Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
20


__ADS_3

Aku menunggu ke datangan kakakku tersayang, yang katanya hari ini wisuda. Ah, ini masih jam segini pasti kakak masih lama. Apa aku susul saja ya kesana, tapi aku tidak tahu sekolah kakak. Aku pun kembali pada bibi bertanya bahwa tempat wisudanya di gedung pesantren di kota B.


Aku pun di tegur oleh bibi karena pakaianku katanya tidak sesuai dan tidak di perbolehkan kesana. Jika aku kekeh memakainnya. Aha, kakak kan pakai pakaian ninja. Pasti tidak jauh pasti seperti ini, maksudku teman - temannya mungkin sama dengan pakai baju lebar - lebar.


Aku mengendap - endap masuk ke kamarnya. Widiiih kakakku perempuan banget, beda dengan kamar hororku. Tidaklah penting, ku buka almari yang isinya baju panjang lebar.


Aku membuka layar pipih dan mencari cara berpakaian tertutup itu.


Aku tidaklah suka warna terang, tapi jika aku memakai pakaian gelap. Di kira lagi takziyah lagi. Aku pun melihat kembali lemari kakak yang lain dan aku tertuju dengan warna coklat tidak tua dan warna tidaklah muda.


Aku memakai pakaian kakak meskipun agak kebesaran, dan tak lupa aku juga memakai make up kakak. Aku ingin beda saja, apakah aku masih tetap cantik. Aku menemukan sepotong kain bertali, aku tidak tahu itu apa namanya. Tapi itu yang biasanya kakak pakai di luar rumah.

__ADS_1


.


.


.


.


Aku mengambil parfum mininya yang tak kalah feminimnya. Dan meletakkan di dalam bersama ponselku. Ku tutup pintu dan secepat kilat menuruni anak tangga. Bibi dan pelayan lainnya terpaku dengan jelmaanku dalam sekejap. Aku hanya menanggapi dengan beroh ria, dan pergi menancapkan gas mobil keluar menuju ke tempat dimana kakak berada.


Benar ini alamatnya, aku pun mengemudikan mobilku ke tempat dimana banyak manusia - manusia yang masih muda. Berbaju dan berlengan panjang mereka berjalan sesekali menunduk. Kenapa mereka begitu ya apa ada uang jatuh pikirku. Bukan urusanku aku pun keluar dari mobil hitamku dengan menenteng buket bunga mawar yang cantik dan juga masih fresh.

__ADS_1


Pasti kakak menyukai, apa sih yang aku tidak tau kesukaan kakak. Banyak pasang mata terkejut melihatku, ada yang menatap tak berkedip ada juga berucap kalimat aneh, ada juga pingsan setelah melihatku. Apa ada yang aneh padaku, gadis cantik kayak gini kok reaksi berlebihan. Seperti melihat hantu saja, ada juga yang lari terbirit - birit setelah melihat ku.


Aku melihat keseliling bangunan bertingkat dan banyak centelan baju jemuran di sampingnya. Di atap banyak para laki - laki memandangku di bawah. Kenapa banyak laki - lakinya ya pikirku, hingga tanpa ku sadari aku berjalan terlalu jauh dari mobil. Kehebohan yang ku ciptakan ini menggemparkan rusun putra.


Hingga aku berteriak karena kesal di pandangi, mereka akhirnya bubar ketakutan. Aku mentralkan jantungku dan juga emosiku karena mereka. Aku berjalan mundur ke belakang dan berbalik menubruk sebuah benda cukup keras seperti tembok. Marahku tak terkendali lagi, belum tadi berkurang ini malah bertambah membuatku kesal.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....


...Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2