Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
19


__ADS_3

Aku berjalan menuju almari kebesaranku, aku melihat dengan sangat jelas bahwa ini mengagumkan. Baju - baju bermerk tertata rapi di almari, di bagian sisi lainnya tas, sepatu, jam tangan, aksesories wanita, bando, alat make up.


Tak hanya itu di bagian sepetak almari kecil terpampanglah deretan baju cupu. Tidaklah banyak hanya tiga puluh potong pakaian dan di tambah baju sekolahnya. Aku memakai baju berlengan pendek dan juga celana panjang. Tak lupa aku juga menggerai rambut panjangku yang masih sedikit basah.


Dan bando kelinci bergoyang saat aku berjalan. Aku meminta bibi membuatkan nasi goreng dan juga jus jeruk. Dengan sigap bibi langsung berlari ke dapur memasak makanan yang ku perintahkan.


Pada awalnya aku tampak terkejut, sepertinya penghuni rumah pelayannya takut padaku selain papa dan mama. Tak lama, mereka menyajikan dalam jumlah empat piring dan dua jus. Aku sedikit menyerengit heran, apa aku seperti serigala buas yang siyap menerkam.


Dengan hati - hati bibi meletakkan semua di meja makan keluarga. Aku tahu bibi pelayan yang paling rajin di rumah besarku ini. Usianya tak jauh dari mama. Sikapnya yang sangat sopan pada majikan. Aku tahu semua latar belakang pelayan rumah kami. Tak ada satupun data yang lolos setitik pun dan mendetail.


Bibi tidak pernah pulang kampung selama dua tahun lebih. Hanya bisa berkirim kabar dan sejumlah uang untuk suami dan anak - anaknya. Baginya uanglah yang saat ini terpenting, dengan begitu keluarganya akan baik - baik saja.


.

__ADS_1


.


.


.


Sebenarnya di bilang rindu, rindu seorang ibu pada anaknya amatlah besar. Tapi jika tak ada setitik egois bagaimana anak - anaknya bisa sekolah. Lalu bagaimana suaminya bisa berobat. Aku tahu semua tapi tidak dengan bibi. Hingga aku yang turun tangan langsung menghadapi keluarganya itu.


Anak yang di kasih sayang rela di hambur - hamburkan untuk belanja barang yang tak bermutu. Meninggalkan ayah yang lemah tak bisa membela. Ini salahnya dulu terlalu memanjakkan mereka.


Mereka tidak terima kemewahan yang di miliki sirna begitu saja, memanfaatkan ibu mereka dengan dalih biaya kuliah mahal. Bahkan pembayarannya melebihi target yang semestinya. Maka dari itu bibi disini berjuang pagi sampai malam dengan rajin. Supaya kehidupan keluarganya tercukupi. Itu tidaklah lama, hanya semut kecil tak kuberi tahu bagaimana caranya.


Yang jelas mereka sekarang patuh dalam kendaliku. Perlahan bibi bisa merasa senang suaminya berangsur membaik. Setelah menjalani berbagai macam pengobatan. Ada rasa tidak enak jika aku kemaruk dalam makan.

__ADS_1


Meskipun aku mampu menghabiskan semuanya. Di luar sana bahkan berhari - hari menahan diri dari rasa kelaparan. Begitu juga denganku dulu kemewahan tidak selalu menjanjikan.


Bibi berjalan mendekat menarik kursi dekat denganku. Aku tahu bibi belum makan karena ulah diriku yang tidak sabaran. Aku menyodorkan dua piring nasi goreng dan satu gelas jus yang sama denganku.


Aku meminta bibi menemaniku makan karena tidak ada teman makan rasanya hampa. Mulanya bibi ragu, baru kali ini aku bersikap hangat padanya. Dulu - dulu aku kemana ni woy author tolong dong yang jelas. Aku di kemanain, sifatku seperti apa. Apa aku sekeras itu, yang benar saja.


Aku meminta maaf padanya dan di balas anggukan cepat oleh bibi. Dia merasa senang ada perubahan baik setelah aku pulang sekolah kemarin. Bibi sangat senang bisa duduk dan makan bersamaku. Kami hanya makan dalam diam dengan pikiran masing - masing. Aku memilih pergi setelah toping di dalam dua piring habis tak tersisa.


Dan meninggalkan bibi yang akan bertugas kembali setelah menyelesaikan makannya. Aku masih sama dingin, dan irit bicara. Aku tak bisa seperti kebanyakan manusia pandai merangkai kata. Aku tetaplah diriku aku diam dalam kepedulian dan akan bertindak bila ada yang coba - coba berani bermain api padaku.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....

__ADS_1


...Salam hangat dari author...


__ADS_2