CUPU

CUPU
KUE


__ADS_3

"Kamu, mau makan apa?" Kevin yang sedang membaca list menu makanannya, mengedarkan pandanganya, menatap Difa.


"Samain aja," jawab Difa tersenyum manis.


Balas tersenyum manis, Kevin."Oke," mengacungkan jempolnya.


"Buk, minta nasi gorengnya aja ya dua, yang spesialnya. Dan teh hangatnya juga dua," ucap Kevin kepada Ibu kantin.


Mengangguk mengerti, Ibu kantin pergi.


Sambil menunggu makanan datang. Kevin dan Difa mengobrol, bercanda gurau. Dan sesekali Difa tertawa puas, melihat kelakuan lucu Kevin.


Seperti sekarang, Kevin tengah mengajak Difa bermain challenge yang temanya ia beri judul "Bernyanyi nama hewan!" hm judulnya.. Tapi ah sudahlah.


"Tema challengenya kok lucu, gitu sih," ucap Difa tak dapat menahan tawanya.


"Ya memang gitu temanya yang. Emang sih, rada aneh tapi seru lho challengenya."


"Haha oke, emang cara mainnya gimana sih Kak," ucap Difa masih tertawa geli.


Kevin menjelaskan cara main dan aturan mainnya. Difa berusaha keras untuk menahan tawanya kala mendengar penjelasan Kevin, yang menjelaskan cara/aturan main dalam challenge yang akan mereka mainkan itu.


1.Dalam permainan ini, para pemain harus melakukan suit terlebih dahulu ke sesama pemain lain.


Yang di mana, pemain yang kalah suit harus mendapat hukumannya.. Yaitu bernyanyi, bernyanyi dengan lirik setiap lagunya.. Yang harus diganti menjadi nama-nama hewan.


2.Nyanyian yang harus dinyanyikan para pemain yang kalah, harus bertemakan anak-anak.

__ADS_1


3.Contohnya gini.. Misal aku yang kalah, aku bakal nyanyiin lagu cicak di dinding.


Kerbau.. Kerbau dan ayam🎶


Sapi.. Sapi kambing(bernyanyi dengan nada nyanyi cicak di dinding)


"Kok ketawa?" bingung Kevin.


"Haha abisnya lucu sih, masak sih challenge gitu haha."


"Lah iya, emang gitu yang.. Seru lho."


"Ini, Nak.." Ibu kantin datang dengan membawa nampan di tangannya, yang sudah berisi di atasnya makanan dan minuman.


"Makasih Buk," terimah kasih keduanya dan mendapat anggukan Ibu kantin.


"Udah?"


"Iya," angguk Difa.


"Mau ke kelas?" tanya Kevin dan diangguki oleh Difa.


"Aku anter ya!"


"Iya."


Selesainya membayar mereka pergi meninggalkan kantin, dan seperti janji Kevin, yang akan mengantar Difa ke kelasnya, Kevin mengantarkan Difa dulu sebelum ia masuk ke kelasnya.

__ADS_1


***


"Abang, nggak ke kantor?" ucap Kevin ketika mendapati, sosok Deo di ruang tamu.


Deo yang sedang berkutik dengan HPnya, hanya menjawab tak menoleh."Udah pulang."


Kevin hanya mengangguk-anggukkan kepala."Oh iya, Bang? Tadi ada kue dari Difa," ucap Kevin baru teringat.


Deo yang mendengar nama Difa, dengan antusiasnya menjawab."Buat Abang, Vin?"


"Iya Bang, ini," menyodorkan kantung berisi kue yang diberi Difa tadi.


------


"Lo nggak ikut makan?" ucap Deo yang melihat Kevin tak ikut memakan kuenya, sedangkan ia sendiri sudah memakan lahap kuenya.


"Hm... Lo mau gue mati, Bang."


Deo tersedak."Uhuk.. Uhukk.."


"Gue alergi coklat, Bang. Bisa abis badan gue, gatel-gatel gara-gara makan itu kue coklat."


"Haha iya ya.. Lu kan punya alergi ya, dah lah berarti ini bukan rezeki lu.. Padahal kuenya enak banget lho," jahil Deo menggoda Kevin.


"Suwek lu, Bang," ucap Kevin melempar bantal ke Muka Deo dan pergi.


"Hee.. Adek laknat lu emang," teriak Deo kesal.

__ADS_1


"Haha makan tuh bantal, Bang," teriak Kevin dari dalam kamarnya.


__ADS_2