
Dia langsung meminta adik kecilnya untuk menjaga diriku, dan bergegas mencari umi dan abi. Mendengar penuturan putranya, mereka bertiga bergegas dengan cepat melihat keadaanku. Benar badanku bahkan seperti mayit saja. Aku tidaklah seperti kebanyakan.
Jika aku merasa panas yang lain akan terasa dingin, begitu juga sebaliknya. Kini aku sangat kedinginan. Meski kini telah berselimut tebal. Umi ingin perawatan terbaik untukku dan dibawa ke rumah sakit. Tapi aku tolak, karena sebenarnya aku benci bau - bau rumah sakit apalagi dengan obat - obatannya. Tak lama si kulkas datang membawa air hangat untuk di kompres di kepalaku.
Dia mematung melihatku berbaring dengan pucat, ada rasa bersalah sedikit. Dia takut menjadi penyebab aku seperti ini. Padahal bukan, ini beda ceritanya. Benar - benar tak berdaya, ku pikir dia tak akan ada masa seperti ini. Dia pun mengalihkan pandanganya setelah adik kecilnya menegurnya.
Untuk beristigfar sebanyak - banyaknya dan memohon ampun pada Allah, karena melihat wanita bukan mahromnya. Bahkan tadi tanpa sadar melihatku terlalu lama. Aku tidak mau berdebat dengannya, aku pun patuh pada umi untuk beristirahat.
Kalian tahu sendiri aku hobi makan, entah sekitar jam berapa aku tidak tahu. Tapi aku yakin ini tengah malam, perutku benar - benar tak bisa di ajak kompromi. Aku membenahi aisyah tidur, katanya ingin berbagi kamar padaku. Lihatlah jika aku tak terbangun karena rasa lapar. Aku akan jatuh dengan sekali tendangan kakinya.
Dia tidur bagaikan putaran jarum jam, ah sudahlah aku membantu membenahinya. Dengan kepala menggelantung antara kasur dan lantai. Sementara kaki berada di atas, benar - benar gadis aneh seperti diriku. Seluruh lampu ruang mati hanya kamar mandi dan dapur saja yang menyala.
.
__ADS_1
.
.
Aku membuka isi lemari kulkas, aku mengambil susu strawbery milik aisyah. Jika ingin di ganti aku akan membeli satu truk susu kotak langsung dari pabriknya. Dan tak lupa aku membuka almari yang berisi snack jajanan ringan juga milik Aisyah.
Tolong jangan marah pada kakak asingmu ini, jangan menangis aku akan membelikannya datannya besok. Maka bersabarlah. Aku makan dengan kenyang, dan membuang bungkusan ke tempat sampah semestinya.
Ya ampun bagaimana bisa gadis kecil seperti aisyah, meletakkan benda lonjong di kasurnya dengan sembarangan. Aku benar - benar penasaran mengapa benda lonjong besar ini beda dengan yang ku beli. Ini ukurannya super big, dan kenapa seperti belalai gajah asli. Aku menaik turunkan tanganku meraba benda lonjong dengan lembut. Ini sungguh seperti nyata, ah jiwa wanitaku ingin merasakannya.
Aaah, aahh, aahh …, naura kamu sungguh nikmat. Suara ******* tak jauh dariku. Tunggu, apa aku salah dengar ada yang memanggil namaku dalam desahannya. Mana mungkin ini nyata hingga sebuah tangan mengukungku di bawahnya. Badannya sungguh kekar dan kuat, aku mencoba berontak dan menyadarkannya.
Ohh, shiit ..., dia mencoba menggesek - gesekkan miliknya tepat di depan celana dalamku. Mataku ternoda melihat kepunyaannya yang perkasa dan luar biasa. Aku coba melepaskan diri hingga tanganku memerah akibat tekanan cekalan tangannya. Dia mencumbuku dengan tanpa ampun, bahkan meninggalkan bekas jejaknya di leher ku.
__ADS_1
.
.
.
.
...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....
...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....
...Salam hangat dari author...
__ADS_1