Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
50. Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Nan Luxiao mengepal kedua tangannya dengan kuat, hingga perban yang dililitkan di keduanya memerah. Dirinya merasa ditipu oleh semua orang, saat ini nyawa tikus kecil dalam bahaya. Kenapa semua orang terkasih selalu pergi dari sisinya, calon istri yang dia perjuangkan saat ini. Dengan gelap mata, Nan Luxiao membuka dimana sebuah ruangan yang sama denganku, menatap dengan penuh kesedihan yang menyayat hati.


Tangannya bergetar tak kuasa membuka kembali penutup kain. Yang menyelimuti seluruh tubuh yang diduga adalah diriku. Dada bergemuruh sesak mengingat kembali dimana aku menolaknya. Tapi dengan kekehnya tanpa ampun. Posesifnya terlalu berlebihan ada apa dengannya. Pertanyaan aku siapanya Nan Luxiao.


Aku bergegas cepat setelah mendapat penanganan, dimana ruangan dokter muda cukup jauh dari ruangan tikus kecil berada.


Secepatnya aku ingin membeli makanan yang banyak, aku tahu dia pasti kelaparan dari tidur panjangnya. Aku akui aku salah, aku dibutakan dengan kecemburuan. Dan membuatnya berakhir disini, aku sangat menyesal.


Aku berharap dengan semangatnya membawa banyak makanan. Karena aku yakin ketika dia bangun. Tikus kecil ku penampung yang suka makanan. Tapi langkah ku terhenti di saat ruangan sepi seperti tak berpenghuni.


Semua alat telah di cabut dan terpasang kembali di tempatnya. Seorang suster keluar terakhir dengan peluh mengalir di keningnya. Aku bertanya, dan yang ku dapati mengatakan pasien di dalam telah meninggal dunia. Duniaku seakan berhenti.


Semua telah diatur oleh Dokter Zaid dan juga Kak Ramli yang sudah ku anggap sebagai abang sendiri. Mereka melakukannya dengan sangat rapi, seperti biasa kini mereka ikut bersamaku terbang.

__ADS_1


.


.


.


Kedatangan ku sekeluarga bak misterius, semua tidak tahu apa yang terjadi. Tapi suasana tampak mencekam seiring dengan kedatangan ku ke rumah sakit bersama rombongan Abi. Dokter yang menangani telah siap siaga, menunggu kedatanganku. Tepat, ini adalah cara penanganan medis terbaik di seluruh dunia. Kak Ramli menunggu dengan cemas bersama Umi dan Aisyah.


Bagaimana dengan keadaan Abi, alhamdulillah beliau sudah kembali berangsur sembuh total.


Beberapa scedul dakwah dan beberapa pertemuannya dengan sahabat lamanya harus tertunda. Semua kegiatan kepengurusan di titipkan kepada anak pertamanya.


Meskipun cemas - cemas di negara orang, tapi setelah mendengar adanya aku membuatnya tambah semakin jadi. Dia yakin semua ini ada sangkut pautnya denganku. Tapi semuanya dipendam mana kala adik keduanya lebih dewasa dibandingkannya memberi petuah.

__ADS_1


Sudahlah biarkan dia berpikir bukan - bukan kepadaku, nyatanya memang bukan begitu hhehe. Sementara keluarga besarku papa, mama, dan kakak tak merisaukan diriku. Pasalnya selama aku menjadi anak mereka, aku juga jarang di rumah. Dan saat ini mereka belum tahu tentang penyakit langka ku ini.


Rahasia terbesarku yang kedua. Kak Ramli adalah dua jiwa yang berbeda sama sepertiku.


Jadi dia lebih paham duduk perkara akan kemananya semuanya. Dia adalah kakak laki - laki sekaligus sahabat untukku. Aku sadari dulu bukanlah manusia yang baik. Dan berusaha menghadapi semua dengan baik - baik saja.


Sampai akhirnya ku temukan kak Ramli dalam perundungan para brandalan pasar. Tubuh yang kurus, kulit yang mengkerut dan kusam. Wajah banyak bekas tinjokkan, dan juga beberapa bagian tubuhnya seperti lengan banyak goresan.


..


Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami. Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya — karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.


Salam hangat dari author

__ADS_1


__ADS_2