
...Kenapa setiap hal yang kita lakukan...
...selalu salah di mata orang ?...
...Karena kita terlalu mendengarkan...
...Apa yang orang katakana untuk kita...
Ruang kamar berantakan bagaikan di terpa gempa yang dahsyat. Kamar sepetak yang tak luas dekat pintu masuk. Berbagai cemilan dan bungkus minuman di lempar ke sembarang arah. Di ruang ini banyak sekali coretan dinding bahkan kata mutiara arab jawa bertahta.
Bukanlah bagus tapi jika pun dibaca akan merasa berdosa. Foto kecilnya tersembunyi cukup jauh, di balik kertas Koran yang menempel di dinding. Suara rintihan kipas kayu dan juga remangnya menambah suasana tampak mencekam.
Tak jauh dari sana, seorang gadis berpenampilan berandalan memasuki singgasananya. Celana sobek sana sini, baju ketat, tak suka berdandan. Hanya saja gayanya cukup kuno meskipun memiliki alat make up cukup lengkap. Dia suka memakai lipstick hitam dan juga menindik hidungnya. Biar seperti film india, terlihat cantik. Namun tak meninggalkan kesan metalnya. Begitu pikirnya.
Dia bukanlah orang kaya, tapi teruntuk di kota ini dia cukuplah terkenal. Dengan keurakan bersama teman - temannya menciptakan kebaikan, tapi juga menimbulkan dampak keburukan. Secara bersamaan simbiosis mutualisme dan parasitisme bisa dilakukan, tergantung dengan siapa dan motif mencarinya.
Dia sangat suka dengan materi itu jika berhubungan dengan keberlangsungan hidup. Manusia itu terlalu sombong dan membanggakan. Sampai lupa akan daratan.
Maka dari itu dia juga menerapkannya dalam kehidupan. Di dalam kelas tampak hening, yang biasanya ramai tanpa dirinya. Dia adalah gadis yang suka memberontak dan berprestasi. Dua hal yang bertolak belakang. Semua sekolah sudah mengetahui peringai sikap dirinya itu. Dia juga suka berkata kasar dan ceplas ceplos. Dan suka menggoda para siswa lainnya untuk menjadi pacarnya.
Mana mau dengan dirinya, janganlah jadikan pacar. Berbicara saja mereka merasa ketakutan. Auranya sangat kuat bagaikan mengimintidasi seseorang. Dia tak ada satupun teman perempuan, menurutnya mereka sangat pintar dalam bermuka dua. Lah, tidak semua seperti itu. Kebetulan jenis spesies itu memang ada. Sebagai selingan orang - orang baik.
Dulu semasa smp dia cukup dengan salah seorang teman. Dia akui temannya ini cukuplah lumayan dibilang cantik. Hanya saja otaknya dalam belajar sedikit minus darinya. Maka dari itu dia sangat suka membantu, tapi di belakang dia menusuk bagaikan jarum emas bedah yang tipis. Lama dan lama akan terasa sakit yang teramat dalam.
__ADS_1
Dia bukanlah orang yang murah akan maaf. Dia akan menghunuskan pedangnya bila ada yang mencoba - coba memainkan dirinya. Dia gadis manis yang menyedihkan dan membuat orang - orang bersedih karenanya. Dia terlahir tanpa kasih sayang ibu, sedangkan ayah menikah dengan janda beranak dua.
Ibu tiri hanya cinta kepada ayahnya saja. Dia hanya ingin ayahnya kembali memperhatikannya. Sejak ayah menikah dia hanya menjadi gadis sampah yang tak terdidik. Tak ada satupun kebaikannya dulu terlintas di fikiran ayahnya. Cinta telah membutakannya.
.
.
.
.
.
Semakin dewasa kini membuatnya faham, dia hanyalah anak yang tak pernah di inginkan akan kehadirannya. Dia ingin mengangkat derajat perekonomian keluarga. Hanya saja otaknya tidak seluas akan jangka panjang. Dia berusaha bangkit, lagi dan lagi terjatuh.
Terpuruk diam akan pahitnya dunia. Sebenarnya dia adalah gadis yang amat rapuh. Jika ada keajaiban akan transmigrasi seperti kisah novel - novel dia ingin ada perubahan. Dia tidak mau lemah akan pikiran. Dan berjanji akan lebih tepat dalam memutuskan perkara dengan baik.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
...Salam hangat dari author...
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹