Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
22


__ADS_3

...Hidup itu sangat menarik...


...Pada akhirnya...


...Sebagian dari rasa sakit terbesarmu menjadi...


...Kekuataan yang dahsyat....


...🌿🌿...


Kakak dengan foto anggunnya, papa dengan sikap tegasnya, mama seperti ibu sosialita, hanya diriku yang sedikit nyeleneh. Membuat nya tersenyum tipis menatap layar dimana kami banyak gaya. Bahkan ada waktu dimana aku berusaha mencium pipi kakak yang tertupi kain kebanggaannya, di tolak mentah oleh tangan kanannya yang mencoba mendekati.


Ckrekk, aku berlari kecil sambil mengangkat sedikit baju kebesaran yang ku pakai. Aku menatap setiap foto hasil jepretannya sungguh candid dan orangnya. Kakak, mengambil ponsel miliknya entah untuk apa, aku berlari mengejar laki - laki yang telah memotret kami.


Karena aku ingin berfoto berdua bersamanya. Greb, aku berhasil mendapatkan ponsel dari celananya samping. Aku mengancamnya dan tidak mengembalikan jika dia tidak mau berfoto denganku. Dan berhasil, aku meminta salah satu wisudawan lain untuk memoto kita berdua.


Ada banyak celetukan iri pada kami. Ada yang menganggap sebagai pasangan uwu, pacar syari dan sebagainya. Aku tak perduli, yang ku inginkan foto bersama laki - laki tampan. Dua jepretan sempurna, aku sangat bahagia.


Aku akan pamer pada tetangga sebangku ku kalau aku sudah memiliki kekasih. Aku ingin dia bungkam, tidak mengejekku lagi. Bahkan pacar pura - pura ku tak kalah tampan darinya.

__ADS_1


.


.


.


.


Dia pun pergi dulu setelah menyimpan kontak ku. Aku ingin dia segera mengirim dan membuat cemburu saat bertemu di sekolah nanti. Kami tidak langsung ke rumah, sahabat papa mengundang kami untuk merayakan kelulusan putra dan putri kami di kediamannya.


Tak jauh hanya beberapa meit saja kami telah sampai. Aku melihat bangunan tak semewah dan semegah rumahku. Dan tak jauh dari sini terdapat tempat semacam penampungan, bedanya ini penghuninya perempuan. Sementara tadi banyak laki β€” lakinya.


Aku melihat sekeliling ruangan tampak tertata rapi. Rumah yang tak terlalu besar tapi membuatku nyaman. Wanita muda keluar dari bilik selambu membawa teh hangat dan juga berbagai cemilan ringan.


β€œ Hallo om, hallo tante, hallo gadis manis. Namaku Naura bisa di panggil Nara juga boleh. Em, intinya terserah mau panggil apa di terima kok hehe …” sapaku pada kedua pasangan suami istri agak lebih tua dari papa dan mama dan gadis kecil.


Mama menyenggol bahuku mengingatkan untuk mengucapkan salam dan berbicara baik bisik mama. Mereka tersenyum mendengarnya pasalnya mama berbisik dan berbicara itu nadanya sama. Jadi tak ada bedanya. Aku hanya memasang wajah polos dan gigi putihku dengan canggung. Syukurnya sahabat dan istrinya itu tidak terlalu pritungan.


β€œ Tidak apa β€” apa, kenalin. ini nama Abi Imam Rosyid dan Ini Istri saya Nana Aulia bisa di panggil umi ” aku pun menyalimi abi dan tidak menyalimi umi tapi aku langsung duduk dan memeluknya secara tiba - tiba.

__ADS_1


β€œ Kenapa, ada apa ini, dek kasihan umi. Kamu gituin umi bisa sesak nafas ” aku pun melonggarkan pelukan ku pada umi dan menatapnya. Benar pelukan ku terlalu erat padanya.


Aku hanya diam tak menanggapi perkataan papa, hingga fokus kami pada perut ku yang berbunyi nyaring membuat kami tertawa bersama. Sungguh memalukan, bisa - bisanya perutku kelaparan. Padahal tadi aku sudah habis dua piring nasi goreng dan jus jeruk bersama bibi.


Mengetahui itu abi mengajak kami menuju ruang makan bersama. Tak lupa abi memanggil putra - putrinya makan bersama kami. Waahhh, air liurku hampir jatuh mana kala hidangan umi menggiurkan mata. Kaki ku ku hentakkan lirih menelusuri setiap hidangan lezat yang tertata rapi. Pertama kalinya aku melihat hidangan ini meskipun sederhana tapi sangatlah enak.


.


.


.


.


...Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami....


...Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian....


...Salam hangat dari author...

__ADS_1


__ADS_2