
Tikus kecil banyak sekali orang yang ingin mencelakaimu, sebenarnya kamu kenapa tidak bisa diam. Katakan padaku siapa saja yang telah kamu singgung, mengapa mereka harus yang kamu jadikan target. Bagaimana bisa tikus kecil bernyali besar sepertimu. Yang disinggung bukan hanya biasa tapi mereka yang mengandalkan popularitas orang tua.
Katakan padaku sekali lagi, jika butuh penyingkir aku bisa melakukan semuanya untukmu. Aku akan membuat mereka menjadi makanan buaya peliharaanku. Hey, cepatlah sadar. Jika tidak aku tidak tahu bisa menahan serangan gairahmu yang memikat. Meskipun aku ingin, tapi aku tidak bisa merusak masa depan tikus kecil.
Bagaimana jika dia bangun dan mengamuk padaku. Bahkan aku tidak bisa menahan serangannya. Dalam keadaan seperti ini memanglah sangat menguntungkan diriku, tapi aku harus menahan dengan sabar agar tidak sembarangan menyentuhnya lagi.
Karena kecemburuan sesaat ku mampu membuatku frustasi. Apalagi saat ini tikus kecil dalam pengaruh obat rangsang. Aku ingin tapi tidak boleh, dia itu gadis singa yang buas. Aku harus berpuasa saat ini, aku pria bermartabat tidak baik bermain dengan gadis kecil sepertinya yang seumuran dengan keponakan ku.
Nomor seseorang sedang menghubungiku, tepat sekali aku juga tengah mencarinya. Biarkan aku bicara dulu, masalahku lebih serius dari pada asistenku ini.
“ Chiko, cepat selidiki siapa yang berani menjebak dan membuat tikus kecilku hilang kendali ” nafasnya masih memburu.
“ Dalam waktu sepeluh menit kirimkan semua datanya padaku ” perintahnya sedikit ditekankan.
__ADS_1
“ Tikus kecil, apa itu tralali bos di balik celana ?” di sitausi ini Chiko bisa - bisanya masih membercandai Bos sekaligus merangkap jadi sahabatnya.
“ Sembarangan kamu, seperti tidak pernah didik saja ” malu, tentu saja. Tapi tidak berlangsung lama, balik memaki.
“ Bukankah bos yang didik saya wkwk ... ” kekehnya.
“ Kamu …?! ” dia memijit kepalanya yang pening dari dua manusia konyol sekaligus dan sahabat bobroknya ini.
“ Wah, siapa sih orang yang berani membuat bos bergairah dalam sekejab. Nyalinya besar sekali ” godanya kembali di balik seberang suara.
“ Sorry dah bos, gitu aja nyolot. Ya sudah, apakah ada perintah lain ” selalu saja bosnya ini menarik kelemahannya soal uang.
“ Tidak ! ” mematikan sepihak dan meminum air dingin di lemari kulkas.
__ADS_1
Karena ini malam hari, maka para pelayan di perbolehkan pulang. Jam kerjanya sampai sore setelah kepulangannya tidak boleh ada satupun di dalam rumah besarnya ada seujung debu.
Nan Luxiao membawaku ke dalam kamar mandi untuk mengeluarkan semua panasnya. Dia telah menyiapkanku air hangat, dengan cepat menutup pintu dengan rapat - rapat. Aku berenang dalam kolam putih, hingga rasa nyaman membuat ku tertidur.
Tidak ada suara gemericik di dalam membuat om mesum langsung masuk dimana aku berada. Cukup panic dia pikir aku mau bunuh diri menenggelamkan seluruh badan ku ke dalam bathup. Ada - ada saja, jika aku sadar mana mungkin aku merelakan kehidupanku pergi lagi. Ini saja aku pinjam badan orang lain.
.
.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
Salam hangat dari author