa berlari keluar kelas menuju kelas Deo.


Bel masuk berbunyi Difa tak menghiraukannya, dan terus mempercepat larinya.


"Selamat pagi anak - anak," ucap guru


tiba - tiba muncul.


"Pagi Buk," jawab semua kompak.


"Apa semua sudah berada di dalam kelas?" tanya ibu guru.


Semua diam mereka bingung pasalnya Difa tidak ada di dalam kelas, dan sampai sekarang Difa juga tidak menunjukan


tanda - tanda bahwa dia akan kembali ke kelas.


"Itu kursi siapa, kemana orangnya, kenapa cuma ada tasnya?" tanya ibu guru


bertubi - tubi di saat dia mengetahui bahwa ada murid yang keluar kelas di saat bel sudah berbunyi.


"Emh ... itu kursi Difa Buk," jawab salah satu murid dengan gugup.


"Kemana dia? kenapa dia keluar kelas di saat bel telah berbunyi," tanya ibu guru


"Emh Difaaa Difa itu Buk," ucap salah satu murid terbata - bata.


"UKS Buk," sambung salah satu murid lain.


"Iya Buk UKS UKS," ulang semua murid di kelas itu.


"UKS?" tanya ibu guru.


"Iya Buk UKS tadi Difa nggak enak badan Buk badannya panas banget, jadi kita antar dia ke uks Buk," ucap salah satu murid.


"Benar semua?" tanya bu guru pada semua murid kelas itu.


"Iya Buk," jawab semua kompak.


"Gimana keadaannya?" tanya bu guru.

__ADS_1


"Tadi setelah di bawak ke uks keadaannya udah sedikit membaik Buk dari sebelum di bawa ke uks."


Angguk bu guru."Hem ... apa bisa dia masuk ke kelas lagi?, karena ibu hari ini akan mengadakan ulangan," ucap bu guru.


"Waduh gimana ini," gumam mereka dalam hati.


"Bisa ketahuan ini."


"Gimana?" tanya ibu guru lagi.


Semua diam.


"Baiklah kalau tidak ada yang tahu dengan kondisinya Difa, maka ibu sendiri yang akan ke uks guna untuk melihat kondisi difanya langsung," ucap bu guru dan ingin keluar kelas.


"Eh gimana ini," bisik mereka semua.


"Halanginlah jangan sampe kita ketahuan kalau kita itu bohong," ucap salah satu dari mereka pelan.


"Buk - Buk," ucap salah satu murid menghentikan langkah bu guru.


"Ada apa?" tanya bu guru.


"Emh Buk gimana, kalau yang lihat kondisi Difanya salah satu murid kelas ini aja Buk," ucap murid itu.


"Iya Buk, Ibunya tunggu di kelas aja," sahut murid di kelas.


"UKS kan jauh Buk dari kelas ini, nanti Ibu capek jadi biar kita aja Buk yg nyamperin Difanya."


"Emh ... yasudah kalau begitu, ketua kelas mana?" tanya bu guru.


"Saya Buk saya ketua kelas," tunjuk salah satu murid.


"Oke kamu lihat kondisi Difa di UKS ya, dan kalau kondisinya sudah cukup baik dan dapat memungkinkan bisa ikut ulangan kamu bawa dia ke kelas ya," perintah bu guru.


"iya Buk," patuh ketua kelas.


Difa sudah berada di depan kelas Deo, dari jendela kaca kelas dapat Difa lihat bahwa ada guru di dalamnya.


"Duh ada guru lagi," gumam Difa.


_____


"Hah akhirnya lega juga perut gue, gila makan apa gue tadi bisa-bisanya perut gue mules."


"Apa gara gue makan makanan kak Vita kali ya, gue kan nggak bilang sama kak Vita kalau gue mintak makanan dia," pikirnya.


"Duh bener nih fiks kak Vita nggak ikhlas nih makanannya gue colong," gerutunya.


"Lho siapa tuh," lihatnya kepada seorang wanita yang berada di depan kelasnya.


Dia mendekat.


"Lho itukan kak Vita eh kak Vita(latahnya), itukan Difa ngapain dia di depan kelas."


"Dif," panggilnya.


Difa menoleh.


"Kak Andy," ucap Difa pelan.


"Kak, sini kak," ucap Difa menarik tangan Andy dan agak menjauh dari kelas.


"Kak, kakak tolongin Difa ya kak plis ya ya kak," mohon Difa pada Andy.


"Tolong? tolong apa," bingung Andy.

__ADS_1


"Difa mau bicara sama kak Deo, kakak bisa kan bantu Difa buat bisa bicara sama kak Deo. Kakak panggilin kak Deo kakak bilang kalau Difa mau bicara," ucap Difa.


"Emh oke, kamu tunggu aja di sini" ucap Andy dan masuk ke kelas.


"Hufhh ... akhirnya" senang Difa.


Andy masuk ke kelasnya.


"Bro ada Difa di luar dia mau bicara sama elo," bisik Andy pada Deo di saat dia melewati meja Deo.


"Serius lo," tanya Deo dan di angguki oleh Andy.


"Kenapa bro?" tanya Raffa pelan pada Deo.


Deo dan raffa duduk sebangku.


"Kata Andy. Difa ada di luar dia mau bicara," jawab Deo.


"Serius?" tanya Raffa tidak percaya.


"iya," angguk Deo.


"Yaudah elo samperin sana, kasian dia nunggu lama di luar," suruh Raffa.


"Iya tanpa elo suruh gue juga bakal nyamperin Difa kalik" ucap Deo.


"Ya kalau gitu ngapa elo masih di sini. Geblek," kesal Raffa.


"Gue belum selesai nih ngerjain tugas," cengir Deo pada Raffa.


"Terus ... curiga gue kayaknya ada udang di balik bakwan nih," ucap Raffa curiga.


"Hehehe elo kerjain ya tugas gue," ucap Deo.


"Nah kan apa gue bilang, elo mah kebiasaan harusnya gue yang mintak tolong buat ngerjain tugas. Elo kan juara 1 di kelas."


"Gue rasa guru pada ngantuk kali ya saat ngisi nilai rapot, harusnya gue yang juara 1 nya," ucap Raffa.


"Hehehe ayolah Raff ya ya elo kerjain tugas gue elo kan pinter juara 2, tapi masih pinteran gue wkwk masak ngisi kayak gini aja kagak bisa," mohon Deo.


"Iya ... iya gue kerjain tapi elo traktir gue makan ya," ucap Raffa.


"Yaudah terserah elo dah, elo atur sendiri yang penting elo kerjain tuh tugas awas jangan sampe salah semua," ucap Deo.


"Yaelah tenang aja elo kayak kagak kenal gue aja, sejak kapan sih seorang Raffa ngerjain tugas matematika dapet nilai selain dari seratus," ucap Raffa bangga.


"Iya iya gue tau, yaudah gue keluar ya," ucap Deo.


"Oke."


"Pak," ucap Deo angkat tangan.


"Iya," ucap pak guru.


"Saya mau izin ke toilet Pak, kebelet," ucap Deo.


"Yasudah sana keluar," izin guru.


"Iya Pak terima kasih."


Deo keluar kelas.


"Yaang," panggil Deo setelah dia sudah berada tepat di belakang Difa berdiri.


Difa menoleh..

__ADS_1


Kak Deo ...


__ADS_2