CUPU

CUPU
KANGEN RAFFA


__ADS_3

"Nih hp nya," ucap mama Deo tersenyum sembari menyodorkan benda tipis itu pada Deo.


"Besok-besok ajak ke sini dong ... calon mantu Mama nya," ucap Mama Deo menggoda anak nya.


"Hehehe ... iya Ma," jawab Deo.


"Jangan iya-iya aja ... beneran ini, Mama itu serius ngomongnya," ucap mama nya lagi, namun kali ini nada bicaranya agak sedikit serius di banding yang tadi.


"Iya Mama ... iya," ucap Deo.


"Yaudah benar ya ... oke kalau gitu Mama turun ya, sayang ... kamu juga nanti turun, makan ..."


"Iya Ma," angguk Deo.


Mama Deo keluar dari kamar Deo.


"Ya ... mati deh, telpon lagi aja kali ya," gumamnya.


"Hallo," sapanya.


"Iya kak?"


"Besok, aku jemput kamu ya," ucapnya.


"Tapi kak ..." ucap Difa terpotong ketika Deo langsung menyergah ucapannya.


"Enggak nerima alasan," potong Deo.


"Huh, iya-iya deh..." ucap Difa pasrah.


"Nah gitu dong."


"Hem," dehem Difa.


Keesokan harinya...


"Aku masuk ya kak," ucap Difa pada Deo.

__ADS_1


"Iya yaang..." angguk Deo.


"Nanti pulang aku jemput ya," sambung Deo.


"Iya kak," angguk Difa dan tersenyum.


"Aku pergi ya kak, Assalamu'alaikum," ucap Difa.


"Wa'alaikumsalam," balas Deo.


Setelah turunnya Difa dari mobilnya, Deo langsung melajukan mobilnya ke salah satu universitas di kota itu yang mana di sana adalah tempat Deo menuntut ilmunya sekarang.


"Bro..." panggil laki-laki itu.


Deo menoleh.


"Eh ... Ndy," sebut Deo.


"Apa kabar elo bro?" tanyanya.


"Baik Ndy alhamdulillah, elo sendiri gimana kabarnya hampir satu bulan kita enggak ketemu hehe," jawab Deo dan bertanya kepada Andy.


"Raffa apa kabar ya, biasa kita selalu bertiga..." ucap Deo.


"Iya, semenjak hari kelulusan kita dan kita dapat kabar dari Raffa sendiri. Kalau dia akan melanjutkan kuliahnya di bandung ... semenjak hari itu kita udah jarang komunikasi," tambah Andy.


Deo mengangguk."Sekarang kita cuma berdua Ndy, gue harap elo juga enggak bakal pergi sama kayak Raffa," tutur Deo.


"Udah bro ... elo jangan baper deh," ucap Andy berusaha untuk bersikap tenang walau di hati ia juga ikut sedih.


Andy menepuk-nepuk punggung Deo.


"Hari ini tepat 12 tahun kita temenan Ndy," ucap Deo.


Andy tersenyum kecut."Kita rayain ya," ucap Andy.


"Enggak semangat gue Ndy, kagak ada Raffa. Biasa setiap tahun kita rayain bertiga ... tapi tahun ini kita rayainnya cuma berdua rasa kagak lengkap," jawab Deo lesu.

__ADS_1


Andy hanya diam dia juga ikut merasa sedih, sama hal seperti yang di rasakan oleh Deo.


"Yaudah, nanti kita coba hubungi Raffa nya aja gimana?" ucap Andy mencoba untuk menghibur Deo.


"Terserah lah, menurut elo aja ... yang mana bagusnya gue ngalur aja," jawab Deo.


"Yaudalah, entar pulang kampus kita telpon Raffa. Sekarang mending kita masuk, kita mau ospek entar telat di hukum para kakak-kakak senior lagi," ucap Andy.


"Yok..." angguk Deo.


Sekarang mereka masuk ke dalam area kampus mereka, mereka ospek.


________


Di SMA GEMINTANG.


"Kak Deo mana ya? Kok lama sih apa dia enggak jadi jemput aku," pikir Difa.


Difa menelpon Deo.


"Ih ... Kok enggak aktif sih," ucap Difa kesal.


"Dif," panggil seseorang.


"Kak Kevin, ada apa kak?" ucap Difa.


"Elo kenapa? Nungguin Bang Deo," tanya Kevin.


"Iya," angguk Difa.


"Emang, abang bilang ... mau jemput elo?" tanya Kevin lagi.


"Iya," angguk Difa lagi.


"Gue temenin ya ... Nunggu abang nya," ucap Kevin.


"Eh, enggak usah kak. Kakak kalau mau pulang pulang aja biar aku nunggu kak Deo nya sendiri aja."

__ADS_1


"Eh bener? tapi ... elo sendirian lho nunggu nya," ucap Kevin.


"Iya kak enggak apa-apa," jawab Difa mantap.


__ADS_2