Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
10.


__ADS_3

...Karena manusia bertahan dengan...


...Cerita yang ingin di dengar...


...🌿🌿...


Aku dengannya berbagi cerita menarik di antara kami. Seputar kehidupan dan jalinan asmara. Aku sudah tahu melihatnya siapa wanita yang ingin dekat, hanya bisa mengagumi dalam diam.


Dia membenarkan perkataanku, siapa yang mau dengan cupu seperti diriku. Terserah deh apa kata loe, aku iyain aja biar lega. Aku seduhkan minuman hangat di balik botol kecil banyak manfaat. Aku memberikan padanya, tanpa berfikir ulang dia meminum apa yang kuberi tak gentar bila ku meracuni dirinya.


Tidaklah buruk, meski kesan pertama membuat kami saling kesal tapi ada sisi baiknya. Dengan begini kita bisa sedikit mengenal. Sekolah telah kosong melompok tanpa ada orang selain kami.


Hanya ada beberapa petugas penjaga di luar gedung di area pos pemantauan.


Di atap ini tidaklah terlalu terang tapi tidaklah membutakan mata. Pencahayaan yang pas. Aku membuka snaks jajanan ringan yang ku beli di warung - warung. Dia pikir aku membawa jajanan yang di beli di toko besar seperti alfamart dan sebagainya. Tidak, tapi aku memilih jajan di toko, selain harganya yang murmer juga sama - sama mengenyangkan.


Dia menatapku sedang asyik mengunyang jajanan pedas, rasa yang membuat tenggorokan dan lidah terasa panas dan tenggorokan terbakar. Tapi tidak untukku, karena selama ini aku pecinta pedas. Untuk ukuran semacam jajanan ini masih bisa ditolelir lambungku.

__ADS_1


.


.


.


.


Hanya suara kepedasan dan juga keringat bercucuran menggambarkan bagaimana nikmatnya jajanan pedas. Aku bahkan tanpa sadar sudah menghabiskan empat bungkus dalam hitungan menit.


Tak hanya itu aku masih menawarkan belasan jajanan lainnya. Hingga setiap kami makan ada saja candaan menimpali. Ku kira tetangga bangku ini orangnya kaku dan dingin bagaikan kutub es. Nyatanya tidak juga hanya saja dia akan begitu kalau dirinya tidak membuka diri.


Mungkin karena pembawaan diriku yang sejatinya supel dan kocak. Mampu mengimbangi dirinya yang pendiam. Tak susah - susah aku bisa berteman dengan yang tak lebih dalam kurun kuran dari dua puluh empat jam.


Sebagai seorang gadis aku tak bisa terus berlama - lama di luar rumah. Katanya tidak elok petang - petang gadis berkeluyuran apalagi berduaan bersama laki - laki. Aku bertanya mengenai jam berapa, aku dapat melihat empat angka berjejer di depan layar cukup lumayan besar.


Dia yang paham akan perihal diriku mengajak dan mengantarkanku pulang. Kalian tahu sendiri aku sekarang menyamar menjadi gadis cupu, Kacamata ku telah patah dan retak aku tak bisa menggunakan lagi. Aku hanya menghela nafas dengan hembusan kasar. Itu kaki apa kaki jerapah, lebar amat jalannya. Dia pikir aku kunti apa bisa melayang cepat dengan seenaknya.

__ADS_1


Kaki pendek ku inilah membuatku lamban di tambah kepura - puraanku dalam buramnya penglihatan. Semakin menambah derita menuruni anak tangga yang sangat banyak. Life sialan, mati di saat tidak tepat. Tahu gini aku gak mau diajak ke atas membuatku lelah saja. Ini juga lampu tangga kok kayak discotik aja, remang - remang. Kelihatannya sekolah oke, tapi ya sudahlah aku terlalu banyak menggerutu.


Ku kira tinggal satu langkah turun tanjakkan. Ternyata aku di prank, tanpa ku sadari kaki kecil ku ini melangkahi dua garis turunan. Ini semua salahku tak lihat - lihat dengan benar membuatku terguling - guling dan jatuh dari tangga.


.


.


.


.


...**Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian**....


...Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2