Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
48. Lepas


__ADS_3

Dasar om mesum pemaksa, aku bisa menghabiskan semuanya tapi untuk saat ini yang benar saja. Image ku akan hancur di depan mommy dan daddy angkatku yang barusan resmi mengangkatku. Karena kesal dia menyumpaliku dengan bakwan goreng, dan tak kalah terkejutnya dia mengambil separuhnya yang masih utuh dari bibirku. Dia begitu menikmati hingga semua bahwaan yang menempel padaku ludes olehnya.


Aku mematung tak berdaya, tak bisa menolak atau menyangkalnya. Ada sebuah rahasia teramat besar mengapa aku seperti ini. Tidak semua tapi akan hadir di bagian entah bab keberapa. Dan itu saling berkaitan dengan satu dengan lain. Dia membawaku pergi begitu saja tanpa aku mengisi perutku yang teramat perih lapar. Menggandengku dengan kasar menuju mobilnya meninggakan mereka yang mengejarku.


Om mesum menyetir dengan kelajuan diatas rata - rata. Membuat para pengemudi kalang kabut. Aku memegang siftbelt dengan kuat merapal doa yang diajarkan oleh kakak. Di tempat sepi di dekat danau dia membawaku kesini, tak jauh terdapat bunga - bunga yang cantik di sekitarnya. Dia berteriak dengan kencang melepas emosi. Mengacak - acak rambutnya dengan frustasi.


Ada apa dengannya tadi di rumah daddy dia baik - baik saja. Lalu dengan tidak jelasnya dia membawaku kemari. Aku lelah berdiri aku ingin duduk saja. Bisa - bisa kakiku kesemutan karenanya. Baru beberapa langkah dia mendekap tubuhku dari belakang. Tubuhnya terasa hangat dan juga basah mengenaiku. Dia membalikkan hingga wajah kami bertemu. Dia menatapku dengan lekat dan memulai aksinya mengabsen bibir seksi yang ku miliki.


Aku memberontak membuatnya semakin menekan pagutan antara kami. Kenapa dia melakukan ini lagi padaku, apa salahku. Tanpa sabaran dia menarik hijabku dengan kasar menampakkan leher jenjang dengan rambut terikat. Dia bagaikan serigala kelaparan menyantapku secara kasar. Dia menyecap setiap inti leherku, aku berusaha mencegahnya. Aku sudah tidak tahan semakin lama semakin aku memberontak.

__ADS_1


Membuatnya semakin bersemangat bermesum padaku. Dia memojokkanku ke pohon besar, dan berusaha memancing sisi lain dariku seperti yang sudah - sudah. Aku mencoba bertahan memberontak, dia bahkan mengukungku dan menjepit kedua pahaku dengan miliknya. Dan mulai menggeser - geser bagian bawah pada area sensitifku. Aku tidak bisa berteriak, tetesan demi tetesan membasahi pipiku.


Dadaku sesak nafasku tidak beraturan hingga membuatku tidak sadarkan diri. Membawaku dalam gendongannya menuju rumah sakit terdekat. Dia berteriak pada suster dan dokter rumah sakit untuk segera menanganiku. Di ruangan penuh alat inilah diriku dalam tanganan medis, semua alat terpasang dengan baik. Dokter mengeluarkan peluh yang tak berkesudahan pasalnya yang dia tangani adalah pemilik rumah sakit terbesar ini.


Dan telah berjasa padanya memberikan pekerjaan layak di tempat ini, yang saat itu luntang - lantung terdampar bersama keluarga kecilnya. Dia adalah Dokter Zaid yang telah berumur tiga puluh satu lebih. Puji tuhan, seorang gadis cantik menolongnya dari ancaman buruk yang berusaha melenyapkan keluarganya.


Semua itu untuk membuatku semakin tangguh dalam menghadapi dunia. Jika ada yang menyerangku maka dengan senang hati ku kembalikan tujuannya padaku. Tidak semua tahu kecuali orang terdekat dan mengenalku jauh dari kata keluarga.


.

__ADS_1


.


.


.


Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami. Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.


Salam hangat dari author

__ADS_1


__ADS_2