CUPU

CUPU
AKTOR KELAS


__ADS_3

"Kak Deo," lirih Difa.


"Kak maafin Difa ya kak," ucap Difa langsung, dan menangis.


"Lho kok nangis, jangan nangis dong sayang," ucap Deo lembut dan menghapus air mata di pipi Difa dengan penuh kasih sayang.


"Kak, Difa udah egois sama kakak," ucap Difa di sela tangisnya.


"Enggak kamu enggak egois sayang," geleng Deo.


"Enggak kak, Difa egois."


"Difa egois, Difa enggak mau dengerin penjelasan kakak. Seharusnya Difa dengerin dulu penjelasan dari kakak, Difaaa egois kak Difaaaa egoiss," ucap Difa menyalahkan dirinya sendiri.


"Hei sayang tenang, coba tenang, kamu tenang dulu. Kamu dengerin aku," ucap Deo pelan.


"Kamu enggak salah sayang kamu enggak salah apa - apa, aku yang salah semua ini aku yang salah. Dan tadi egois kamu bilang kamu egois enggak sayang kamu enggak egois yang egois itu aku bukan kamu," ucap Deo lirih.


"Tapi kak, aku egois kak aku udah buat kakak kecewa aku ud..." ucapannya terpotong karena Deo langsung menyergah ucapannya.


"Udah yaang stop, berhenti buat


terus - terusan nyalahin diri kamu sendiri. Kamu enggak salah kamu nggak salah. Semua ini, aku yang salah aku yang salah yaang," ucap Deo pada Difa.


"Maafin aku kak, maafin aku," ucap Difa sendu.


"Kamu enggak perlu minta maaf yaang, kamu enggak salah, aku yang salah. Aku minta maaf ya, maafin aku. Aku janji aku enggak bakalan kayak gini lagi," ucap Deo menggenggam tangan Difa.


Difa tersenyum."I love you kak," lirih Difa.


"I love you too," balas Deo.


Mereka tersenyum.


_____


"Difa, kemana ya?" tanyanya pada dirinya sendiri.


Seseorang itu tampak, celingak - celinguk mencari sosok orang yang di carinya.

__ADS_1


Dia terus berjalan menyusuri koridor sekolah.



"Nah, itu orangnya," ucapnya lalu menghampiri orang tersebut.


 


"Dif," panggilnya.


Difa yang di panggil namanya, menoleh.


"Kak," sapa orang itu sopan kepada Deo.


"Iya," balas Deo ramah.


"Dif, lo di suruh balik ke kelas, sama buk nina di kelas katanya mau ada ulangan," ucapnya pada Difa.


"Buk nina, tau aku ada di sini?" tanya Difa.


"Buk nina nggak tau Dif, kita nggak bilang kalau kamu pergi sama kak Deo. Kita cuma bilang kalau kamu ada di uks," jelasnya pada Difa.


"Kak, aku ke kelas ya. Nanti istirahat kita lanjut lagi," ucap Difa pada Deo.


"Iya nanti istirahat. Aku jemput ke kelas ya," ucap Deo.


"Iya kak," angguk Difa.


"Dek. Titip Difa ya," ujar Deo pada teman cowok kelas Difa.


"Iya kak," angguknya.


Mereka ke kelas mereka masing - masing.


Di jalan menuju kelas ...


"Ji, memang buk nina nggak curiga ya?" tanya Difa.


"Ya harusnya sih curiga, tapi ya karena berkat para artis aktor di kelas kita. Ya semua aman terkendali," ucap Aji teman sekelas Difa dan juga ketua kelas.

__ADS_1


"Hehehe, ternyata di kelas kita banyak ya aktor - aktor berbakat," Difa terkekeh.


"Hehehe iya dong."


"Dif, elo tau nggak siapa adiknya Ammar zoni, yang aktor itu lho?" tanyanya pada Difa.


"Tau. Aditya zoni, kan?" ucap Difa.


"Lah bukan," jawabnya.


"Lho ... terus siapa?" pikir Difa.


"Oh aku tau. Panji zoni, kan?" ucap Difa lagi.


Aji menggeleng."Salah," jawabnya.


"Lah terus ... siapa Ji? perasaan dari tadi salah terus deh," ucap Difa bingung.


"Elo nggak gaul Dif, masak adiknya. Ammar zoni sendiri elo nggak tau sih," ucap aji geleng - geleng.


"Kurang gaul lo," ucapnya lagi.


"Ya, kan tadi aku sudah bilang nama adik - adiknya Ammar zoni tadi ada, Aditya zoni, dan ada juga Panji zoni nggak salah, kan?" ucap Difa.


"Iya, elo nggak salah tapi itu adiknya kurang satu Dif," geram Aji.


"Kurang satu gimana? orang dah pas kok," pikir Difa.


"Aji pratama, nya mana?" tanya Aji dan tertawa.


"Haha, bisa aja kamu Ji," Difa tertawa.


"Sejak kapan Ammar zoni punya adik nama Aji pratama hahaha," tawa Difa


"Sejak 16 tahun lalu, Dif. Sejak dari gue lahir gue langsung di angkat jadi adeknya" ucap Aji terkekeh.


"Adek halu," sambung Aji.


"Hahaha" mereka tertawa.

__ADS_1


Tidak terasa mereka mengobrol, sampai mereka, sampai di kelas.


__ADS_2