
Aku berjalan menuruni anak tangga, pagi ku cerah matahari bersinar dengan sinar hangatnya. Setelah bangun subuh - subuh di pagi hari, aku berolah raga sedikit. Merilekskan otot - otot supaya tidak sekaku hidup ku.
Sudah dua hari ini aku hanya begini saja, sebenarnya aku ingin belajar mengaji sama mama. Karena kondisiku belum memungkinkan jadi papa memberiku cuti beberapa hari lagi. Hanya untuk belajar mengaji saja.
Tapi yang lainnya seperti pemahaman sholat diserahkan pada mama dan kakak. Karena itu sangatlah penting untuk kehidupan, dengan adanya perubahan besar setelah kepulangan sekolah kemarin.
Perlahan aku mencoba arahan yang mama ajarkan padaku, dari cara berwudhu, memakai mukena yang benar. Tata cara sholat yang sah dan bacaan - bacaanya di setiap gerakan. Aku bersyukur mereka tidak langsung menuntut ku harus dan cepat bisa, tapi aku juga tak patah semangat berusaha.
Dengan tampilan ku seperti sebelum - sebelumnya aku membawa totabag mini. Memakai baju hitam jaket kulit berwarna senada, rok plisket berwarna pink. Berkucir satu dan berkacama tebal. Dan menyalimi ketiga orang ku sayang dan menuju dimana Pak sopir menunggu.
Aku mendapati kakak senior membagikan balon udara, aku juga mendapatkan warnanya pink sama seperti rok yang aku kenakan. Dia tersenyum manis pada semua manusia yang di jumpainya. Aku balas budi senyum balik kepadanya.
Mereka yang melihat adegan kami banyak spekulasi bermunculan, hanya berani berbisik - bisik tak berani berterus terang. Aku berhenti dan melirik siapa yang berani membicarakanku, mereka yang tahu tatapan mataku langsung kicep. Karena ada urusan yang menanti, kali ini aku tak akan perhitungan. Tapi jika ku dapati masih sama, sorry aku tidak bisa janji.
Beberapa aksi turut meriah di halaman besar sekolahku. Ada yang ikut audisi silat, menyanyi, dance, taekwondo, basket, kecantikan, drama, dan masih banyak lainnya yang tidak bisa ku sebutkan satu persatu. Aku gugup begitu dengan peserta audisi penyanyi lainnya.
__ADS_1
Karena keterlambatan ku mengisi absen, aku mendapatkan kupon terakhir. Aku bernafas lega, aku kira aku akan mendapat nomor urut terdepan. Aku mengipas tubuhku yang mengalirkan keringat. Cuacanya sebenarnya ini tidaklah panas, karena aku terburu dengan waktu aku berlari. Aku meminum kembali minuman vitamin buatan kakak. Em, rasanya tidak buruk juga.
.
.
.
Aku mengedarkan pandanganku mana kala sorakan para manusia dibuat histeris. Bahkan karena saking hebohnya aku hampir terdampar ke lantai. Untung saja teman sebangku ku sigap. Aku tahu dia kemari pasti tidak jauh - jauh ada hubungannya denganku.
Dia adalah Bei Zijin memiliki tinggi 174 cm. Kepribadian yang dimiliki berlidah dingin berhati lembut, bangga dan sombong, tempramen berubah - ubah, dan posesif. Laki - laki yang berkuasa, kejam, semua kelembutan hanya untuk tikus kecil. Sudahlah, pecundang sepertimu tidak akan bermental jika masih ingin naik ke mimbar.
Lebih baik disini saja melihat di belakang, aku takut kamu akan menjadi pengacau dalam audisi. Aku melihat dia membawa botol kesahatan yang telah terbuka. Aku langsung menyerobotnya dan meminumnya, jangan sampai tikus kecil menghabiskannya dulu.
__ADS_1
.
.
.
Karena aku sudah mengiyakan tantangannya, aku tidak bisa lagi menghindar. Baiklah untuk kali ini aku mengalah dulu. Aku juga ingin tahu seberapa kemampuanku dalam bernyanyi secara langsung. Aku tidaklah terkejut dengan tingkahnya mengambil botol secara paksa. Aku sudah terbiasa berbagi makanan dan minuman dengannya.
Karena banyak peserta yang tiba - tiba perutnya murus, ada juga ada yang beralaskan lain untuk membatalkan bernyanyi. Aku juga ingin begitu tapi ya sudahlah aku tidak bisa kemana - mana sebagai sandraan Bei Zijin. Dalam hitungan menit tibalah giliranku.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
Salam hangat dari author
__ADS_1