
...Urusanku adalah berprasangka baik padaku...
...Jika kamu tidak sebaik sangkaanku...
...Maka, itu urusanmu !...
...🌿🌿...
Apa berusaha sebaik mungkin untuk bersandiwara, aku hampir tersulut emosi jika sudah menyakut om mesum. Dia kembali melirik menunggu jawabanku, baiklah kamu tidak tahu aku ini ratu drama. Aku akan mengajarimu dengan baik maka om mesum dengarkanlah.
Aku memang gadis yang sopan dan baik banget pada orang. Tapi untuk manusia ini ada pengecualiannya. Bei Zijin merangkul pundakku, katanya dia bangga memiliki teman sepertiku. Dan mengajakku ke kantin karena pastilah aku kelaparan, karena semua jajan dalam totebagku ludes bertampung di perutnya.
__ADS_1
Aku oke saja dia yang ngajak dia juga yang harus bayarin. Bisa - bisanya tikus kecil mengabaikan keberadaanku, dan memilih daun muda. Aku menepis lengan keponakanku yang bertengger manis pada lehernya. Memilih berjalan dulu di depan, setidaknya aku tidak melihatnya bermesraan di belakangku lagi.
Aku menggait lengan mulusnya dan menatap kembali agar dia menurut. Kunci besarnya ada padaku, jangan sampai karena membuatku kesal. Membongkar dengan mudahnya siapa tikus kecil.
Hanyalah gertakan tapi untungnya dia gadis penurut. Walau sedikit. Semua pasang mata melihat keberadaan kami, dan tak berani berkata ketika gebrakan tangan tikus kecil menghancurkan meja makan terbelah menjadi dua.
Semuanya tak berani berkata dan lari terbirit - birit melihatnya. Aku melihatnya bagaikan tong makanan, tubuh kurus dan sekecil dirinya bagaimana bisa menampung makanan yang begit banyaknya. Dia tak memperdulikan pertanyaanku, sementara Zi tersenyum - senym melihat tikus kecilku.
.
.
__ADS_1
Aku melihatnya juga tak kalah kesalnya bagaimana mereka berdua tidak tahu malunya mengumbar kemeraan di sekolah. Zi dengan senangnya menyuapi tikus kecil. Begitu aku juga bisa, belum sempat mengangkat sumpit berisi potongan ayam. Aku melihat Zi mengambil kue yang masih ada pada bibir tikus kecil dengan bibirnya.
Apa - apaan ini aku akan menghukum keduanya. Aku melonggarkan dasiku yang membuatku sedikit sesak. Meninggalkan keduanya yang sedang makan. Tak lama aku dapat melihat Zi juga belari meninggalkan tikus kecil di tempat. Tikus kecil berlari entah mau kemana, tanpa disadari olehnya aku mengikuti dari belakang.
Bel kelas berbunyi pertanda bergantilah jadwal audisi. Aku sudah selesai sebaiknya aku menghindari Bei Zijin dan pamannya. Aku baru tahu om mesum adalah pamannya. Setalah ku lamat - lamat dengan Bei Zijin memanglah sama, selain sama - sama tampan juga bermulut tajam. Satu fakta yang menambah kuat untuk ku melawannya dia gila bersih.
Namanya Nan Luxiao, berumur dua puluh tiga tahun, memiliki tinggi hampir seperti tiang listrik 182 cm. Kepribadian : seorang Ceo arogan yang tidak suka memakai baju, bermulut tajam dengan tubuh yang selalu jujur, Posesif, Gila bersih. Identitas : Ceo yang mendominasi. Pemegang kuat saham CHIC. Wanita, kau sudah menyalakan apiku. Kau harus memadamkannya. Mari kita saling beradu, aku yakin akulah pemenangnya. Dan tikus kecil hanya aku seorang yang dapat memilikinya.
Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.
Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.
__ADS_1
Salam hangat dari author