Dari Aku Yang Hampir Menyerah

Dari Aku Yang Hampir Menyerah
38


__ADS_3

Setelah aku membaca berkas email yang di kirim dari Kak Ramli, aku tersenyum licik ternyata om mesum bukanlah orang sembarangan. Aku punya ide bagaimana cara memberi pelajaran pada om mesum. Bukankah dia penyuka sesama jenis, baiklah apakah rumor itu akan tersebar cepat.


Jika aku yang mengaksesnya hhehe. Belum sempat aku terbang dari mimpiku, pintu di susupi seseorang bersuara berat. Badanku menegang dengan gerakan cepat aku berada dalam kendalinya. Dia mencumbuku dengan menuntut membuatku kewalahan.


Aku berusaha berontak namun disalah artikan olehnya. Dia melihat ke arah dimana dua benda kenyal bersembunyi. Aku dapat melihat jakunya seperti tengah menahan sesuatu. Dia kembali memojokkan diriku di dinding kamar mandi. Dengan gerakan cepat dia menali kedua tanganku ke atas dengan dasi miliknya.


Sementara tangan lainnya mencoba membuka kancing bajuku. Satu persatu mulai lepas, aku ingin berteriak keras tapi aku takut orang lain akan melihat kami sedang melakukan mesum di sekolah. Meminta bantuan dalam kondisi seperti ini siapa yang akan membantu. Yang ada mereka menuduhku menggodanya.


Tanpa ampun dia bagaikan bayi yang haus akan kelaparan. Dia seperti semut yang menjalar kemana - mana, membuat bulu kuduk ku berdiri. Sesekali dia melakukannya tak lupa dia menggigit pelan area sensitive yang kemerah - merahan.

__ADS_1


Antara ingin marah tapi tidak bisa, dia mencoba menggodaku dengan bermain liar diatas sana. Aku mendesah pelan, permainannya sungguh membuatku hampir orgasme. Aku juga merasa aneh dengan tubuhku, kenapa aku menjadi lemah seperti ini. Di saat yang tidak tepat. Hingga mempermudah om mesum leluasa menyentuhku.


Aku dibaut frustasi mana kala permainannya berhenti, aku dapat melihat senyum liciknya mengarah padaku. Aku benar - benar lemas dan tak bertenaga, aku rasa aku dalam kendalinya. Aku dapat melihat sesuatu miliknya menonjol di balik kain. Aku dapat merasakannya terasa keras dan lembut secara bersamaan.


Pemikiran apa ini, jiwa ku terasa terbakar akan belaian. Gairah ini segera ingin cepat di selesaikan. Dia merapikan kembali bajuku dengan seperti semula. Aku sudah lemas berdiri dan berada di bawah kendalinya. Kali ini dia menggendongku ala briday stayl pokoknya seperti itu lah, aku bingung bagaimana tulisannya yang benar.


.


.

__ADS_1


Siapapun disini tolong aku, aku melihat cahaya terbuka sesorang datang menghampiriku dan menggendongnya. Syukur ada orang baik menolongku, yang aku ingat aku berada di sebuah kamar. Aku yakin ini kamarku, makanya aku leluasa padahal nyatanya hanya fatamorgana.


Sebagai pria yang telah normal, aku juga bisa merasakan gairahnya. Kejadian beberapa hari yang lalu di mall membuatku kini lurus kembali. Milik ku bukanlah barang murahan, mengenai tentang diriku gay itu tidaklah benar. Tikus kecil orang asing yang pertama kali membuat tiger juniorku merespon.


Bahkan hanya sentuhan tangan kecilnya mampu membuat libidoku naik. Sejak kejadian itu aku tidak bisa tidur, seakan bayangannya mampu membuat tiger junior puas. Sekian pencarian, aku mendapatinya memperburuk diri. Bagaimana tikus kecil tak bersyukur, wajah bidadarinya di ubah menjemukan mata. Seperti gadis cupu yang ramah, berbeda bar - barnya saat kami bertemu.


Jangan lupa sedekahnya ya para reader ku yang ku sayang. Berilah kami like, coment, hadiah dan dukungan. Jangan lupakan untuk stay tune di karya kami.


Jangan lupa semangatin authornya dong biar tambah gereget di tiap karya - karyanya. Biarkan karyanya dapat mengguncangkan dunia. Author sangat matur thanks you, jangan lupa ya tinggalkan jejak kalian.

__ADS_1


Salam hangat dari author


__ADS_2